
Alesha kembali bekerja seperti biasa, ia melayani tamu dengan baik dan sopan. Bahkan karena ia sangat ramah pada tamu, tak sedikit dari mereka yg memberikan tips yg lumayan untuk Alesha. Membuat Alesha merasa senang. Dan bekerja di Cafe itu membuat nya edikit berbeda, kini Alesha juga sudah dekat dengan Barista yg bernama Lukman dan teman sesama pelayan yg bernama Tini.
Saat sedang mengantarkan kopi untuk pelanggan nya, perhatian Alesha tertuju pada Adam yg kembali datang ke Cafe itu, Adam melambaikan tangan nya pada Alesha dengan senyum sumringah di bibir nya.
"Selamat menikmati kopi nya, tolong beri tahu saya jika memerlukan sesuatu yg lain" ujar Alesha pada pelanggan nya itu, membuat mereka tersenyum puas. Setelah itu, Alesha mendatangi Adam yg kini duduk di dekat jendela. Alesha mengeluarkan pena dan kertas dari saku nya.
"Mau pesan apa, Pak?" tanya Alesha sopan, membuat Adam terkekeh namun ia membaca menu. Adam tampak nya sengaja berlama lama membaca menu hanya untuk mencuri pandang pada Alesha.
Ck, Adam tahu itu tidak boleh, Alesha sudah menikah.
Baiklah, fikiran itu membuat Adam menghela nafas dan berkata "American cappuccino Satu Dan... Em kopi apa lagi yg sangat enak menurut mu di sini?" tanya Adam meminta saran pada Alesha.
"American cappuccino, menurut saja sangat luar biasa" ujar Alesha.
"Okey, jadi itu dua..."
"Dua..." Alesha mengulangi apa yg di katakan Adam untuk memastikan, karena ia melihat Adam hanya datang sendirian lalu untuk apa dua gelas kopi.
"yupz" jawab Adam pasti. Alesha pun berfikir mungkin teman Adam akan menyusul.
"Baik, tunggu sebentar" kata Alesha sambil tersenyum.
"Akan selalu menunggu..." jawab Adam yg membuat Alesha sedikit mengernyit, namun ia mengabaikan itu hanya melempar senyum pada Adam.
"Mas, American cappuccino Dua..." Alesha memberikan catatan pesanan itu pada Lukman. Lukman melirik Adam yg saat ini tampak nya masih memperhatikan Alesha dari jauh.
"Suami nya Al?" tanya Lukman.
"eh, Bukan..." jawab Alesha dengan cepat sambil terkekeh.
"Tapi waktu itu kamu tidak jadi pulang hanya untuk melayani dia" ujar Lukman lagi.
"cuma kenalan..." jawab Alesha, kemudian ia melanjutkan pekerjaan yg lain sebelum pesanan kopi Adam selesai.
Dan pandangan Adam masih terus mengikuti gerak gerik Alesha, mungkin di mata orang pada umum nya, Alesha jauh dari kata cantik, tapi kenapa berbeda di mata Adam.
"Aku saja melihat dia sangat cantik, apa lagi suamu nya" batin nya berkata sambil tertawa kecil.
Setelah kopi Adam siap, Alesha pun mengantarkan nya pada Adam.
"American Cappuccino nya Dua ya, Pak..." ujar Alesha sembari meletakkan gelas itu di depan Adam dan kemudian yg satu lagi di depan kursi yg lain karena Alesha merasa mungkin nanti teman Adam mau duduk di sana.
"Satu nya untuk mu..."
"huh?" pekik Alesha saat Adam mengatakan sesuatu yg tak ia mengerti "Maksud nya?" tanya bingung, Adam tertawa melihat raut terkejut dan bingung Alesha.
"'Satu gelas kopi itu untuk mu..." kata Adam dan ia mulai menyerudup kopi nya sendiri.
"Ta.. Tapi..."
"Tidak ada tapi tapi..." sanggah Adam. Alesha melirik ke sekitar nya, namun karena ia tak ingin berdebat dengan Adam, akhir nya Alesha menerima kopi itu.
"Terima kasih" kata nya sambil melempar senyum simpul.
"Kembali kasih" jawab Adam yg kini tersenyum lebih lebar.
...
Alesha pulang setelah pekerjaan nya selesai dan ia melihat Dion ada di depan rumah nya.
"Dion..." pekik Alesha senang namun tidak dengan Dion, ia tampak kesal dan memasang wajah dingin.
"Kak Alesha bekerja?" tanya dingin "Disaat hamil begini? huh?" Dion tampak nya sangat tidak suka dengan apa yg di lakukan nya. Alesha masih tersenyum pada adik nya itu dan mengajak nya masuk ke dalam rumah.
Dion membawa beberapa kantong plastik yg berisi susu hamil, dan beberapa cemilan ringan untuk kakak nya itu.
"Kakak ambil air dulu..." ujar Alesha namun Dion mencegah nya.
"Tidak usah, Kak. Aku itu bukan tamu, aku akan ambil sendiri" kata Dion dan ia bergegas ke dapur. Kemudian ia kembali dengan dua gelas air di tangan nya.
Dion duduk di sisi sofa yg lain dan ia memandang nanar kakak nya itu yg tampak nya semakin kurus.
