Berbagi Cinta - Hati Perempuan

Berbagi Cinta - Hati Perempuan
Episode 26


Di malam harinya, Bima dan Alesha masih makan malam bersama. Kedua nya makan dalam diam, dan dengan susah payah Bima menelan setiap suap yg masukan ke dalam mulut nya.


Alesha meminta cerai.


Alesha mencintai Bima tapi sakit berada di sisi Bima.


Permaintaan dan pengakuan Alesha itu sungguh memporak porandakan perasaan Bima,ia semakin bingung sekarang. Setelah selesai makan, Bima membantu Alesha membersihkan meja makan namun kedua nya masih sama sama bungkam. Sibuk dengan fikiran dan perasaan nya masing masing.


Setelah dapur nya di bersihkan, Alesha bergegas kembali ke kamar dan Bima mengikuti nya.


"Al..." panggil nya "Al, aku..."


"Kenapa, Mas?" tanya Alesha tanpa menatap Bima.


"Al, aku tidak bisa menceraikan kamu, orang tua ku sangat sayang sama kamu" ucap Bima kemudian yg membuat Alesha tersenyum kecut. Alesha berdiri tepat di depan Bima, menatap Bima dengan begitu dalam.


"Tapi aku istri kamu, Mas. Bukan istri orang tua mu, aku butuh cinta suami ku, bukan hanya mertua ku" desis Alesha masih mempertahankan tatapan nya pada Bima, dan hal itu membuat Bima terpaku. Ia terdiam seribu bahasa, dengan jantung yg kembali berdebar hebat.


"Al... Aku..." lidah Bima seperti kelu , ia tidak tahu harus menjawab apa atau berkata apa, yg pasti, dia tidak mau menceraikan Alesha.


"Sayang, beri aku kesempatan, aku akan adil sama kamu, akan aku penuhi semua kebutuhan kamu" tukas Bima berusaha meyakinkan. Alesha terdiam, ia melangkah mundur dan terduduk di tepi ranjang. Alesha menundukkan kepala nya dalam, air mata mulai merembes dari sudut mata nya dan membasahi pipi nya. Tubuh nya perlahan bergetar dan terdengar suara isak tangis, membuat hati Bima terkesiap. Bima langsung duduk di samping Alesha dan hendak merengkuh nya namun Alesha menolak nya.


"Aku butuh lebih keadilan, Mas..." lirih Alesha berusaha tegar "Aku..." ia menghapus air mata di pipi nya walaupun itu tak ada guna nya karena air mata nya masih terus saja mengalir bak air terjun yg tak dapat di henti kan.


"Aku butuh cinta kamu" lirih nya dengan suara tercekat "Aku tidak mau berbagi cinta dengan wanita mana pun, sementara kamu? Kamu sangat mencintai wanita lain itu. Aku tidak punya tempat di hati kamu, Mas. Jadi akan lebih baik kalau aku hidup tanpa kamu, dari pada aku memiliki kamu tapi aku harus berbagi, aku sungguh tidak ikhlas, Mas " tutur nya dengan suara bergetar, yg membuat hati Bima juga bergetar.


Ia hanya diam dengan tatapan kosong tanpa menanggapi apa yg Alesha katakan, membuat hati Alesha semakin hancur. Karena ia tahu Bima takkan memberi nya tempat di hati nya, Bima takkan pernah mencintai nya karena Bima sudah mencintai Vera.


"pulang lah, Mas..." kata Alesha kemudian yg membuat Bima langsung mendongak "Dan jangan kembali lagi, karena hati ku tidak sanggup berbagi. Berbahagia lah kamu dengan cinta mu, Mas. Biar kan aku tenang dengan hidup ku tanpa rasa sakit karena harus berbagi" lirih Alesha lagi yg membuat Bima semakin terenyuh. Sebegitu besar nya rasa sakit yg ia torehkan untuk Alesha karena cinta nya untuk Vera.


...


Keesokan hari nya, Bima pulang sesuai permintaan Alesha. Bima pulang dengan membawa beban yg begitu berat di pundak nya.


"Kenapa kamu lakukan ini pada wanita sebaik Alesha, Bim?" tanya ibu nya dengan suara serak nya.


"Aku tidak bermaksud menyakiti nya, Bu" ujar Bima.


"Tapi kenyataan nya kamu sangat menyakiti nya" sambung ayah nya.


"Jadi keputusan kamu, Bim? Kasihan Alesha kalau harus bercerai di saat ia hamil seperti ini" tukas Ibu nya.


"Aku memang tidak mau menceraikan nya, Bu. Tapi Alesha ngotot mau cerai"


"Itu karena kamu sudah menduakan nya, Bim. Hati Perempuan mana yg sanggup di duakan?"


Sementara itu, Vera dengan sengaja menguping pembicaraan mereka dari luar. Vera senang jika seandainya Bima benar benar menceraikan Alesha, karena Vera juga tak mau di poligami. Vera ingin mendapatkan Bima seutuh nya, supaya ia bisa bahagia tanpa ada bayang bayang Alesha di antara mereka.


...


Adam pergi ke kafe seperti biasa, namun ia tak melihat Alesha di sana.


"Mbak..." Adam memanggil Tini, karena ia melihat Tini lah yg sering berbicara dengan Alesha.


"Ya, Mas?" tanya Tini yg segera menghampiri Adam.


"Alesha dimana?" tanya Adam


"Dia libur hari ini, Mas" jawab Tini. Adam pun mengangguk anggukan kepala nya.


Ingin rasa nya dia mampir kerumah Alesha, namun Adam merasa tak nyaman. Apa lagi kali ini ia tidak memiliki alasan apapun untuk kerumah Alesha.


"Mbak, pesan spaghetti tiga, bungkus" seru Adam pada Tini, dalam hati ia berkata "Sekarang aku punya alasan datang"