Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 65


"Kak, nanti ulang tahun Dameer mau di rayain?" tanya Dion sambil memasang kaos kaki Dameer. Hari ini Alesha ingin ingin membawa putra nya itu ke taman, apa lagi ini hari minggu dan Dion libur bekerja.


"Rayain kecil kecilan aja, Di.." kata Alesha sambil memasang kan jaket putra nya, sementara tangan putra nya itu sudah meraba raba udara dan terus meracau tidak jelas.


"Iya deh, yang mana baik nya menurut Kak Alesha saja" kata Dion. Alesha mengambil sepatu Dameer dan memakaikan nya.


Setelah itu, ia mengambil tas yang berisi barang barang sang buah hati.


Dion sudah menyalakan motor nya dan itu membuat Dameer menggeliat dalam gendongan Alesha seolah ia ingin turun dan merangkak ke motor Dion.


"Haha, takut di tinggal ya, Dam" kata Dion yang melihat reaksi Dameer setiap kali Dion maupun Rianti menyalakan motor.


Alesha pun naik ke mtoro Dion dan itu membuat Dameer langsung tampak senang, ia bahkan langsung menepuk nepuk punggung Adam saking senang nya


"Maaf ya, keponakan. Masih pakai motor kemana mana, belum bisa beli mobil" kata Dion yang sudah menjalankan motor nya.


"Tidak apa apa, Om Dion" kata Alesha mewakili sang buah hati "Motor juga enak, tidak macet. Tapi semoga cepat punya mobil juga, mobil jauh lebih enak. Tidak panas, tidak kehujanan" lanjut nya yang membuat Dion tertawa.


Mereka terus bercanda ria selama dalam perjalanan, dan Dameer yang tampak paling bahagia apa lagi melihat kendaraan yang lalu lalang di jalan raya itu.


Sesampainya mereka di taman bermain, Alesha langsung turun dari motor Dion sementara Dion pergi untuk memarkirkan motor nya.


Karena hari minggu, taman bermain cukup ramai dan itu membuat Alesha merasa senang. Alesha bertemu dengan seorang wanita yang sudah menjadi teman nya karena mereka sering bertemu di taman bermain ini, wanita itu bernama Alma dan ia memiliki seorang putri yang berusia 3 tahun, nama nya Nuara.


"Baru datang, Dam..." sapa Alma yang duduk di rerumputan menemani anak nya yang bermain gelembung.


"Iya nih, tadi masih menyelesaikan satu rajutan" kata Alesha kemudian ia mencubit pipi tembem Nuara.


"Hai, Naura. Apa kabar..." kata Alesha namun Naura hanya melirik nya sekilas sebelum akhir nya fokus pada mainan nya sendiri.


"Dia cuek banget sih" kata Alesha yang membuat Alma terkekeh.


"Semua orang bilang begitu" kata Alma.


Alesha menoleh dan mencari sosok Dion yang tak kunjung datang.


"Cari siapa, Al?" tanya Alma.


"Dion, tadi mau memarkirkan motor kata nya. Tapi kok lama ya" gumam nya "Malah aku kebelet pipis lagi" gerutu Alesha.


"Ya sudah, pipis saja sana. Biar Dameer sama aku..." kata Alma.


"Benaran? Nanti malah merepotkan lagi, tapi aku ke toilet nya sebentar kok" kata Alesha yang sudah tidak tahan.


"Iya, Al. Kamu ini, aku kan juga sering nitip Naura ke kamu" kata Alma lagi.


"Oke deh..." kata Alesha dan dengan ia pun segera menurunkan Dameer di samping Naura, karena Dameer tidak akan mau jika di gendong orang asing meskipun sudah sering bertemu.


"Alma..." teriak seorang wanita lagi yang juga membawa bayi.


"Muna, tumben kesini..." kata Alma dan ia beranjak dari duduk nya untuk menghampiri wanita bernama Muna itu "Naura, kamu di sini dulu ya, Sayang. Temenin adik Dameer sebentar ya..." kata Alma dan Naura hanya mengangguk meskipun masih fokus dengan mainan nya.


Sementara Dameer sudah mulai merasa bosan, ia merangkak dan pergi dari sana sambil meracau seperti biasa.


Alma dan Muna berbicara sebentar, sebelum akhirnya Alma kembali pada Naura namun ia tidak menemukan Dameer di sana.


"Naura, dimana Dameer?" tanya Alma panik karena ia tak menemukan Dameer di sekitar nya.


"Sini tadi..." kata Naura cuek.


Sementara itu, Alesha tadi sempat mengantri di toilet padahal ia benar benar ingin segera kembali.


Dan saat ia kembali pada Alma, ia justru menemukan Alma yang tampak kebingungan.


"Ada apa, Alma? Dameer dimana?"


"Dameer hilang"


"Huh?"


.........


"Maaf ya, Adam. Sudah pertemuan nya di hari minggu, di taman lagi" kata seorang pria setengah baya yang sedang mengobrol bersama Adam di sebuah kursi taman. Sedangkan di depan pria itu ada seorang wanita yang sedang bermain dengan anak nya.


"Tidak apa apa, Pak. Kebetulan juga hari ini aku tidak punya kegiatan, sedangkan kemarin aku benar benar lelah karena baru kembali" kata Adam.


"Iya, kamu hilang selama satu tahun dan aku bingung harus menyerahkan mobil ku pada siapa. Tidak yang sebaik kamu dalam urusan mobil" kata pria itu yang membuat Adam terkekeh.


"Ada banyak orang yang mencintai otomotif di sini, Pak Tubagus. Dan pasti bisa di andalkan dalam urusan mobil" kata Adam.


"Tapi entah kenapa aku hanya percaya mobil ku jika ada di tangan kamu, Dam..." kata Pak Tubagus "Aku juga tidak menyangka kamu mau menjadi investor perusahaan ku, kerja sama kita akan semakin baik ke depan nya. Apa lagi perusahaan ku memang sedang merosot sekarang, kehadiran mu benar benar penyelamat"


"Ya, ten...." ucapan Adam terhenti saat ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh kaki nya dari bawah kursi. Adam pun mengintip ke bawah kursi dan betapa terkejut nya dia saat melihat ada anak lelaki yang merangkak di sana.


"Hey, ada bayi..." pekik Adam dan ia langsung mengambil bayi itu dengan hati hati.


"Bayi siapa itu?" tanya Pak Tubagus yang juga bingung. Pak Tubagus dan Adam mengedarkan nya ke sekeliling, mencari ibu dari sang bayi. Hingga Adam melihat sosok wanita yang selama satu tahun ini ia rindukan dalam diam.


"Dam..." teriak wanita itu, Adam yang merasa diri nya di panggil pun tentu langsung tersenyum dan menyahut.


"Ya, Alesha..."