
"Pindah ya?" tanya Miley pada Kakak nya yang baru saja pergi keluar, kata nya ingin ke rumah Alesha. Tapi Alesha nya tidak ada, rumah nya tertutup rapat. Padahal Miley sudah memberi tahu Adam kalau beberapa hari ini Alesha memang tinggal di rumah orang tua nya, Miley tahu dari Rianti yang sempat mengatakan kalau Kakak nya sudah mengurus perceraian nya dan akan tinggal di rumah nya untuk sementara waktu.
"He'em" jawab Adam.
Keinginan nya untuk bertemu Alesha bukan karena apa apa, tapi karena Adam akan pergi keluar kota mungkin untuk waktu yang cukup lama. Karena Paman nya yang tinggal di sana sedang sakit, paman nya memiliki perusahaan Swasta dan tidak ada yang mengurus nya karena anak perempuan Paman nya masih SMA.
"Kita temui saja dia nanti, Kak. Kita pamitan baik baik" kata Miley, karena bahkan ia pun harus pindah kuliah.
"Iya" jawab Adam lemas.
Adam juga sudah mendengar dari Miley dari kalau Alesha mulai mengurus perceraian nya, sebenarnya Adam ingin tetap ada di sana sebagai teman Alesha, mendukung Alesha dan menyemangati nya. Apa lagi mengingat mereka pernah punya rencana kecik, yaitu Alesha yang ingin jualan di depan bengkel Adam.
...
Rianti kembali bertemu dengan Antonio di sebuah cafe, kedua nya terlihat begitu mesra bahkan sesekali saling suap suapan. Mereka makan malam romantis, layak nya sepasang kekasih yang saling mencintai.
"Mas, Kak Alesha menanyakan mu lho, Mas" ujar Rianti kemudian.
"Kenapa memang nya?" tanya Anton.
"Ya mungkin dia tidak takut kamu ngapa ngapain aku kali, pengen cepat di halalin kata nya" gurau Rianti, padahal Alesha hanya menanyakan bagaimana hubungan Rianti dan Anton. Sementara Anton yang mendengar apa yang di katakan Rianti itu terkekeh pelan.
"Aku tidak mungkin ngapa ngapain kamu, Ri" tegas nya "Aku itu tulus mencintai kamu, jadi aku tidak mungkin merusak mu" Rianti yang mendengar hal itu tentu semakin terpesona pada Anton, meskipun cara mereka pacaran memang sedikit bebas, ciuman, pelukan, namun mereka tak pernah melewati batas itu.
"Bagaiamana kalau nanti aku ajak Kak Alesha sama Dion ketemu sama kamu?" tawar Rianti yang membuat Anton langsung tersedak makanan nya. Alesha tidak masalah, tapi Dion?
"Emmm iya, nanti... Kalau aku ada waktu" kata Anton gelagapan.
"Ya udah, habis ini kita pulang ya. Sudah malam, sekarang Kak Alesha tinggal di rumah, aku bisa di marahin kalau keluar malam malam" ujar Rianti dan kembali menikmati makanan nya. Anton hanya menganggukan kepala nya dengan senyum kaku di bibir nya.
Setelah selesai makan, Anton dan Rianti bersiap pulang menggunakan kendaraan mereka masing masing. Dan ini lah alasan Anton meminta Rianti agar menyembunyikan hubungan nya dari keluarga nya, karena salah satu keluarga Rianti, yaitu Dion, pasti tahu identitas Anton yang sebenarnya. Sementara Anton tak ingin kehilangan Rianti, karena dia merasa sangat mencintai Rianti.
Sebelum berpisah, Anton mencium kening Rianti dengan mesra. Dan tanpa mereka sadari, Alesha dan Dion memperhatikan mereka yang memang sejak tadi menyusul Rianti. Dion tahu dimana posisi Rianti dari GPS ponsel Rianti.
"Tega sekali pria itu..." lirih Alesha, meskipun ia bukan istri nya Anton, namun Alesha bisa merasakan perih nya menjadi istri Anton. Perih nya menjadi istri yang di khianati oleh suami yang sangat di cintai nya, apa lagi pernikahan Angin sudah berjalan 3 tahun.
"Kamu hati hati di jalan ya..." ujar Anton saat Rianti menaiki motor nya, Anton bahkan membantu Rianti memasang helm nya.
"Iya, kamu juga. Nanti telfon kalau sudah sampai" kata Rianti.
"Ayo, Kak. Masuk..." seru Dion pada Alesha sembari membuka kan pintu taksi yang sejak tadi memang menunggu mereka.
Dion dan Alesha pun masuk ke dalam taksi dan taksi pun berjalan, sepanjang perjalanan, Alesha terdiam sembari terus memikirkan Rianti. Alesha tidak mau adik nya itu salah memilih pasangan apa lagi sampai menghancurkan pasangan lain.
"Kita tidak bisa menunggu lagi, Di. Rianti harus tahu..." tegas Alesha.
"Tapi sekarang Rianti kan harus fokus sama sidang skripsi nya, Kak" ujar Dion.
"Apa sidang skripsi nya itu lebih penting dari rumah tangga Anton dan hidup Rianti?" tanya Alesha menatap Dion "Bukan hanya hidup Rianti, Di. Tapi hidup keluarga kita, ada banyak orang yang akan tersakiti karena hubungan terlarang mereka. Istri nya Anton, keluarga nya Anton, keluarga istri nya, anak mereka yang masih kecil, dan tentu juga orang tua kita" lirih nya.
"Malam ini kita bicara sama Rianti, Kak" kata Dion kemudian.
..........
Sementara itu, Rianti sudah sampai di rumah nya, dan sesaat kemudian, Alesha dan Dion juga sampai. Membuat Rianti heran karena tadi sebelum pergi, kedua kakak nya itu masih di rumah.
"Kalian dari mana?" tanya Rianti.
"Dari luar, Dek" jawab Alesha. Ia berjalan menuju sofa sambil memegang perut nya yang bunting "Kamu mandi gih, ada yang mau Kakak bicarakan sama kamu" kata Alesha sembari meluruskan kaki nya yang terasa sakit.
"Iya" jawab Rianti dan segera bergegas ke kamar nya.
"Panggil Ayah sama Ibu, Di. Sekalian bawa semua bukti bukti yang kamu punya" kata Alesha pada Dion dan Dion langsung melakukan apa yang di minta kakak nya itu.
....
Mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga, begitu juga dengan Rianti yang sudah mandi dan terlihat jauh lebih segera dari sebelumnya.
"Jadi, Ri... Yang mau kakak bicarakan itu tentang kamu sama Anton" ujar Alesha hati hati, Rianti yang mendengar hal itu pun tentu sangat terkejut sekaligus bingung. Ia menatap kedua orang tua nya dan kedua kakak nya bergantian, sementara kedua orang tua nya yang juga tidak tahu apapun juga terlihat bingung.
"Ri, kami tahu hubungan mu dan Anton sudah lama, dan kami juga tahu mungkin kamu memang sangat mencintai Anton" kata Alesha yang membuat Rianti merasa resah, karena seperti nya ini tidak akan menjadi topik pembicaraan yang baik.
"Tapi Kakak juga mau kamu tahu, kalau Anton sudah punya istri dan anak" ujar Alesha tegas, berharap Rianti mengerti sementara Rianti yang mendengar itu seperti di sambar petir. Ia hanya bisa menganga tak mengerti dengan perasaan dan fikiran yang berkecamuk.
"Kak Alesha..." lirih Rianti "Kak Alesha bicara apa sih?" tanya nya.
"Ini fakta nya, Ri" tegas Dion "Dan aku punya bukti nya"