
Di pesta, Bima langsung di sambut teman kantor nya dan saat melihat Vera yang di bawa Bima, mereka sedikit terkejut. Teman teman Bima memang sudah mendengar desas desus pernikahan Bima dengan Vera, seperti Vera yang di pandang dengan tatapan sinis oleh teman teman wanita Bima merasa tak nyaman, namun Vera tetap mendongakan wajah nya dengan percaya diri dan menyunggingkan senyum manis nya. Vera percaya diri ia memang pantas bersanding dengan Bima apa lagi ia tidak merasa bersalah hanya karena menjadi istri kedua Bima yang memang kedua nya saling mencintai.
"Gila ya si Bima, bawa istri kedua nya" bisik salah satu teman Bima.
"Aku dengar dia sepupu istri nya, bisa setega itu ya sama sepupu sendiri" bisik yang lain.
"Cantik ya, memang lebih cantik sih dari pada Alehsa. Pantas Bima tergila gila.." kata teman yang lain dan tiba tiba Toni datang, menginterupsi para penggosip itu.
"Kalau cinta nya karena cantik, terus pas dia keriput cinta nya hilang dong" tukas Toni sengaja dengan suara nyaring sambil melirik Vera dan Bima yang berjalan mendekati nya.
"Eh, Bim. Kenapa tidak bawa Alesha? padahal kita suka lho kalau ketemu Alesha, dia ramah dan nyambung kalau di ajak bicara" sindir Toni sambil melirik Vera.
Bima tak tahu harus menanggapi nya seperti apa selain tersenyum kaku pada sahabat nya ini.
"Bimm..." Tuan rumah yang bernama Rendi itu menyambut kedatangan Bima, Rendi datang bersama istri nya yang sedang menggendong putra mereka yang sedang berulang tahun.
"Jadi ini yang berulang tahun, selamat ulang tahun ya bayi..." Bima mencubit gemas putra Rendi itu.
"Anak mu sama Alesha laki laki apa perempuan, Bim?" tanya Rendi.
"Laki laki, Ren. Alhamdulillah" kata Bima.
"Wah, Alesha pasti senang ya akan punya jagoan" kata istri Rendi tanpa sedikit pun memperdulikan Vera yang tampak merasa tidak nyaman karena sejak masuk ke pesta itu, semua teman Rendi hanya membicarakan Alesha dan Alesha.
"Kalau istri ku memang selalu berdoa mau anak laki laki, Bim. Biar nanti bisa jagain adik adik nya kata nya"
"Jawaban yang sama dengan Alesha" kata Bima sambil terkekeh, karena memang Alesha pernah mengatakan hal itu dulu. Vera melirik Bima dengan kesal, karena Bima juga meladeni teman teman nya dalam membicarakan Alesha bahkan seolah Vera tidak ada di sana.
"Wah, berarti Alesha memang ingin punya anak lebih dari satu berarti" tukas istri nya Rendi lagi yang seketika membuat Bima terdiam dan suasana di antara mereka menjadi canggung. Rendi yang menyadari itu pun langsung mengubah topik pembicaraan, ia membicarakan tentang putra nya yang baru belajar berjalan dan sebagai nya. Hingga kemudian acara inti pun akan di lakukan, teman teman Bima masih tidak begitu menerima Vera yang terlanjur di anggap sebagai pelakor.
Sebenar nya, tak ada yang bermaksud menjauhi Vera atau pun mengucilkan nya, namun entah mengapa mereka seperti tidak begitu senang dengan keberadaan Vera dan justru bersimpati dengan Alesha yang bahkan tidak menampakan ujung hidung nya di pesta itu.
Sementara Vera, ia tetap memegang rasa percaya diri nya dan tetap dengan berani mengangkat wajah nya.
Setelah acara selesai, mereka pun pulang setelah berpamitan pada Rendi dan istri nya. Dan saat dalam mobil, Vera mengeluhkan apa yang terjadi di pesta.
"Lain kali tidak usah lah bahas Alesha, Mas. Apa lagi di depan wajah ku sendiri" tukas Vera.
"Ya kan teman teman aku tanyain Alesha, Vera" jawab Bima yang tentu membuat Vera semakin kesal.
"Ya tidak usah di ladenin" ketus nya, Bima mengusap kepala Vera sambil tersenyum.
"Iya iya, maaf" kata nya "Maaf ya karena kamu jadi tidak nyaman ada di antara teman teman ku"
"Tidak apa apa kok, Mas. Ini cuma masalah waktu, lambat laun mereka juga akan menerima keberadaan ku dan kalau pun mereka tetap menganggap ku sebagai pelakor, aku sih tidak perduli. Kan yang jalani kehidupan ini kita, mereka tidak tahu apa apa soal hidup kita" Vera berkata dengan begitu percaya diri "Lagi pula kita memang saling mencintai, dan hanya kita yang mengerti itu" kata Vera lagi.