
Vera pulang ke rumah nya dengan perasaan yg berkecamuk, ia terus terngiang ngiang dengan apa yg di katakan Alesha tentang nya.
Dan saat Bima pulang kerja di sore hari nya, Vera langsung mengadukan apa yg di katakan oleh Alesha pada nya, membuat Bima sedikit terkejut, karena ia sungguh tak menyangka Alesha akan berkata demikian.
"Kurang ajar banget kan dia bicara seperti itu sama aku, Mas..." Vera berkata dengan kesal. Namun Bima tak menanggapi nya, Karena apa yg di katakan sama Alesha sangat benar.
"Mas, kenapa cuma diam saja sih?" tanya Vera mengguncang pundak suami nya itu.
"Pokok nya aku mau kita pindah ke rumah yg baru saja, Mas. Biar Alesha tidak merasa aku mengambil bekas nya"
"Sudah lah, mungkin Alesha cuma lelah, maka nya bicara begitu" ujar Bima yg membuat Vera melotot kesal
Bima melepaskan pakaian kerja nya, melempar ya ke keranjang baju kotor, kemudian ia mencari sendiri baju ganti nya. Bima menghela nafas berat, padahal biasa nya Alesha bahkan mencarikan nya pakaian.
Mas, besok aku sama Mama mau ke undangan... " ujar Vera every Kemudian "Teman Mama ada acara" imbuh nya.
"Ya pergi saja" kata Bima
"Mas, minta uang ya. Mau beli hadiah" ucap nya yg membuat Bima kembali menghela nafas berat.
Dulu Vera memang bekerja, tapi tidak setelah menikah dengan Bima. Dan hal itu membuat Bima benar benar harus mati matian mengatur keuangan nya supaya cukup untuk semua nya, namun ia selalu kalah sama Vera, Bima yg merasa sangat mencintai Vera tak pernah bisa menolak apa yg di minta oleh Vera.
"Ver, begini..." Bima menarik Vera, ia duduk di tepi ranjang dan membawa Vera duduk di pangkuan nya "Kamu... Kamu bekerja aja lagi ya..." pinta Bima yg membuat Vera langsung menautkan alis nya hingga menyatu.
"Kenapa, Mas? Kan sudah ada kamu yg bekerja" ujar Vera memberengut.
"Sayang..." Bima berkata dengan lembut, agar Vera tak tersinggung, tentu saja ia tak ingin menyakiti hati istri tercinta nya ini "Di sini kan yg kerja cuma aku, jadi kamu bantuin aku ya, supaya kita cepat punya tabungan dan punya rumah baru" ujar Bima membujuk nya dengan cara yg lembut.
Vera terdiam sesaat, memikirkan apa yg di katakan Bima. Dan saat mengingat apa yg di katakan oleh Alesha, akhirnya Vera mengangguk setuju. Membuat Bima tersenyum senang dan dia mencium pipi Vera.
"Kamu pengertian banget sih, jadi makin cinta" ujar Bima yg membuat Vera tersenyum senang.
"Tapi hari ini uang nya ada kan? Nanti malam aku sama Ibu mau cari hadiah yg cocok" ucap nya kemudian.
"Ver, gaji ku bulan ini sudah habis, Sayang. Memang nya Ibu kamu tidak punya uang sendiri? Pakai saja dulu ya, nanti aku ganti..." ujar Bima namun seperti nya itu membuat Vera tersinggung.
"Bukan begitu maksud aku, Ver. Hanya saja..."
"Ck, sudah lah. Tidak apa apa, Mas..." kata Vera yg sudah terlanjur tersinggung "Padahal kamu tidak keberatan membelikan jam tangan mahal buat Dion dan Rianti" gerutu nya kemudian.
"Itu bukan dari aku, tapi Alesha..." seru Bima
"Tapi pakai uang kamu kan?" tanya Vera kesal.
"Iya, sebagian. Tapi sebagian besar uang nya Alesha..." jawab Bima yg tampak nya juga mulai kesal, karena semenjak menikah dengan Vera, tak jarang ia harus memenuhi kebutuhan ibu mertua nya juga.
"Tapi uang Alesha juga dari kamu kan?" ujar Vera lagi dan Bima tak bisa lagi membantah istri tercinta nya itu.
"Ya sudah, nanti aku transfer" ujar Bima akhirnya yg membuat Vera memekik senang dan langsung mencium pipi Bima, tentu saja Bima juga senang.
.........
Setiap wanita bisa berbagi apapun dengan wanita lain nya, tapi tidak berbagi cinta. Tak ada hati perempuan yg mampu menerima cinta nya terbagi. Rasa sakit, yg sudah tak lagi terasa seperti rasa sakit, saking besar nya rasa sakit itu. Hati Perempuan yg terbagi cinta nya akan hancur berkeping keping.
Apakah ada hati perempuan yg bisa bertahan dalam kehidupan dengan berbagi cinta?
Jika ya, hati seperti apakah itu?
Jika pun dia bisa bertahan, apakah dia bisa sungguh ikhlas?
Alesha meletakkan ponsel nya setelah menuliskan isi hati nya itu. Hingga ia mendapatkan notifikasi di ponsel nya dan seseorang me ngomentari postingan nya itu.
'Tak ada hati perempuan yg mampu berbagi cinta, jika aku di suruh memilih, menjadi satu satu nya atau tidak sama sekali'
Begitu lah bunyi komentar itu. Membuat Alesha kembali memikirkan diri nya. Alesha memegang perut nya, mengusap nya dengan lembut.
"Aku juga tidak tahan, bukan hanya karena Mas Bima berbagi cinta tapi karena dia juga tidak adil. Aku tidak bisa ikhlas menerima poligami ini" gumam nya.