
"Kamu mau adain acara pesta buat Dameer, Mas?" tanya Vera cemberut saat mengetahui sang suami sedang mencari hotel untuk mengadakan acara ulang tahun Dameer.
"Iya lah, Ver. Dia kan anak pertama aku, aku harus di rayain ulang tahun nya apa lagi ini ulang tahun pertama nya" kata Bima semangat.
"Kenapa harus di hotel sih, Mas?" tanya Vera lagi "Ya bukan nya aku tidak setuju kamu merayakan ulang tahun Dameer, tapi kan lebih baik kita tabung uang nya, masih harus bayar cicilan rumah lho" kata Vera lagi.
"Bulan ini pakai gaji mu dulu, Sayang. Aku benar benar ingin ulang tahun pertama putra ku di rayakan dengan istimewa" bujuk Bima sambil memeluk Vera dari belakang dan mencium nya dengan mesra.
"Ya, please...." Rayu nya yang membuat Vera menghela nafas panjang namun akhir nya mengangguk.
"Terima kasih, Sayang" kata Bima sembari mengecup pipi Vera.
"Ya sudah, sekarang aku mau jenguk Dameer..."
"He'em" Jawab Vera malas
Bima pun segera menyambar kunci mobil nya dan melajukan mobil nya menuju rumah Alesha.
Sesampainya di sana, Bima langsung mengetuk dan yang membuka nya adalah Dion. Beda hal nya dengan Alesha yang belajar menerima kenyataan dan memaafkan Bima, Dion justru masih tampak sangat dingin pada Bima bahkan Dion sangat enggan berbicara dengan Bima maupun Vera kecuali jika ada sesuatu yang sangat penting.
"Alesha ada, Di?" tanya Bima.
"Hm" jawab Dion dan ia membuka pintu sedikit lebar, membiarkan Bima masuk dan Bima melihat Alesha yang sedang menuntun Dameer belajar berjalan.
"Assalamualaikum..." seru Bima yang membuat Alesha mendongak, meskipun Bima telah menghancurkan hati dan hidup nya, namun Alesha tak membenci nya dan ia bahkan masih menyambut Bima dengan senyum.
"Waalaikum salam..." jawab Alesha "Papa datang, Sayang. Dameer kangen Papa hm.." kata Alesha kemudian mengangkat Dameer ke dalam gendongan nya dan memberikan nya pada Bima.
"Wah, anak Papa sudah belajar berjalan ya" kata Bima sembari mencium pipi putra nya itu yang hanya bisa ia temui di hari hari tertentu.
"Sudah bisa melangkah, Mas" kata Alesha yang membuat Adam tentu lebih senang.
"Pintar sekali, nanti Papa belikan Dameer sepeda ya kalau Dameer sudah bisa jalan" kata Bima yang tentu saja tak di mengerti putra nya itu.
"Ada apa? Tumben ke sini di jam segini?" tanya Dion ketus.
"Aku ke sini mau membicarakan acara ulang tahun Dameer" kata Bima yang membuat Dion menatap Bima dengan senyum miring di bibir nya.
"Ulang tahun Dameer itu 10 hari lagi dan kamu baru datang ke sini untuk membicarakan nya? Sementara Kak Alesha sudah memikirkan nya sejak sebulan yang lalu" tukas Dion yang tentu saja membuat Bima tak enak hati.
"Aku tahu, aku benar benar sedang sibuk dan baru sekarang aku punya waktu" kata Bima "Tapi kalian jangan khawatir, aku sudah menemukan hotel yang bagus. Nanti pesta ulang tahun Dameer akan di adakan di sana, kita tinggal..."
"Aku tidak mau mengadakan pesta di hotel" sanggah Alesha dengan cepat yang membuat Bima langsung menatap nya dengan bingung.
"Maksudnya, Al? Ini kan ulang tahun pertama anak kita, Al"
"Ya justru itu, aku mau semua nya berarti dan bukan nya foya foya" kata Alesha "Aku mau merayakan pesta kecil kecilan di rumah dan mengundang orang terdekat saja" tukas Alesha lagi.
"Bukan nya lebih baik di hotel, Al? Biar lebih meriah, aku juga mau mengundang teman teman aku" kata Bima lagi.
