Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 34


Bima pulang kerumah orang tua nya dan ia di sambut dengan amukan Vera karena Bima tak menjawab telpon nya, bahkan Vera menuduh Bima mengkhianati nya.


"Kamu pasti bermesraan kan sama dia? Sementara aku? Di sini aku menunggu kamu, Mas" seru nya lantang yg membuat kepala Bima terasa pening "Kamu bilang kamu mencintai aku, tapi kamu malah enak enakan tinggal sama dia, kamu tega khianati aku, Mas" lanjut nya yg justru membuat Bima langsung teringat dengan Alesha.


"Apa rasa nya sakit?" tanya Bima tiba tiba dengan nada dingin yg membuat Vera semakin meradang.


"Sakit kamu tanya?" pekik nya "Istri mana yg tidak sakit kalau suami nya ada di rumah wanita lain, Mas?"


Bima tersenyum kecut dan menyugar rambutnya dengan frustasi, ia teringat bagaimana reaksi Alesha saat ia membawa Vera ke rumah nya. Dan saat itu, Bima sungguh tak memikirkan perasaan Alesha sedikit pun, ia bahkan menghabiskan malam pertama nya bersama Vera sementara Alesha sudah pasti menangis di kamar nya dan saat itu Alesha sedang hamil.


"Vera, aku menyakiti mu, aku minta maaf" lirih Bima "Tapi kita juga menyakiti Alesha, Vera. Rasa sakit kamu juga dari diri kamu sendiri. Sementara Alesha? Istri ku itu tidak salah apa apa, semua terjadi karena keegoisan kita" tegas nya yg membuat Vera terperangah, sungguh tak menyangka dengan apa yg di katakan oleh Bima.


"Kamu masih cinta kan sama aku, Mas?" tanya Vera lirih dengan mata yg sudah berkaca kaca.


Kemudian Bima teringat bagaimana tegar nya Alesha menghadapi masalah yang di timbulkan oleh Vera dan diri nya, Alesha bahkan memilih mundur tegas meskipun Alesha mencintai Bima. Alesha tak mau memperjuangkan Bima karena Alesha fikir Bima memang tak harus di perjuangkan. Entah mengapa memikirkan semua itu membuat Bima dilema, seperti ada sesuatu yg kecewa dan hampa dalam hati nya.


Bukankah itu bagus? Bima tak mencintai Alesha dan Alesha tak berniat merebut cinta Bima?


Tapi sayangnya Bima tak merasa itu bagus, Alesha wanita yang tegar, mandiri, kuat, punya prinsip. Dan itu membuat Bima merasa dia lah yg membutuhkan Alesha bukan Alesha yg membutuhkan nya. Apa lagi Alesha yg selalu menunujukan cinta nya selama ini tapi tak pernah mengemis cinta Bima. Bahkan Alesha tak mengemis nafkah dimana itu menjadi kewajiban Bima, siapa yg mau kehilangan wanita sekuat dan semandiri itu?


"Tentu saja, Vera. Tapi aku juga mencintai Alesha..." jawab Bima yg membuat Vera seperti di sambar petir.


"Mas, kamu..." Vera berkata dengan suara yg tercekat di tenggorokan nya.


"Aku tidak salah, Vera. Aku mencintai istri ku sendiri..." seru Bima kemudian mengambil beberapa lembar pakaian nya, memasukan nya ke dalam tas.


"Tapi bagaimana dengan ku, Mas?" rengek Vera "Kamu mau meninggalkan aku demi dia?" tanya nya dengan emosi yg menggebu gebu.


"Aku tidak meninggalkan mu..." seru Bima yg mulai emosi "Aku hanya mau merawat Alesha, sekarang dia sakit" ujar nya dan ia bergegas pergi dari sana tanpa menoleh pada Vera yg mulai berderai air mata. Rasa takut mulai menghampiri nya, takut Bima meninggalkan nya demi Alesha apa lagi Bima yg terang terangan mengatakan mencintai Alesha.


.........


Pagi pagi sekali Dion dan Ibu nya membawa Alesha pulang, tentu setelah Dokter memeriksa keadaan Alesha dan mengatakan kalau Alesha dan janin nya baik baik saja.


"Pulang kerumah saja ya, Kak. Kak Alesha jangan tinggal sendirian..." ujar Dion namun Alesha menggeleng.


"Kenapa, Kak? Di rumah kan ada Ibu, ada Ayah, kami bisa menjaga mu, Kak" ujar Dion lagi sedikit memaksa Alesha.


