Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 87


"Saya terima nikah dan kawin nya Alesha Lestari dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar tujuh ratus tujuh puluh tujuh ribu di bayar tunai"


"Bagaiamana saksi? Sah?"


"SAH"


"Alhamdulillahi robbil alaamiin"


Penghulu yang menikahkan Adam dan Alesha pun membacakan doa setelah akad dan kedua pengantin pun juga mengangkat tangan nya dan berdoa. Setelah selesai berdoa, saat nya bertukar cincin. Adam menyematkan cincin pernikahan di jari manis Alesha sembari tersenyum, senyum yang terus mengembang sejak tadi. Sejak ia memasuki sebuah masjid yang menjadi tempat akad mereka dengan di hadiri keluarga Adam dan Alesha dan juga Pak Tubagus sebagai saksi. Pak Tubagus datang bersama istri nya yang masih terlihat muda dan cantik padahal mereka sudah punya cucu yang seusia dengan Dameer.


Awal nya, Alesha tidak tahu bahwa Pak Tubagus lah yang akan menjadi saksi pernikahan nya namun Adam punya maksud tertentu kenapa ia mengundang bos Vera itu dan menghadirkan nya sebagai saksi.


Kini bergantian Alesha yang menyematkan cincin di jari manis pria yang sudah sah menjadi suami nya itu. Setelah itu, Adam mencium kening Alesha untuk pertama kalinya dan itu berhasil membuat hati kedua pengantin itu menghangat sekaligus berdebar. Meskipun ini bukan pernikahan pertama mereka, bukan pula cinta pertama mereka. Namun kebahagiaan yang mereka rasakan sungguh tak bisa di rangkai dengan kata kata dan kedua nya pun sama sama berdoa, berharap ini menjadi pernikahan terkahir mereka dan cinta terkahir mereka pula.


"Ciye, yang punya bapak baru..." kata Miley menggoda Dameer yang tentu saja sang keponakan tiri itu tak mengerti. Ia sibuk dengan susu nya yang ia sedot sejak tadi, karena Dameer sempat menangis saat Alesha duduk di pelaminan dan malah meninggalkan nya bersama Kakek Nenek nya dan juga Om Tante nya.


"Ciye, yang punya kakak Ipar baru..." Rianti juga menggoda Miley karena setahu Rianti, Miley sangat berharap Kakak nya itu menikah dan membawa wanita yang bisa menjadi seorang Ibu di rumah nya.


Sementara Adam dan Alesha saling memandang dengan wajah yang tersipu setelah adegan cium kening itu, Alesha menundukkan kepala nya dengan senyum yang coba ia tahan.


"Kamu malu?" tanya Adam yang membuat Alesha langsung mendongak dengan pupil mata yang membesar.


"Habis nya Alesha menunduk terus, Om" jawab Adam yang membuat Alesha semakin tersipu seperti gadis perawan saja.


"Nak, titip Alesha dan Dameer ya" kata Ibu mertua Adam dan tentu Adam langsung mengangguk cepat "Sejak dulu, banyak sekali yang Alesha alami. Sebagai seorang anak, dia sudah berjuang demi keluarga dan orang tua. Dan sebagai istri, dulu dia justru di madu dengan sepupu nya sendiri bahkan Alesha sampai harus bercerai di hari ia ia melahirkan. Jadi sekarang, Ibu mohon sama kamu, tolong jaga kebahagiaan Alesha ya"


"Bu..." tegur Alesha karena sang Ibu masih sering mengungkit masa lalu Alesha seolah ia tidak ikhlas dengan apa yang sudah terjadi pada putri sulung nya itu.


Sementara Pak Tubagus yang mendengar ucapan Ibu nya Alesha langsung mengernyit bingung, ia langsung menatap Dion yang saat ini hanya duduk memandangi Kakak nya dan Kakak ipar nya sembari memegang sebuah kamera.


"Dion, memang nya kalian punya sepupu berapa?" tanya Pak Tubagus setengah berbisik pada Dion.


"Satu" jawab Dion singkat.


"Vera?" tanya Pak Tubagus lagi dan Dion hanya mengangguk kemudian ia berdiri karena ia ingin mengabadikan moment penting ini.


Sementara Pak Tubagus yang mendengar apa yang di katakan Dion masih merasa tak percaya dan mencoba mencerna apa yang di maksud Ibu nya Alesha juga.


"Di madu dengan sepupu nya sendiri? Apa karena itu Vera tidak di undang di acara akad ini dan Alesha tidak datang di resepsi pernikahan Vera?"