
Setelah acara akad selesai, Adam membawa seluruh keluarga Alesha ke rumah nya begitu juga dengan Pak Tubagus. Di sana mereka mengadakan acara makan malam bersama, dan selama berada di meja makan Adam dan Alesha selalu mencuri pandang dengan wajah yang tersipu.
Setelah makan malam usai, kedua pengantin itu pun bergegas ke kamar Adam yang sudah di hias layak nya kamar pengantin dengan seprei putih dan taburan bunga segar di atas nya.
Malam pertama adalah malam yang di nanti oleh sepasang kekasih yang saling mencintai, malam indah untuk menyalurkan hasrat secara halal dan yang pasti penuh pahala. Begitu juga dengan Alesha dan Adam.
Ini bukan malam pernikahan pertama mereka, kedua nya sama sama telah merasakan bagaimana melewatkan malam pernikahan dengan pasangan yang sebelum nya namun perasaan kedua nya kini sangat berbeda. Kedua nya merasa gugup, namun juga bersemangat.
Kini kedua nya sudah sama sama mandi, kemudian di lanjutkan dengan sholat sunnah.
Setelah sholat, Alesha mencium punggung tangan Adam dan kemudian Adam mencium kening Alesha untuk kedua kali nya setelah kini status mereka telah halal.
Alesha menunduk malu dengan pipi merona, Adam menangkup pipi istri nya itu dan membuat nya mendongak. Kini tatapan Adam dan Alesha bertemu, tatapan yang begitu lembut dan penuh cinta nya.
"Kamu... Em... Siap kan untuk malam ini?" tanya Adam lirih yang tentu saja membuat wajah Alesha langsung memerah. Sungguh sesuatu yang tak bisa Alesha mengerti, padahal ia bukan lagi gadis perawan namun entah mengapa Adam membuat nya tak bisa berfikir dengan jernih.
"Em..."
Tok tok tok
Ucapan Alesha terhenti saat mendengar suara ketukan pintu di depan kamar nya di susul dengan suara tangis Dameer. Alesha yang masih memakai mukena nya langsung bergegas membuka pintu dan ia melihat Rianti yang sedang menggendong Dameer yang menangis.
"Kenapa, Ri?" tanya Alesha cemas dan ia hendak mengambil Dameer dari gendongan Rianti namun tiba tiba Miley datang.
"Ri, kenapa di bawa ke Kak Alesha?" tanya Miley.
"Nangis, Mil" jawab Rianti
"Ya sudah, sini sama Mama, Sayang" kata Alesha dan kembali mengulurkan tangan nya namun Miley malah memukul tangan kakak ipar nya itu.
"Paling dia cuma haus" kata Miley "Kan Kak Alesha dan Kak Adam mau malam pertama, Ri. Masak di ganggu" gerutu Miley.
"Tidak apa apa, Mil. Mungkin Dameer mau tidur sama aku" kata Alesha lagi.
"Kenapa?" Ibu nya Alesha datang dan kiki semakin meramaikan depan kamar Adam itu.
"Ini, Bu. Dameer menangis" kata Rianti.
"Oh, kenapa, Cu? Kini sama Nenek ya..." Ibu nya Alesha mengambil Dameer dari gendongan Rianti dan menimang nya "Kamu masuk saja, Al. Biar Dameer sama Ibu, kamu urus saja suami mu" kata Ibu nya yang membuat wajah Alesha kembali merona.
"Tapi kalau Dameer nangis terus bagaimana, Bu?" tanya Alesha menyembunyikan kegugupan nya.
"Jangan khawatir, Al. Ibu ini sudah mengurus tiga bayi dulu" kata Ibu nya meyakinkan.
"Sayang..." Adam muncul dari belakang Alesha dan melingkarkan tangan nya di pinggang istri nya itu.
"Masuk yuk, kan Dameer sudah sama Ibu" rayu Adam yang semakin membuat wajah Alesha merah padam.
"Iya, bikin keponakan baru ya buat Miley. Biar rame rumah kita" kata Miley.
Dan para wanita itu pun pergi meninggalkan dari sana, Adam langsung menarik Alesha masuk dan ia pun mengunci pintu nya dari dalam.
Sebagai pria, Adam sangat tersiksa karena sudah berpuasa sangat lama. Beruntung nya ia selalu punya kesibukan yang bisa mengalihkan fikiran nya itu.
Alesha memekik terkejut saat tiba tiba Adam menggendong Alesha bagaimana layak nya pengantin baru. Tatapan kedua nya terkunci dan Adam melangkah menuju ranjang, kemudian Adam menidurkan Alesha di ranjang dengan begitu hati hati seolah ia takut menyakiti tubuh istri nya itu.
Adam kembali mengecup kening Alesha dan yang bisa Alesha lakukan hanya memejamkan mata, menikmati ciuman hangat penuh cinta dari suami kedua nya ini. Ciuman Adam turun ke kedua kelopak mata Alesha, kemudian kedua pipi nya, ujung hidung nya yang tak mancung dan berhenti di bibir Alesha yang ranum. Membuat Alesha terkesiap dengan sentuhan itu, kedua tangan nya secara refleks langsung meremas lengan Adam.
"Aku mencintaimu, istri Adam Alfahri"