"Tidak, Dion. Kakak mau di rumah Kakak saja" jawab Alesha yg sudah kekeh dengan pendirian nya.


"Tapi, Kak..."


"Tidak apa apa, Dion. Nanti kalau ada apa apa Kakak akan telfon kamu, jangan khawatir" tukas nya.


Dion dan Ibu nya hanya bisa saling melempar tatapan, mereka tahu Alesha tidak bisa lagi di bujuk di saat seperti ini.


Mereka bertiga pulang naik taksi, dan saat taksi berhenti di depan rumah Alesha, tiba tiba ada Bima yg keluar dari rumah nya dan segera membuka kan pintu taksi untuk Alesha.


"Kenapa kamu ada di sini, Mas?" tanya Alesha yg turun dari taksi dengan hati hati.


"Hati hati, Sayang..." ujar nya tanpa memperdulikan pertanyaan Alesha yg sebelumnya.


Bima memapah Alesha masuk ke dalam rumah, Ibu Alesha dan Dion pun mengikuti nya ke dalam.


"Kamu langsung istirahat ya, aku sudah siapkan sarapan. Nanti aku antar ke kamar..." tukas nya yg membuat Alesha menghela nafas panjang, ia bukan nya tak suka dengan perhatian Bima namun ia tak mau menerima perhatian itu di saat saat terkahir pernikahan mereka.


Bima membawa Alesha ke kamar nya, ia membaringkan Alesha di ranjang nya dengan pelan pelan.


"Tunggu di sini ya, aku ambil kan makanan dulu" ucap nya dan Alesha hanya mengangguk.


Bima pun segera pergi ke dapur dan ia meminta mertua dan adik ipar nya itu untuk sarapan di sana.


"Bu, Dion. Kalian makan saja ya, aku sudah masak banyak..." seru nya. Ibu mertua nya mengangguk saja sementara Dion menatap dingin pria yg sudah menyakiti kakak nya itu.


Bima mengambilkan makanan untuk Alesha dan segera membawa nya ke kamar, tak lupa ia membuatkan susu hangat untuk istri nya itu.


Sesampainya di kamar, Bima melihat Alesha yg termenung dengan tatapan yg kosong.


"Sayang, makan dulu..." ujar Bima yang membuyarkan lamunan Alesha. Bima duduk di hadapan Alesha, ia memangku nampan dan hendak menyuapi Alesha namun Alesha menolak nya.


"Mas, aku mohon..." lirih Alesha "Jangan perlakukan aku seperti ini, jangan buat aku semakin berat untuk berpisah dengan mu, Mas" lirih nya penuh luka.


"Al, aku..." Bima menunduk, ia menghela nafas panjang namun akhirnya ia mendongak dan menyunggingkan senyum pada Alesha. Bima meletakkan nampan di atas nakas, kemudian ia mengambil sebuah amplop dari tas nya dan memberikan nya pada Alesha.


"Apa ini?" tanya Alesha.


"Uang bulanan mu, aku mau kamu berhenti bekerja, ya..." Alesha membuka amplop itu dan uang yg di berikan Bima cukup banyak, membuat Alesha cukup terkejut.


"Ini, maaf aku bukan nya lancang, Mas. Tapi kamu dapat dari mana uang sebanyak ini? Kamu tidak ngutang kan?" tanya nya dengan hati hati yg membuat Bima mengulum senyum.


"Itu uang tabungan aku, itu memang hak kamu. Maaf karena aku tidak memperdulikan hal itu sebelum nya..." lirih Bima yang membuat Alesha tercengang.


"Tabungan?" tanya nya dan Bima mengangguk.


"Mulai sekarang, aku akan penuhi semua kebutuhan kamu, kebutuhan calon anak kita, aku janji. Rumah ini juga sudah aku bayar untuk tiga bulan ke depan. Jadi kamu berhenti bekerja ya..."


"Tapi, Mas..."


"Al, aku masih suami kamu, aku mohon, ini demi anak kita" tukas nya. Alesha teringat apa kata Dokter dan itu membuat Alesha menyetujui permintaan Bima. Karena ia tak mau kehilangan calon anak nya. Alesha mengangguk dan itu membuat Bima senang.


"Aku akan berlaku adil sama kamu, Al. Karena aku tidak mau kehilangan kamu, aku tidak mau bercerai dari kamu. Aku tidak tahu apakah aku mencintai mu atau tidak, tapi aku butuh kamu di samping aku..."