"Al, aku tahu ini mendadak. Tapi aku janji semua nya akan beres secepat nya, ya?" bujuk Bima "Aku mohon, Al..." rengek Bima dan Alesha pun mengangguk.
"Tapi kue ulang tahun nya akan di siapkan oleh Kak Alesha sendiri" sambung Dion "Kak Alesha sudah berbelanja dan menyiapkan semua nya selama ini"
"Iya, tidak apa apa. Kue buatan Alesha enak" kata Bima.
...
Sementara di rumah nya, Vera sedang menyiapkan malam bersama mama nya dan mereka membicarakan ulang tahun Dameer.
"Sebenar nya aku kesal Mas Bima pakai acara mau mengadakan pesta di hotel, itu habis jutaan lho, Ma" kata Vera.
"Kayak nya sebagian besar gaji Mas Bima malah habis buat Dameer" gerutu nya lagi.
"Ya kan Bima ayah nya, Ver..." jawab sang ibu.
"Ya aku tahu, Ma. Cuma masak semua nya harus Mas Bima"
"Dimana mana tanggung jawab anak ya ada pada Ayah nya" kata Mama Vera lagi "Memang nya kamu belum isi juga ya, Ver?" tanya Mama nya lagi ya juga sudah merindukan seorang cucu. Apalagi ia sering melihat orang tua Alesha yang membawa Dameer jalan jalan dan mereka tampak sangat bahagia memiliki Dameer. Sedangkan Mama nya Vera tak pernah sekalipun menggendong Dameer meskipun Dameer juga cucu nya namun ia merasa malu pada keluarga Alesha.
"Belum, Ma..." jawab Vera ketus "Lagian Mama bisa engga sih berhenti tanyain anak? Papa Mama nya Mas Bima juga selalu saja ungkit anak" gerutu Vera.
'Ya kami ini kan sudah tua, Ver. Kamu juga pengen menimang cucu" jawab sang Mama yang membuat Vera mendelik.
Tak lama kemudian terdengar bel pintu dari luar, Vera yang mengira itu Bima langsung bergegas membuka pintu namun raut wajah nya langsung berubah masam karena ternyata itu Ibu mertua nya.
"Bima dimana?" tanya Ibu mertua nya tanpa basa basi dan ia bergegas masuk begitu saja meskipun Vera tidak mempersilahkan nya.
"Tadi pergi mau ketemu anak nya, kata nya" jawab Vera.
"Tahu gini aku pergi ke rumah Dameer, aku juga kangen dengan cucu ku" jawab sang Ibu mertua dan saat Vera hendak menutup pintu, terdengar suara klakson mobil Bima, Vera pun kembali membuka pintu dan menyambut suami nya itu.
"Ada Ibu?" tanya Bima dan Vera hanya mengangguk malas.
"Bim..." seru ibu nya saat melihat Bima "Tadi kamu ketemu Dameer? Kenapa tidak ajak Ibu dan Ayah? padahal kami kangen juga sama cucu kami" rengek nya.
"Ya kan Ibu bisa pergi kapan saja ke rumah Alesha, tadi aku kesana cuma mau membicarakan perayaan ulang tahun Dameer"
"Di rayakan dimana? Harus meriah lho, Bim. Cucu pertama Ibu itu" kata Ibu nya antusias yang lagi lagi membuat Vera hanya mendelik malas.
"Iya, Bu. Alesha juga sudah setuju kok, nanti aku juga mau mengundang beberapa teman ku" kata Bima tak kalah antusias nya.
"Tapi sebaik nya istri dan mertua kamu ini jangan datang ya, Bim.." kata Ibu nya Bima lagi yang membuat Vera dan Mama nya tentu merasa tersinggung.
"Meskipun mereka masih punya ikatan darah sama Dameer, tapi kan istri mu ini kan mantan madu Alesha. Ibu tidak mau Alesha sakit hati lagi kalau nanti melihat kalian bersama di sana" Vera dan Mama nya tentu hanya bisa membisu, apa lagi ini bukan yang pertama kali nya Ibu mertua Vera itu menyindir Vera dan besan nya.
Sementara Bima juga tak bisa apa apa, beberapa kali ia sudah meminta Ibu nya untuk tidak lagi mengungkit masa lalu namun sang Ibu seperti nya sudah terlanjur sakit hati dengan Vera.