Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 73


"Kamu sih, Di..."


"Assalamualaikum..." ucapan Alesha terhenti saat mendengar suara beberapa orang yang mengucapkan salam dari luar..


"Mati lah kita, itu pasti Mas Adam sama keluarga nya" pekik Rianti.


"Terus bagaimana dong?" tanya Alesha panik.


"Ya Kak Alesha ganti baju sana, jangan pakai daster" seru Dion yang juga panik.


"Lagian kamu juga kenapa tidak bilang dari tadi sore sih, Di? Setidak nya kita bisa siap siap" gerutu sang ayah


"Ya tadi aku masih merenung, Yah. Aku fikir Adam bercanda" jawab Dion membela diri.


"Assalamualaikum..." kembali terdengar ucapan salam yang semakin nyaring dan mereka mengenali suara ini.


"Miley juga datang" kata Rianti "Aku buka pintu nya deh, Kak Alesha ganti baju sana" kata Rianti.


"Tapi, Ri..."


"Tidak ada waktu, Kak" kata Rianti sembari mendorong Alesha ke kamar nya.


Sementara di luar, Adam tampak gugup karena malam ini ia akan meminang wanita pujaan nya. Bersama Adam, ada paman nya yang bernama Hermawan dan ia juga membawa putri nya yang bernama Vitha.


"Kok lama banget ya buka pintu nya? Apa jangan jangan tidak ada orang?" tanya Miley sembari mengintip dari balik jendela.


"Tapi motor Rianti dan Dion masih ada tuh" kataAdam


"Iya sih, tapi kok belum juga di buka" gerutu Miley "Oh ya, Vit. Nanti kalau ketemu Dion, jangan naksir ya" gurau Miley yang membuat Vitha terkekeh dan mengangguk. Vita baru baru berusia 19 tahun dan saat ini ia sedang kuliah di semester satu. Vitha adalah anak yang pendiam dan manis, berbeda dari sepupu nya yang energik.


Kini pintu sudah terbuka dan sebagai tetua nya, Pak Hermawan langsung mengucapkan salam dan tersenyum pada orang tua Alesha.


"Assalamualaikum, Pak, Bu..."


"Waalaikum salam, silahkan masuk...." kata Ibu nya Alesha sambil tersenyum kaku.


Pak Hermawan, Adam, Miley dan Vita pun masuk ke dalam. Ibu nya Alesha mempersilahkan mereka duduk di sofa dan dari penampilan Pak Hermawan dan Vitha, terlihat sekali kalau mereka berasal dari keluarga yang sangat mampu.


"Maaf ya, tadi lama buka pintu nya" kata Rianti yang datang menemui mereka.


"Tidak apa apa, awal nya kami fikir mungkin di rumah tidak ada orang" kata Pak Hermawan.


"Oh ya, perkenalkan, Saya Hermawan, Paman nya Adam dan ini putri saya, Vitha. Sepupu nya Adam" kata Pak Hermawan dan orang tua Alesha menyambut perkenalan itu dengan baik.


"Dan dimana Ibu nya Dameer?" tanya Pak Hermawan kemudian.


"Kak Alesha sedang... Em itu dia..." kata Rianti saat menoleh dan ia melihat Alesha datang bersama Dion. Tatapan Adam langsung bertemu dengan tatapan Alesha dan itu membuat jantung Adam berdetak lebih cepat.


Sementara Dion, ia justru terpana melihat Vitha yang tersenyum manis, seolah menyambut kedatangan Dion maupun Alesha.


Alesha pun duduk di antara kedua orang tua nya sementara Dion duduk di samping Rianti. Dan Dion tak bisa mengalihkan pandangan nya dari wajah manis Vitha yang masih setia tersenyum pada Alesha.


"Hai, Kak..." sapa Vitha "Aku adik sepupu nya, Kak Adam. Nama ku Vitha" kata Vitha sambil mengulurkan tangan nya dan Alesha pun menyambut nya.


"Aku akan buatkan minuman dulu..." kata Rianti dan ia beranjak dari tempat duduk nya.


"Maaf kalau datang nya tiba tiba ya dan mengejutkan, sebenar nya aku juga terkejut karena tadi tiba tiba Adam menelfon ku dan sudah di pesan kan tiket saat itu juga. Kami bahkan dari bandara langsung ke sini..." kata Pak Hermawan lagi sambil tersenyum.


"Kalian pasti sangat lelah..." kata Ibu nya Alesha "Kamu juga sangat terkejut karena Dion baru beberapa menit yang lalu memberi tahu kami kalau malam ini Adam mau datang bersama keluarga nya"


"Kamu baru memberi tahu mereka, Dion?" tanya Adam tak percaya.


"Tadi aku sibuk merenung, kamu serius apa tidak" kata Dion membela diri dan itu membuat Adam geleng gelng kepala.


"Adam sangat serius..." sambung Pak Hermawan "Aku sangat mengenal keponakan ku dan dia adalah pria yang dewasa dan tidak akan main main apa lagi dalam sebuah hubungan" jelas nya, sementara Alesha hanya bisa menundukkan kepala nya dalam.


