Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 47


"Assalamualaikum..."


Seorang wanita segera keluar dari kamar nya saat mendengar suara sang suami yang mengucapkan salam.


Wanita yang sedang menggendong anak nya itu pun menyambut suami nya dengan senyum yang hambar.


"Waalaikum salam, Mas Anton..." jawab nya.


"Anak Papa apa kabar?" tanya Anton sembari mengusap kepala anak yang berusia tiga tahun itu, kemudian ia mengambil alih anak itu dari sang istri.


"Baik, Papa..." jawab nya sembari terkekeh apa lagi saat Anton mencium leher putri nya itu dengan gemas.


"Hari ini putri cantik Papa melakukan apa saja?" tanya nya sembari membawa anak nya masuk ke kamar nya. Anak nya itu tampak sangat senang saat di gendong ayah nya.


"Banyak, Papa... Ada main, main lagi, main lagi" jawab nya yang membuat Anton merasa sangat gemas.


"Mas, taruh saja Icha di ranjang, kamu mandi gih..." kata istri nya dengan raut wajah yang tak bisa di tebak.


"Iya, aku memang gerah..." kata Anton kemudian meletakkan Icha di tengah ranjang "Papa mandi dulu ya, Nak..." kata nya kemudian mengecup pipi Icha yang tembem.


"Hem, mandi. Nanti wangi, kayak Icha..." jawab nya.


Anton melepaskan kemeja yang di pakai nya dan melempar nya ke keranjang baju kotor dengan asal dan hanya nyangkut di pinggiran nya, kemudian ia bergegas ke kamar mandi.


"Tyas...." seru Anton dari kamar mandi "Shampoo nya habis..."


Istri nya yang bernama Tyas itu segera mengambil shampoo yang baru dari laci dan mengantarkan nya ke kamar mandi.


Saat Tyas hendak memasukan baju kotor suami nya itu, ia menemukan ada sehelai rambut panjang berwarna hitam di baju suami nya, Tyas juga mencium kemeja suami nya dan ia mencium aroma parfum yang berbeda. Hati Tyas langsung mencolos, mata nya langsung memerah namun ia menatap putri nya yang saat ini asyik bermain di tengah ranjang.


Dengan kesal, Tyas melempar kemeja suami nya itu kembali. Ia menggendong Icha dan membawa nya ke luar kamar, air mata yang ingin di bendung nya sudah tak bisa lagi.


Sudah lama sebenarnya Tyas mencurigai suami nya itu selingkuh, namun ia mencoba mengabaikan hal itu dan menganggap itu hanya perasaan nya saja. Namun semakin lama rasa curiga nya semakin kuat, apa lagi suami nya sering sekali terlambat pulang dan tidak bisa di hubungi.


Sikap Anton sebenarnya juga tidak berubah sejak mereka pacaran dulu, masih memperlakukan Tyas seperti wanita yang sangat di cintai nya apa lagi karena ada nya Icha, buah hati mereka. Namun insting perempuan kuat dan jarang salah, walaupun begitu, sampai sekarang Tyas tidak berani mencari tahu kebenaran sang suami. Ia terlalu takut dengan kenyataan yang harus di hadapi nya, ia terlalu takut menghadapi kebenaran suami nya yang sudah berbagai Cinta.


.........


Dua hari setelah bertemu dengan Rianti, Alesha pergi ke rumah orang tua nya dan berniat menginap di sana karena ia merasa merindukan kamar nya yang dulu.


Saat ini, Alesha sedang berada di kamar nya bersama Dion. Mereka sedang mendiskusikan nama yang akan di berikan kepada anak Alesha, dan hasil USG memperlihatkan anak Alesha itu berjenis kelamin laki laki. Yang paling senang dengan kabar itu adalah Dion, karena Dion ingin sekali punya adik laki laki kata nya.


"Nama nya Alexander, keren tuh..." kata Dion.


"Itu terlalu bule, Di.." kata Alesha.


"Hem... Bradie saja kalau begitu" kata Dion lagi.


"Masak Mamat sih, Kak..." seru Dion masih tertawa "Bagaiamana kalau Devdas saja"


"Sejak kapan kamu suka India?" tanya Alesha mendelik dan Dion semakin tertawa geli.


