
"Dam..." teriak Alesha dan ia segera berlari saat melihat Dameer di gendong seseorang tanpa ia perhatikan siapa yang menggendong nya.
Sementara Adam, ia hanya tercengang melihat Alesha yang berlari ke arah nya.
"Dam, kamu di sini..." pekik Alesha dan ia tampak menghela nafas lega.
"Dari tadi aku di sini..." kata Adam lirih dengan senyum yang mengembang di bibir nya, namun senyum nya perlahan hilang saat Alesha mengambil bayi yang di pegang nya.
"Astagfirullah, Dameer..." gumam Alesha dan ia langsung mendekap putra nya itu sebelum akhirnya ia mendongak dan tampak terkejut melihat Adam di sana.
"Mas Adam?" pekik Alesha antara terkejut dan senang karena setelah lama Adam menghilang, kini pria tukang bengkel itu kembali lagi.
"Kamu..." Adam justru merasa kikuk dengan Alesha apa lagi tadi ia sempat mengira Alesha memanggil nya.
"Mas Adam kemana saja?" tanya Alesha sambil tersenyum lebar.
"Aku pergi ke luar kota" kata Adam lagi dan ia melirik Pak Tubagus yang tampak memperhatikan gerak gerik Adam.
"Oh ya, Al. Ini Pak Tubagus, kenalin..."
"Halo..." Pak Tubagus mengulurkan tangan nya dan Alesha pun menerima uluran tangan pria paruh baya itu.
"Dan, Pak. Ini Alesha, dia emm... "
"Kami temanan" kata Alesha yang membuat Adam semakin kikuk, Adam memperhatikan Alesha dari atas ampai bawah dan perempuan itu terlihat jauh berbeda dari satu tahun yang lalu. Kini Alesha tampak lebih baik, mata nya berbinar dan bibir nya selalu menyunggingkan senyum. Adam berfikir seperti nya Alesha sudah bahagia dalam hidup nya apa lagi melihat bayi yang di gendongan nya. Dan bodoh nya ia yang mengira Alesha memanggil nya pada Alesha memanggil putra nya yang bernama Dameer.
"Hem teman lama ya..." kata Pak Tubagus melirik Adam penuh curiga.
"Iya, dulu kami teman tapi tiba tiba Mas Adam menghilang" kata Alesha sambil terkekeh
"Ini putra mu, Al?" tanya Adam sambil menyentuh tangan Dameer dan lagi lagi Dameer meracau tidak jelas, tangan nya pun meraba kemana mana bagaimana layak nya bayi yang tak mau diam.
"Iya, nama nya Dameer" kata Alesha "Ayo, Sayang. Salim dulu sama Om Adam..." Alesha menarik tangan Dameer untuk bersalaman dengan Adam namun Dameer justru menarik tangan Adam sambil terus meracau.
"Ca ca ca..."
"Caca apa nya?" tanya Adam sambil terkekeh.
"Biasa dia, Mas. Suka meracau tidak jelas" kata Alesha "Bisa nya Ca ca saja, padahal sudah mau satu tahun, tapi belum bisa bicara dengan jelas"
"Masih belajar bicara ya" kata Adam.
"Hey, jangan menangis, Nak. Om orang baik kok" kata Alesha.
"Kak Al.." teriak Dion yang berlari menghampiri Alesha.
"Ya Allah, Di. Kamu dari mana saja sih? Lama sekali..." gerutu Alesha.
"Maaf, Kak. Tadi habis ketemu teman, hehe" jawab Dion yang tentu saja membuat Alesha memberengut.
"Adam..." Dion juga terkejut melihat ada Adam di sana dan Adam hanya tersenyum sambil mengedikan bahu nya
"Lama ya tidak ketemu..." kata Dion kemudian.
"Iya, aku memang pindah ke luar kota karena urusan yang penting" kata Adam namun pandangan nya masih menatap Alesan.
"Oh ya, dau minggu lagi keponakan ku yang lucu ini ulang tahun. Datang ya..." undang Dion tanpa izin pada Alesha.
"Insya Allah" jawab Adam dengan senang hati.
"Oh ya, masih kerja di bengkel lagi kan?" tanya Dion lagi yang memang masih mengira Adam tukang bengkel biasa.
"Masih kok, rumah ku juga ada di belakang bengkel. Tidak pindah kemana mana" kata Adam sambil tertawa kecil.
"Kalau rumah mu kita kan tidak pernah tahu, Mas" sambung Alesha.
"Iya sih, kalian tidak pernah mampir. Nanti mampir ya..." kata Adam dan Dion langsung menganggukan kepala nya dengan antusias.
"Kami pergi dulu, Dam. Mau bawa Dameer main" kata Dion sambil melirik Pak Tubagus yang sejak tadi berdiri di samping Adam, Dion merasa tidak asing dengan pak Tubagus namun ia tidak ingat dimana Dion pernah melihat nya.
"Dada, Om Adam..." kata Alesha sembari melambaikan tangan Dameer pada Adam dan Adam pun melambaikan tangan nya pada bocah berusia satu tahun itu sambil tersenyum.
"Sepertinya bukan hanya sekedar teman lama ya, Dam..." kata Pak Tubagus setelah Alesha dan Dion pergi menjauh, Adam hanya terkekeh karena ia tidak tahu harus menjawab apa.
Sementara Alesha masih menggerutu pada Dion karena Dion menghilang tadi, apa lagi sampai Dameer hampir hilang juga.
"Untung saja yang nemuin Adam, coba kalau orang lain. Huh, bisa di culik kamu, Dam..." kata Dion sembari mengambil alih Dameer, Dion mengangkat nya ke udara dan Dameer langsung tertawa cekikikan.
"Tapi kok kamu asal undang dia begitu tadi, Di? Takut nya dia kan sibuk? Kamu juga aneh, tadi pas ketemu Mas Adam, sudah langsung seperti sahabat Karib saja" gerutu Alesha.
"Mungkin karena sama sama cowok kali, Kak..." jawab Dion santai.