Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 71


Saat makan malam, Ibu nya Alesha bertanya tentang hubungan Adam dan Alesha yang tentu saja membuat Alesha bingung.


"Kami hanya teman, Bu" kata Alesha.


"Mana ada teman sering di samperin ke rumah, Al. Sudah gitu Adam juga sangat perhatian sama Dameer, kamu juga pasti merasakan kalau Adam itu semakin hari semakin dekat sama kamu, ya kan?" desak sang Ibu.


"Ya kami memang dekat, nama nya juga teman" kata Alesha lagi.


"Tapi kan dekat nya Mas Adam itu beda, Kak" sambung Rianti.


"Bagaiamana kalau dia menaruh hati sama Kakak?"


"Ya tidak mungkin lah, Ri. Siapa yang mau sama janda beranak satu, sudah gitu tidak berpendidikan. Tidak cantik..." lirih Alesha. Sementara Dion hanya diam mendengarkan, namun dalam diam nya Dion, ia mengumpulkan informasi tentang hubungan Kakak nya dan Adam. Dion tidak mau jika sampai ada lelaki lain yang menyakiti kakak nya lagi nanti.


"Siapa bilang? Laki laki itu mungkin memang memandang fisik untuk memuaskan mata nya, tapi untuk membuat rumah nya nyaman dan damai, laki laki butuh perempuan seperti Kak Alesha..."


"Sok bijak..." kata Alesha sambil terkekeh.


"Tapi kamu tidak ada trauma dengan pernikahan kan, Al?" tanya sang ayah dan seketika Alesha terdiam dengan raut wajah yang tampak kaku.


Trauma?


Tentu saja ia trauma, ia takut tak di cintai, takut tak di hargai dan takut di khianati. Satu tahun tidak lah cukup untuk menutup luka nya dan membuka hati lagi untuk pria lain.


"Kak..." Dion menyentuh pundak Alesha yang yang diam melamun "Tidak apa apa, kami mengerti perasaan Kak Alesha" ujar nya dan Alesha hanya menanggapi nya dengan senyum.


....


Keesokan hari nya, lagi lagi Adam kembali bertindak untuk mendekati sang janda pujaan. Ia mengajak Alesha dan Dameer pergi ke mall, awal nya Alesha menolak karena ia takut benar apa yang di katakan Ibu nya bahwa Adam menaruh hati nya. Namun karena orang rumah nya pada mendesak Alesha untuk pergi dengan alasan Dameer juga butuh hiburan, mau tak mau Alesha pun ikut.


Mereka pergi naik mobil Adam dan Dameer tampak sangat senang, apa lagi ketika ia melihat mobil mobil di depan nya. Adam membuka kaca mobil nya supaya Dameer bisa melihat keluar dengan jelas.


"Senang naik mobil pribadi ya? Biasa nya naik taksi kalau engga sepeda motor" kata Alesha yang membuat Adam terkekeh.


"Terima kasih ya, Al. Kamu sudah mau ikut..." kata Adam sambil tersenyum.


"Aku yang terima kasih, Mas. Biasanya kami jalan jalan kalau Dion atau Rianti tidak sibuk, biar ada yang mengantar kami, apa lagi jaga Dameer itu tidak cukup satu orang" kata Alesha panjang lebar.


Kedua nya pun kembali terdiam, sibuk dengan fikiran dan perasaan masing masing.


Alesha terus terus teringat apa kata Ibu nya dan Rianti, sedangkan Adam sangat ingin mengutarakan perasaan nya bahwa ia menyukai Alesha. Namun Adam takut ini terlalu cepat, apa lagi Adam baru bertemu dengan Alesha setelah satu tahun tak pernah bertemu dan tak pernah berkomonikasi.


"Oh ya, Mas. Memang pendapatan bengkel sebulan berapa?" tanya Alesha untuk memecah keheningan.


"Kenapa? Kamu mau jadi tukang bengkel?" tanya Adam sambil tertawa kecil.


"Ya bukan begitu sih, Mas. Soalnya kamu kan kerja di bengkel, tapi bisa punya mobil, Miley juga punya" kata Alesha yang membuat Adam sedikit mengernyit bingung, ia melirik Alesha sekilas sebelum kembali fokus pada setir.


"Maaf ya, Mas. Bukan nya aku mau menghina pekerjaan mu sebagai tukang bengkel...."


