Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 54


"Belum ada surat panggilan dari pengadilan, Mas?" tanya Vera saat Bima sedang memasang kaos Kaki nya. Bima sudah tampak rapi untuk pergi ke acara malam ini, salah satu teman kerja nya mengadakan pesat ulang tahun anak nya dan Bima serta istri nya di undang. Dan tentu saja Bima akan pergi bersama Vera, karena ia sudah pisang rumah dengan Alesha yang sudah mengirim surat gugatan cerai ke pengadilan.


"Belum" jawab Bima tanpa mendongak. Sedangkan Vera saat ini sedang sibuk berdandan, di atas ranjang nya sudah tersedia beberapa gaun yang akan ia pilih untuk di kenakan nya.


"Kok lama sekali sih, Mas" ujar nya lagi yang membuat Bima merasa muak juga, karena hampir setiap hari Vera selalu mengungkit perceraian nya dengan Alesha.


"Ya mana aku tahu, Ver" kata Bima sembari mengambil Parfum dan menyemprotkan nya ke tubuh nya.


"Kok tidak tahu sih, Mas? Kamu juga belum punya pengacara lho. Oh ya, lebih baik langsung cerai saja ya, Mas. Maksud ku tidak usah di panjang panjangin masalah nya, biar urusan nya cepat selesai, tidak berlarut larut. Tidak buang buang waktu dan tenaga" Bima hanya diam saja mendengar ocehan panjang lebar Vera, ia bergegas keluar kamar setelah mengambil kunci mobil nya.


Sementara Vera masih melanjutkan acara dandan nya yang seperti nya masih lama.


..........


Rianti sudah lelah rasa nya karena terus menangis seharian, ia tidak makan bahkan tidak minum. Tidak mandi, tidak sholat dan hanya meringkuk di atas ranjang nya.


Rianti merasa di khianati oleh Antony, dan rasa nya benar benar sakit.


Sementara di luar, orang tua Alesha begitu mengkhawatirkan putri bungsu mereka. Bahkan mereka sempat menyalahkan Alesha dan Dion karena memberi tahu hal ini pada Rianti di saat saat seperti ini, namun tentu Alesha menegaskan bawah ia melakukan hal yang benar meskipun orang tua nya masih tak mau menyetujui pembenaran Alesha.


"Dia menangis seharian, Al..." tukas sang Ayah "Setidak nya kamu hibur dia, kasihan adik mu"


"Yah, lebih baik Rianti menangis seharian dari pada menanggung beban seumur hidup karena sudah merusak rumah tangga orang"


"Tapi kan adik mu tidak tahu kalau laki laki itu sudah menikah dan punya anak" ujar Sang Ayah.


"Dan sekarang Rianti sudah tahu, Yah..." sanggah Alesha, ia menatap Ibu nya yang sudah terdiam.


"Kita akan menjaga Rianti, Al. Terima kasih" ucap Ibu nya "Terima kasih karena kamu sudah menjadi kakak yang baik buat adik mu, kamu selalu bisa bersikap tegas saat mereka salah, sejak kecil kamu selalu begitu. Ibu dukung kamu, Nak. Kita akan menguatkan Rianti untuk meninggalkan pria itu. Dan kamu benar, kita sama sama perempuan dan hanya kita yang mengerti itu... "


...


Sementara itu, Anton merasa frustasi karena tiba tiba Rianti tidak bisa di hubungi. Bahkan tadi pagi Rianti tidak datang menemui nya, sedangkan Anton bahkan sampai bertengkar dengan istri nya demi bisa menemui Rianti.


Saat ini, Anton hanya uring uringan di kamar nya dan mengirim beberapa pesan pada Rianti.


Tyas masuk ke dalam kamar sambil menggendong Icha, Tyas kemudian mendudukan Icha di samping Anton.


"Tolong jaga sebentar anak kamu, Mas. Aku mau memasukan sisa makanan ke kulkas" kata Tyas dingin.


"Hmm" jawab Anton sementara tangan nya masih sibuk di ponsel nya.


Tyas pun pergi ke dapur, sedangkan Anton masih sibuk dengan ponsel nya dan sesekali ia berdecak kesal.


Icha yang merasa bosan hanya duduk tanpa bermain pun berinisiatif turun, namun saat hendak menurunkan kaki nya yang tentu saja belum sampai ke lantai, ia malah terjatuh ke lantai dan langsung menangis menjerit. Membuat Anton begitu terkejut, ia langsung melempar ponsel nya asal dan melompat turun dan segera menggendong Icha yang menangis histeris.


Tyas pun segera berlari dengan wajah panik saat mendengar jeritan tangis Icha.


"Icha kenapa, Mas?" tanya Tyas dan ia segera mengambil Icha dari gendongan Anton.


"Jatuh" jawab Anton juga panik dan tentu jawaban itu membuat Tyas melongo.


"Menjaga anak dua menit saja kamu tidak bisa, Mas" pekik Tyas marah dan ia segera membawa Icha keluar kamar. Sementara Anton menggeram marah sambil menarik rambut nya frustasi.