Tak lama kemudian Rianti datang dan menyajikan teh dan juga biskuit untuk semua tamu nya "Maaf, hanya ini yang bisa kami sajikan sekarang" kata Ibu nya Alesha sungkan.


"Sama sekali tidak masalah, Bu. Ini sudah lebih dari cukup" Jawab Pak Hermawan.


"Jadi, inti nya kami datang untuk meminang Kak Alesha kan?" celetuk Miley karena ia melihat orang orang dewasa itu sejak tadi hanya muter muter dan tak membicarakan niat pertemuan ini dan apa yang di katakan Miley itu membuat Pak Hermawan terkekeh.


"Benar, Pak, Bu. Sekira nya Alesha belum memiliki calon, saya ingin meminang Alesha untuk keponakan saya, Adam" kata Pak Hermawan akhir nya dan itu membuat detak jantung Adam semakin cepat, begitu juga dengan Alesha. Meskipun ia adalah janda, tapi sebelum nya ia tak pernah merasakan di pinang dan ternyata itu berhasil membuat detak jantung nya berdetak lebih cepat. Alesha bahkan merasakan panas dingin di sekujur tubuh nya.


"Bagaiamana, Pak, Bu?" tanya Pak Hermawan. Kedua orang tua Alesha mentap Alesha dengan senyum di bibir mereka. Mereka pernah melakukan kesalahan dengan memaksa Alesha menikah dengan Bima dan sekarang mereka tak akan lagi memaksa Alesha.


"Kami serahkan keputusan nya pada putri kami, Pak" kata ayah Alesha "Karena yang akan menjalani pernikahan ini Alesha dan dia pasti akan memutuskan yang terbaik, apa lagi dia adalah seorang Ibu sekarang" tutur nya dan Pak Hermawan hanya mengangguk anggukan kepala nya sambil tersenyum, ia menatap Alesha yang sejak tadi menunduk dalam seperti gadis yang malu malu.


"Bagaiamana, Al?" tanya Adam yang tak sabar ingin mendengar jawaban Alesha, Alesha pun mendongak dan seketika tatapan nya langsung bertemu dengan tatapan Adam yang begitu sendu "Aku tahu, mungkin kamu belum mau membuka hati. Tapi aku ingin kamu memberi ku satu kesempatan untuk membuktikan bahwa aku benar benar menginginkan mu menjadi istri ku, aku mencintai mu dan aku juga mencintai Dameer" hati Alesha terenyuh mendengar penuturan Adam, sebuah ungkapan cinta yang tak pernah ia dapat dari mantan suami nya.


"Aku tidak bisa berjanji akan selalu membuat mu bahagia karena dalam hidup, sedih juga pasti ada. Tapi aku berjanji, aku akan menghargai kamu dan menghormati kamu sebagai istri ku, aku akan bertanggung jawab pada anak anak kita dan aku akan berusaha menjadi pasangan dan ayah yang baik" tutur Adam penuh harap. Bibir Alesha sedikit terbuka namun ia tidak tahu harus menjawab nya bagaimana, ingin rasa nya Alesha menolak Adam karena ia masih takut untuk menjalin hubungan yang baru. Namun entah kenapa lidah nya terasa kelu dan ia tidak tahu harus menolak dengan kata kata apa.


"Kalau kamu tidak bisa menjawab nya sekarang, tidak apa apa, Al. Aku akan menunggu sampai kamu siap memberikan jawaban nya" kata Adam lagi.


"Aku meminang mu sekarang karena aku ingin kamu tahu, aku serius dengan perasaan ku, aku mau jujur tentang apa yang aku inginkan dan aku tulus mencintai kamu dan Dameer" kata Adam lagi yang tentu membuat Alesha semakin bingung harus menjawab apa. Namun Alesha tak bisa memungkiri, ia tersentuh dengan kedewasaan Adam, dengan tekad nya dan dengan keseriusan nya.


"Mas, aku...." Alesha mengepalkan tangan nya karena ia merasa begitu gugup sekarang.


"Jadi begini rasa nya di pinang?"


"Aku... Aku punya anak" kata Alesha kemudian dan itu justru membuat Adam dan Paman nya terkekeh.


"Kami sudah tahu itu, Al" kata Pak Hermawan.


"Hehe, itu Om, maksud ku... Maksud saya..." Ibu nya Alesha yang menyadari anak nya gugup langsung menggenggam tangan nya dan menatap nya dengan lembut.


"Aku tidak tahu harus menjawab apa, apa lagi semua tahu masa lalu ku"


"Aku mau menikahi kamu, Al. Dan aku ingin menata masa depan bersama mu, bukan masa lalu" kata Adam tegas.


"Jujur aku tidak tahu harus menjawab apa, Mas. Ini terlalu cepat buat aku" kata Alesha lirih.


"Kamu bisa memikirkan nya, Al. Kamu punya waktu sebanyak yang kamu mau" kata Adam berbesar hati dan itu membuat Alesha tersenyum lega.