Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 37


"Kak, Miley mau pacaran ya..." seru Miley yang membuat Kakak nya itu tersedak makanan nya sendiri. Ia langsung menatap tajam Miley dan bukan nya takut, itu malah membuat Miley cengengesan.


"Coba bilang, mau apa?" tanya Adam dingin setelah meneguk air dari gelas nya. Saat ini, ia dan adik nya itu sedang menikmati makan malam yang sudah mereka pesan online. Karena kedua nya sama sama tidak suka di dapur dan kedua nya tidak memperkerjakan asisten rumah tangga.


"Mau pacaran..." Jawab Miley lagi dengan santai nya.


"Siapa cowok nya? Orang mana? Usia nya berapa?" tanya Adam masih dengan tatapan yang sangat dingin.


"Emm rahasia..." jawab Miley sembari menikmati makanan nya sementara ekor mata nya melirik Adam.


Adam tertunduk dan merenung, selama ini ia hanya hidup berdua dengan adik nya karena kedua orang tua mereka yang sudah meninggal sejak Miley masih sangat kecil. Miley bahkan hampir tidak ingat lagi dengan wajah kedua orang tua nya seandainya saja tak ada foto mereka. Dan Adam yang sangat sayang pada Miley begitu memanjakan Miley, mengikuti apapun yang Miley mau dan minta. Bahkan uang ratusan juta perbulan pun Adam kasih, berharap itu membuat Miley bahagia.


Namun Miley sedikit berbeda, yang ia inginkan sebenarnya bukan uang Adam yang tak pernah memiliki batas nominal untuk nya, melainkan kasih sayang Adam layak nya seorang Ayah walaupun Miley tahu Adam takkan mengerti dan takkan bisa memberikan apa yang Miley harapkan. Karena itu lah Miley sering mengerjai Adam, mengatakan uang nya habis dan sebagainya untuk menarik perhatian Adam. Siapa tahu Adam akan menceremahi nya seperti seorang Ayah, tapi nyata nya? Adam akan langsung men transfer uang sebanyak apapun yang Miley mau. Tapi walaupun begitu, Miley tetap sangat sayang pada Adam. Dan saat Adam menikahi Pamela karena di jodohkan oleh paman nya, Miley sangat senang karena ia akan punya sosok kakak ipar yang ia harapkan menjadi sosok Ibu juga untuk nya namun Kakak nya yang bodoh ini malah menyia nyiakan Pamela.


"Suruh pria itu menemui Kakak besok..." ujar Adam kemudian yang membuat Miley justu mendengus kesal dan ia melanjutkan makan nya dengan kesal juga.


Padahal yang Miley harapkan adalah Adam yang akan menegur nya, meminta nya tidak pacaran, fokus pada kuliah nya seperti Papa teman teman Miley. Teman nya sering bercerita kalau ayah mereka melarang mereka melakukan ini, mengharuskan mereka melakukan itu dan Miley sungguh penasaran rasa nya memiliki Ayah.


.........


Bima membawa Alesha ke salah satu restaurant yang tidak terlalu jauh dari rumah kontrakan mereka, Bima berlaku sangat romantis pada nya dan Alesha menanggapi nya dengan senyum lembut.


Bima memesankan Alesha makanan yang enak dan yang sehat pasti nya.


"Kamu bahagia kan, Al?" tanya Bima kemudian dan Alesha hanya mengangguk pelan dengan senyum tipis di bibir nya.


Bahagia?


Tentu saja ia sangat bahagia, suami nya mengajak makan malam romantis dan bersikap sangat lembut pada nya. Tapi jika boleh jujur, Alesha tak puas dengan semua itu karena masih ada yang mengganjal di hati nya, bahwa suami tercinta nya ini juga suami wanita lain. Malam ini ia bermesraan dengan nya, lalu di malam berikut nya?


"Sayang, kenapa melamun?" tanya Bima yang melihat Alesha hanya terdiam dan Alesha pun hanya menggeleng sebagai jawaban nya.


"Kita sering sering keluar seperti ini ya, rasa nya menyenangkan" kata Bima sejujur nya karena ia memang sangat jarang menikmati waktu di luar bersama Alesha.


"Kamu sebenarnya kenapa sih, Mas?" tanya Alesha kemudian yang sudah sangat penasaran dengan perubahan signifikan Bima itu.


'Aku cuma mau memperbaiki semua nya, Al..." jawab Bima dengan tatapan yang begitu sendu.


"Tapi semua nya sudah terlambat, Mas" ucap Alesha tertunduk sedih.