"Aku... Aku bosan saja di rumah" jawab Alesha yg masih tak ingin membuka aib keluar nya.
"bosan di rumah atau keperluan rumah tidak di penuhi oleh suami Kak Alesha yg kurang ajar itu?" geram nya.
"Dion..."
"Jangan bohong, Kak. Aku bukan anak kecil, dan tidak perlu sok bijak di depan aku dengan menyembunyikan ketidak adilan suami yg tidak setia itu" Dion kembali menggeram marah. Alesha hanya bisa menjilati bibir nya yg terasa kering, nafas nya tercekat di tenggorokan nya, ia mengambil air nya dan meneguk nya.
"Kak Alesha mau bercerai?" tanya Dion tiba tiba yg membuat Alesha tersedak minuman nya sendiri.
"Dion, kenapa tanya begitu?" tanya Alesha "Perceraian tidak semudah itu, apa lagi sekarang kakak lagi hamil, Dek..."
"Iya, aku faham. Hanya saja aku tidak mau kakak hidup begini, sebaik nya kakak pulang saja ya, tinggal sama kami lagi"
"Kakak mau hidup mandiri, kamu jangan khawatir" ujar Alesha meyakinkan.
Dion menghela nafas berat nya, ia sungguh kasihan pada kakak nya yg selalu kurang beruntung dalam hidup.
Dion mengeluarkan amplop yg berisi uang dari saku nya dan menyerahkan nya pada Alesha. '
"Buat kak Alesha simpan" kata Dion.
"Jangan, Dek. Mending kamu kasih ibu atau ayah..." ujar Alesha menolak.
"Aku menjual jam tangan yg Kak Alesha kasih ke aku. Itu semua uang nya..." Alesha tentu terkejut mendengar apa yg di katakan Dion "Kalau kak Alesha tidak mau menerima tidak apa apa, aku kasih itu bukan calon keponakan aku" ucap Dion kemudian sambil tersenyum, membuat Alesha tersenyum haru.
"Kayak nya cuma kamu yg perduli sama Kakak, Dion" ujar Alesha sedih.
"Aku adik laki laki, Kak Alesha. Sudah kewajiban aku melindungi dan menjaga Kak Alesha, apa lagi kalau bukan karena Kak Alesha, aku tidak mungkin bisa kuliah dan mendapatkan. pekerjaan yg bagus"
"Karena sudah menjadi kewajiban kakak juga membantu adik adik kakak..." ujar Alesha kemudian.
....
Adam masih di bengkel sampai sore, ia punya proyek mobil lama yg ia modifikasi menjadi mobil baru dan kemudian menjual nya dengan harga fantastis, itu adalah hobi sekaligus pekerjaan nya. Dan Adam mengerjakan nya sendiri selama ini. Jika mungkin orang akan melihat Adam adalah tukang bengkel, tangan dan baju nya kotor karena oli, sungguh tak menarik. Tapi tidak ketika mereka tahu berapa harga yg ia dapatkan dalam satu mobil ia modifikasi, itu sangat fantastis.
Saat sudah merasa lelah, Adam pulang ke rumah nya yg ada di belakang bengkel. Dan lagi lagi ia di sambut oleh adik satu satu nya Sekaligus memang satu satu nya yg dia miliki setelah kematian istri nya, sementara kedua orang tua nya sudah meninggal juga.
"Lagi apa, Miley?" tanya Adam karena ia melihat Miley yg sedang Membawa kantong plastik dan hendak pergi ke dapur.
"Mau makan mangga, di kasih teman" jawab nya santai.
"mangga? Mangga muda?" tanya Adam.
"Iya" Miley menjawab santai.
Seketika Adam teringat dengan Alesha "Sekarang cari mangga sangat susah, dia lagi hamil muda dan biasa nya orang hamil itu kan mengidam mangga muda' seru batin nya.
" Kenapa, Kak? " tanya Miley yg melihat kakak nya Melamun.
" Em, Adek. Kakak minta mangga nya ya... " rayu Adam yg membuat adik nya itu mengerutkan kening nya dalam.
"Buat apa?" tanya Miley.
"Ada teman, kata nya sangat ingin makan mangga. Mau di bayar kok kata nya" Bohong nya.
"Oh, ya sudah, kasih saja semua nih.." Miley menyerahkan kantong plastik yg berisi tiga mangga itu membuat Adam terkejut.
"Benaran?" Kamu tidak mau? " tanya nya.
"Em, aku ambil satu deh. Kata teman aku dia punya pohon nya, nanti bisa minta lagi" jawab Miley yg membuat Adam memekik senang.
...
Kini Adam dalam perjalanan ke rumah Alesha, dan tentu saja dengan jalan kaki karena jarak yg cukup dekat. Adam senang karena ia sangat yakin Alesha akan suka mangga ini.
"Apa aku berdosa karena memperhatikan istri orang?" Adam tersenyum simpul dengan pertanyaan nya sendiri.
Dan sesampai nya di rumah, teryata rumah Alesha sedikit terbuka dan saat Adam hendak mengetuk pintu, ia mendengar percakapan Alesha dan seorang pria. Awal nya Adam mengira itu suami Alesha, namun setelah mendengarkan apa yg mereka bicarakan, seketika Adam mengerti, itu adik Alesha dan seperti nya rumah tangga Alesha tidak baik baik saja.