
Persidangan akan segera di mulai namun Alesha dan keluarga nya tidak menampakan bayangan nya sekalipun di sana, dan hal itu membuat Bima semakin merasa gugup. Bima merogoh ponsel nya dari saku celana nya karena sejak tadi pagi ia belum membuka ponsel nya, Bima melihat ada 3 panggilan tidak terjawab dari Rianti sekitar jam setengah 4 subuh dan itu membuat Bima cemas, ia mencoba menghubungi Rianti namun tak bisa karena kontak nya sudah di blok.
"Bim..." kuasa hukum Bima memanggil Bima yang masih ada di luar ruang sidang "Sudah waktu nya sidang di mulai" kata nya.
"Tapi Alesha belum datang..." jelas Bima dan bersamaan dengan itu pengacara Alesha datang namun yang membuat Bima kecewa, pengacara itu bukan bersama Alesha melainkan bersama Dion.
Dion menatap tajam Bima dan ia berjalan masuk melewati Bima, sementara pengacara Alesha masih sempat menyapa Bima dan kuasa hukum nya dengan ramah. Ketiga nya pun masuk ke ruang sidang, Bima duduk di kursi yang sudah di siapkan dan ia terus melirik kursi di samping nya, dimana seharus nya itu menjadi kursi Alesha.
Hakim datang dan semua yang hadir berdiri untuk menghormati sang hakim. Sidang pun akhir nya di buka meskipun tanpa kehadiran Alesha.
...
Sementara di rumah sakit, Alesha masih belum sadarkan setelah berjuang melahirkan hampir tiga jam. Alesha begitu kelelahan dan kehilangan banyak darah namun putra nya terlahir dengan selamat.
Rianti dan kedua orang tua nya menemani Alesha dan menjaga bayi Alesha yang masih merah, yang juga di tempatkan di kamar Alesha.
"Semoga persidangan nya berjalan dengan lancar" gumam Rianti sambil memperhatikan bayi Alesha yang sedang di beri susu formula oleh Suster.
"Aku takut persidangan nya di tunda karena Kak Alesha tidak hadir" lanjut nya.
"Ada Dion di sana, Ri. Dion tidak akan membiarkan persidangan ini gagal" kata Ibu Rianti.
...
Sementara itu, pengacara Alesha tidak memberi tahu bahwa Alesha tidak hadir karena melahirkan dan itu ia lakukan atas permintaan Dion. Dion takut Bima membuat persidangan ini di tunda atau bahkan gagal, katakan lah Dion mungkin Dion egois tanpa Dion yakin Kakak nya pun menginginkan apa yang ia ingin kan.
Alesha menggugat cerai Bima dengan alasan Bima tidak menghargai Alesha dan menikahi sepupu Alesha tanpa sepengetahuan Alesha dan itu bisa di anggap sebagai perselingkuhan.
Bima membawa istri siri nya ke rumah dimana Alesha tinggal dan Bima selalu berat sebelah, tidak pernah adil pada Alesha baik secara perhatian, pembagian waktu dan juga pada materi, bahkan Alesha sampai harus bekerja meskipun akhir nya Bima memenuhi kebutuhan Alesha dengan baik
Bima sering mengatakan pada Alesha bahwa Bima sangat mencintai istri kedua nya dan itu membuat Alesha selalu sakit hati dan ia merasa tak bisa menjalankan pernikahan tanpa cinta.
Dan pada akhir nya, hakim memutuskan bahwa Bima dan Alesha resmi bercerai secara sah dan hakim menutup sidang dengan mengetuk palu.
Bima hanya bisa tertunduk lesu di kursi nya, sekarang ia sudah resmi kehilangan Alesha.
Sementara Dion tersenyum sangat puas, Dion beranjak dari kursi nya dan menghampiri Bima yang tertunduk.
"Kamu tahu kenapa Kak Alesha tidak hadir?" tanya Dion dan Bima langsung mendongak "Dia melahirkan tadi pagi, jam 6" Bima tentu langsung tercengang mendengar apa yang di katakan Dion dan ia langsung berdiri dari kursi nya
"Kak Alesha di bawa kerumah sakit sekitar jam 3 pagi, kami menghubungi mu tapi kamu mengabaikan nya. Hampir tiga jam Kak Alesha berjuang melahirkan"
"Kenapa tidak ada yang memberi tahu ku?" pekik Bima.
"Kami sudah mencoba nya tapi seperti nya kamu sedang tertidur nyenyak dengan istri tercinta mu tanpa memikirkan istri mu yang lain... Dan sekarang, kalian sudah tidak punya hubungan apa apa lagi" tegas Dion dan kemudian ia melangkah pergi meninggalkan Bima yang masih terdiam mematung di tempat nya.
Seharus nya ia menjadi suami yang siap siaga karena usia kehamilan istri nya sudah 9 bulan, namun Bima melupakan Alesha karena ada Vera di sisi nya.