"Kamu selalu punya kesempatan itu kok, Mas" jawab Alesha sembari tersenyum manis.


Seorang pelayan datang dan menyajikan pesanan kedua nya, Alesha bersikap ramah dan mengucapkan terima kasih. Setelah makanan mereka tersaji di meja mereka, Alesha kembali menatap Bima dengan lembut.


"Terima kasih atas traktiran nya, aku suka..." ujar Alesha yang mulai mencicipi hidangan nya, mereka makan malam dengan tenang, sesekali Bima merayu dan menggoda istri nya itu, namun seperti nya hati Alesha sudah tertutup pada Bima sejak Bima membawa pulang istri kedua nya kerumah dimana Alesha tinggal. Hati yang dulu begitu lembut nan indah kini telah terkoyak dan Alesha tahu, tidak mungkin hati nya kembali seperti dulu walaupun ia memang masih mencintai suami nya.


"Kamu mau tambah, Al?" tanya Bima dan Alesha menggeleng, ia merasa perut nya sudah penuh karena Bima memang memesan banyak makanan nya.


"Aku sudah kenyang, Mas. Habis ini kita pulang ya, aku mengantuk..." kata Alesha dan Bima mengangguk sambil tersenyum.


....


"Tahun ini kamu sudah lulus, cepat cepat cari kerja ya, Ri..." ujar Ibu nya Alesha pada Rianti, putri bungsu nya itu saat ini sedang sibuk di laptop nya yang menampilkan foto seorang pemuda tampan.


"Inysa Allah..." kata Rianti tanpa menoleh pada Ibu nya.


"Kenapa Insya Allah?" tanya Dion yang bergabung dengan mereka di ruang keluarga "Kamu harus cepat cepat cari kerja, Ri. Biar kita bisa bantu Kak Alesha nanti kalau dia sudah bercerai dari Bima" tukas Dion yang membuat Rianti langsung menatap heran pada nya.


"Terus apa hubungan nya perceraian Kak Alesha sama aku kerja, Di?" tanya nya yang membuat Dion tampak kesal.


"Ya biar kita bisa bantu dia lah, Ri. Apa lagi kalau sampai perceraian nya itu berlarut dan akan memperebutkan hak asuk anak, kita butuh biaya. Sekalipun mereka bercerai baik baik dan tidak memperebutkan hak asuk anak, tetap saja Kak Alesha itu butuh bantuan kita, dia butuh uang... " jelas Dion.


"Ya kalau gitu jangan suruh cerai, Mas Bima bisa penuhi kebutuhan dia..." tukas Rianti yang membuat Dion semakin menggeram marah.


"Kalau suami kamu yang di ambil sepupu kamu, kamu masih mau bertahan dalam pernikahan itu, huh?" bentak Dion kemudian.


"Sudah sudah, jangan ribut..." Ibu nya menenangahi.


"Aku bukan nya mau ribut, Bu. Cuma apa Rianti lupa, siapa yang membiayai kuliah aku sama dia selama ini? Itu Kak Alesha, dia sendiri sampai tidak sekolah dan menjual tenaga dan masa muda nya untuk membiayai sekolah aku dan Rianti" tegas Dion.


"Iya, Ibu faham..." tukas sang Ibu "Nanti kita akan bantu Alesha kalau memang dia mau cerai sama Bima, dia bisa tinggal di sini lagi dan kita bisa merawat anak nya bersama..." lanjut nya.


"Di..." seru Rianti "Kenapa kamu dukung Kak Alesha buat cerai?" tanya Rianti lirih, sebenar nya ia sungguh kasihan pada Kakak nya itu yang kisah cinta nya begitu memilukan dan itu pun gara gara keluarga mereka sendiri yang tidak punya hati, Rianti bahkan sudah tidak berhubungan lagi dengan Vera meskipun dulu mereka sangat akrab, bahkan Rianti lebih dekat dengan Vera dari pada Alesha.


"Kalau nanti Kak Alesha cerai, dia akan jadi janda yang punya anak. Bagaiamana masa depan dia dan anak nya nanti? Apa akan ada laki laki lain yang mau menerima dia apa ada nya?" tanya nya "Karena jujur saja, di. Kalau aku yang di posisi Kak Alesha, aku juga pasti ingin cerai. Tapi kan aku takut juga, bagaimana hidup ku kalau tanpa suami, bagaimana hidup anak ku tanpa ayah nya?"


"Kalau itu kamu tanyakan saja sama Kak Alesha secara langsung..." jawab Dion "Aku percaya Kak Alesha akan membuat keputusan yang terbaik untuk dia dan anak nya"