"Aku akan kasih nama Muhammad Dameer" kata Alesha kemudian dengan suara lirih, ia mengusap perut nya yang sudah sangat besar. Anak nya tumbuh dengan sehat, dan Alesha tahu, anak nya itu bisa mendengar nya dan bisa merasakan apa yang Alesha rasakan. Dokter juga memberi tahu hal yang sama, sehingga sekarang Alesha lebih fokus pada diri nya, membuat diri nya nyaman dan bahagia. Berusaha mengabaikan apapun yang membuat diri nya sakit dan tertekan, agar bayi nya tidak tertekan.


"Muhammad, semoga dia memiliki sifat sifat yang terpuji dan Dameer, yang berarti hati Nurani..." Alesha terbayang akan suami nya, Bima. Bagi nya, Bima tidak menggunakan hati nurani nya saat memadu Alesha dengan sepupu nya sendiri, menorehkan rasa sakit yang takkan pernah bisa Alesha lupakan, dan ia sangat ingin putra nya kelak menjadi pria yang memiliki sifat sifat yang baik, terpuji dan tak hanya memiliki hati nurani, tapi juga selalu menggunakan hati nurani nya dalam segala hal, dalam setiap langkah yang ia ambil dalam hidup nya.


"Muhammad Dameer, hem nama yang bagus" kata Dion "Dia pasti nanti tampan seperti aku.." kata Dion percaya diri.


"Pasti dong, keponakan mu ini pasti kayak Om nya, tampan, baik hati, pintar, bertanggung jawab" kata Alesha yang memang sangat bangga pada Dion. Apa lagi setelah ia tahu Dion menabung uang nya untuk diri. nya dan keponakan nya nanti, karena Alesha tidak bekerja sama sekali dan Dion juga tidak suka Alesha bergantung pada pria seperti Bima.


"Oh ya, Di. Rianti dimana?" tanya Alesha kemudian setengah berbisik.


"Jalan sama teman nya, Kak. Kenapa?" Dion balik bertanya, karena dari dari raut wajah Alesha, Dion menangkap seperti ada yang ingin di bicarakan oleh Alesha.


"Hem, jadi begini. Waktu Kakak pergi ke mall, kakak ketemu sama Rianti dan pacar nya" kata Alesha yang membuat Dion sedikit terkejut, karena tidak ada satu pun dari keluarga nya yang pernah bertemu dengan pacar Rianti.


"Oh ya? Terus?" tanya Dion penasaran.


"Nama nya Antonio, kata nya Dosen di kampus Rianti" kata Alesha.


"Pak Antonio?" tanya Dion mengernyitkan kening nya. Sebelum nya Dion kuliah di kampus yang sama dengan Rianti dan ia mengenal hampir semua Dosen di sana.


"Kamu kenal?" tanya Alesha kemudian.


"Ada tiga sih Dosen yang nama nya Antonio, coba deh nanti aku cari tahu" kata Dion lagi.


"Cari tahu latar belakang nya, Di. Adik kita ini perempuan, Di. Jangan sampai dia di rusak oleh orang apa lagi merusak orang lain. Soal nya dari gelagat yang Kakak tangkap nih, si Antonio ini tidak jujur. Hampir dua tahun lho mereka pacaran, masak iya Rianti tidak mau mengenalkan mereka ke kita dan si Antonio itu juga tidak memperkenalkan Rianti pada keluarga nya "


"Kak Alesha tenang saja, biar nanti aku yang urus"


...... ...


"Mas, bulan depan Alesha sudah melahirkan ya.." kata Vera sembari melakukan sesuatu di laptop nya, semenjak bekerja, Vera menjadi lebih sibuk meskipun di rumah. Karena jika ada pekerjaan yang tidak selesai di kantor, maka Vera akan membawa pulang dan melakukan pekerjaan itu di rumah.


"Hem..." kata Bima yang juga sibuk dengan laptop nya.


"Terus apa kamu akan langsung menceraikan dia, Mas?" tanya Vera tiba tiba yang membuat Bima langsung terdiam dan menghentikan aktifitas nya.


Ini untuk yang ke sekian kali nya Vera membahas perceraian Bima dan Alesha, padahal sudah lama sekali Bima dan Alesha sendiri tidak membicarakan perceraian mereka.


"Kamu sabar dulu, Ver..." kata Bima kemudian "Yang penting aku cinta nya sama kamu kan? Dan aku mau kita bahagia dengan hubungan kita ini..." ujar nya yang membuat Vera langsung tersenyum senang.


"Iya sih, cinta kamu itu sudah lebih dari cukup buat aku, Mas" kata nya yang membuat Bima juga tersenyum senang.