"Haha..." tiba tiba Adam tertawa yang membuat Alesha bingung, sementara Adam tertawa karena Alesha mengira Adam hanya tukang bengkel biasa.


"Kamu fikir aku tukang bengkel biasa?" tanya Adam.


"Tukang bengkel ketok magic?" tebak Alesha yang kembali membuat Adam tertawa terpingkal pingkal.


"Ya Allah, Al. Ada ada saja kamu ini..." kata Adam berusaha menghentikan tawa nya " memang suka otomotif sejak kecil dan kerjaan aku di bengkel itu bukan cuma memperbaiki mobil, tapi aku me modifikasi mobil, biasa nya mobil lama atau mobil rusak, aku modifikasi jadi baru. Kebanyakan klien ku sih orang yang suka mobil sport, atau orang orang balap... " Alesha tentu tercengang mendengar penuturan Adam, meskipun ia tidak begitu mengerti tentang bengkel, mobil, modifikasi dan sebagai nya. Namun Alesha tahu kalau pekerjaan Adam itu berpenghasilan tak sedikit.


"Kamu mau aku ajarin modifikasi mobil?" gurau Adam kemudian yang langsung membuat Alesha tertawa.


"Mana ngerti aku, Mas" jawab Alesha dan kini berhenti karena lampu merah. Kedua nya sama sama tertawa dan Adam baru menyadari, Alesha belum mengetahui banyak hal tentang nya.


"Bagaiamana aku mau meminang nya kalau dia tidak tahu apa apa tentang ku" batin Adam berkata lirih.


Tanpa mereka sadari, kedua nya saat ini sedang menjadi pusat perhatian pemilik mobil yang ada di sebelah mereka.


Pria itu memperhatikan Alesha dan Adam dengan seksama hingga sebuah tepukan di pundak nya menyadarkan nya.


"Mas Bima kenapa liatin mereka terus dari tadi?" tanya Vera yang duduk di samping Bima.


"Lihatin apa?" ketus Bima dan ia mengalihkan pandangan nya ke depan.


"Alesha sama cowok itu..." kata Vera lagi "Hebat ya Alesha, baru satu tahun menjanda sudah dapat cowok baru..." kata Vera sinis namun Bima enggan menanggapi nya.


Saat lampu lalu lintas sudah berubah hijau, Adam pun kembali melajukan mobil nya sembari ia menceritakan tentang diri nya.


"Aku itu cuma hidup berdua sama Miley, Al. Aku punya Paman dan sepupu juga, tapi mereka di luar kota. Paman ku punya perusahaan dan tahun kemarin itu aku mengurus perusahaan karena dia sedang sakit. Kalau sekarang, Alhamdulillah dia sudah sembuh dan sehat"


"Jadi selama satu tahun ini kamu jadi bos, Mas?" tanya Alesha sambil terkekeh.


"Iya, tapi aku lebih suka pekerjaan ku yang sekarang. Kembali jadi tukang bengkel" kata Adam sambil tertawa kecil dan ia menekan dua kalimat terkahir, yang tentu membuat Alesha tertawa.


"Kalau hasil nya ratusan juta mah, aku juga mau jadi tukang bengkel, Mas" kata Alesha.


"Selain jadi tukang bengkel, aku bekerja sama dengan perusahaan Paman ku. Kami jadi investor di beberapa perusahaan, lumayan lah" kata Adam lagi.


"Hebat kamu, Mas. Sukses di usia muda" kata Alesha.


"Usia muda apa nya? Aku sudah 35 tahun, Al" kata Adam lagi.


"Itu masih muda lah, Mas. Masih ganteng juga..." kata Alesha lagi yang tentu saja membuat Adam melayang.


"Oh ya, satu hal lagi yang belum kamu tahu tentang aku. Aku itu duda lho..."


"Itu sih aku tahu, Rianti pernah cerita dan kamu dulu juga pernah cerita." jawab Alesha.


"Wah, adik adik kita sudah akrab ya, Al. Cocok kalau jadi saudara..." kata Adam lagi sementara Alesha hanya menanggapi nya dengan senyum samar.


"Sepertinya Ibu benar, Mas Adam menaruh hati sama aku. Tapi masak iya duda setampan dia mau sama janda jelek seperti aku?"