
Tubuh Adam yang bermandikan keringat ambruk di atas tubuh istri nya yang dalam keadaan yang sama, Adam menyembunyikan wajah nya di ceruk leher sang istri dan menghirup aroma istri nya yang manis. Alesha mengangkat tangan nya dan membelai punggung sang suami yang lengket karena keringat, kemudian tangan nya itu naik dan berhenti di rambut lebat Adam.
"Capek?" tanya Alesha sambil terkekeh dengan nafas yang terputus putus setelah erangan panjang nya tadi, apalagi ketika ia merasakan nafas Adam yang menderu, dada nya yang naik turun dengan jantung yang berdebar bahkan juga bisa Alesha rasakan.
"Engga, mau lanjut lagi" kata Adam manja.
"Bukan maksud ku mau menolak, Mas" kata Alesha yang masih setia membelai lembut rambut suami nya itu "Tapi ini sudah jam 3 lewat, aku takut besok tidak bisa keluar kamar" cicit Alesha dan sekarang Adam yang terkekeh, ia mengangkat wajah nya dan menatap sang istri dengan penuh cinta.
"Kamu juga capek ya?" tanya Adam lirih, tangan nya terangkat dan merapikan rambut Alesha yang menempel di wajah nya karena keringat.
"Capek banget" kata Alesha malu malu. Adam pun berpindah ke sisi istri nya dan kemudian menarik Alesha ke dalam dekapan nya, kini Alesha meletakkan kepala nya di dada bidang sang suami.
"Maaf ya, aku tidak bisa mengontrol diri tadi, gara gara aku puasa lama banget, terus di tambah rasa kamu benar benar manis, aku tidak bisa berhenti" kata Adam yang kembali membuat Alesha tersipu.
"Sayang..." lirih Adam karena Alesha hanya diam saja.
"Hmmm" jawab sang istri yang tidak tahu harus berkata apa.
"Terima kasih ya, kamu mau menerima duda ini"
"Aku yang terima kasih, Mas. Kamu mau menerima janda beranak satu itu"
"Aku beruntung ya, dapat dua sekaligus" kata Adam lagi yang membuat Alesha terkekeh.
"Ya, Sayang?"
"Aku ngantuk, boleh tidur?"
"Hehe, ya boleh dong" jawab Adam.
"Tapi aku engga bisa tidur kalau itu masih nempel, Mas" cicit Alesha malu malu sambil bergerak tak nyaman dan seketika Adam tergelak, ia pun menarik apa yang masih menempel kata Alesha itu dan kedua nya mengerang lirih saat keindahan itu terlepas.
"Besok lagi ya? Kalau sudah engga capek" pinta Adam yang membuat Alesha melongo "Masih kurang, aku juga masih bertenaga"
"Inysa Allah" jawab Alesha dan perlahan ia pun memejamkan mata nya.
Alesha benar benar merasa sangat lelah dan ia tidak menyangka Adam punya stamina yang sangat kuat dan bahkan sudah tak terhitung berapa kali Adam membuat Alesha mencapai puncak, begitu juga dengan diri nya sendiri. Tapi Adam seperti masih kurang dan kurang, kalau saja Alesha tidak merasa sangat lelah, Alesha akan dengan senang hati menyenangkan suami nya itu di malam pertama mereka. Namun masalah nya, Alesha bukan hanya lelah, tulang tulang nya bahkan seperti akan patah. Kedua paha nya sudah sangat pegal dan inti diri nya sudah kebas rasa nya, seluruh tenaga nya sudah terkuras habis dan mungkin jika di lanjutkan satu ronde lagi, Alesha pasti akan pingsan karena kenikmatan yang tiada tara itu.
Sementara Adam, ia tidak pernah menyangka wanita sederhana ini akan membuat nya gila. Bukan hanya di perasaan nya tapi juga di pusat diri nya yang merasa tak bisa berhenti dan ingin lagi lagi. Adam merasa bersalah sebenar nya pada istri nya ini namun Adam benar benar tak bisa menahan diri ketika berada di dalam sang istri yang memanjakan milik nya dengan begitu indah nya.
Adam memperhatikan wajah sang istri yang kini sudah terlelap. Wajah Alesha memang tak secantik artis sinentron, tubuh nya tidak bagus seperti model, kulit nya juga tidak putih seperti artis di iklan sabun, hidung nya tidak mancung seperti wanita wanita bule. Tapi entah mengapa di mata Adam, Alesha terlihat sangat indah. Mata nya yang berbinar seperti sihir yang menyihir hati Adam. Bibir nya ketika tersenyum begitu manis, bahasa tubuh nya yang sopan dan anggun benar benar memukau seorang Adam Alfahri.
"Selamat malam, Sayang. Tidur yang nyenyak ya, besok aku mau minta lagi soal nya" lirih Adam sambil tersenyum geli dengan pemikiran nya sendiri.