
Bima merasa heran dengan Raya, padahal kehamilan nya baru menginjak usia 2 bulan yang artinya perut nya bahkan masih rata, tapi entah apa alasan nya istri kedua nya itu mengeluh badan nya mulai gemuk dan baju nya kekecilan sehingga itu menjadi alasan nya untuk berbelanja.
Mau tak mau Bima membawa Raya ke pusat perbelanjaan, karena dia tak mau lagi ada drama menangis seharian, mengancam bunuh diri yang membuat Bima akan mendapatkan tekanan lagi dari orang tua Raya.
Alesha dan semua orang juga sudah tahu tentang pernikahan kedua Bima dengan Raya, Ibu nya Bima juga menceritakan fakta yang sebenarnya pada Alesha yang membuat Alesha begitu terkejut, tak menyangka mantan suami nya bisa melakukan hal seperti itu.
Dan saat ini, Alesha serta Adam pergi berbelanja untuk keperluan resepsi pernikahan mereka. Sedangkan Dameer tidak mereka bawa karena saat ini ia berada di rumah orang tua Alesha.
"Aku rasa setelah ini kita tidak perlu berbelanja lagi deh, Mas" kata Alesha yang saat ini sedang memilih sepatu hak tinggi.
"Memang nya sudah semua?" tanya Adam yang sejak tadi hanya memperhatikan istri nya.
"Sudah, tinggal fitting baju. Undangan nya juga sudah di sebar kan? Jadi setelah ini baik nya aku istirahat di rumah, kata Dokter aku harus banyak istirahat biar kandungan aku sehat" kata Alesha yang tentu saja akan langsung di setujui oleh Adam.
Dua minggu yang lalu Alesha memang di nyatakan hamil oleh Dokter, dan kabar itu sangat membuat Adam dan Miley bahagia. Bahkan, sejak dua minggu yang lalu Miley bangun pagi, memasak dan membantu Alesha mengurus Dameer. Adam dan Miley sama sama begitu memanjakan Alesha, jika dulu Alesha yang bersikap keibuan pada Miley, sekarang justru sebaliknya.
Di pusat perbelanjaan yang sama, Bima sedang di buat pusing karena di sana ia bertemu Vera yang juga berbelanja. Bukan main marah nya Vera melihat suami nya berbelanja dengan wanita lain sedangkan tunggakan rumah ia yang bayar.
"Jadi uang kamu itu habis buat shopping dia?" teriak Vera.
"Sudah lah, Ver..." geram Bima "Malu di liatin orang, kalau kamu mau berbelanja, ya silahkan. Ayo aku temenin kalian berdua sekalian" ucap Bima yang sudah tak tahu lagi harus menghadapi kedua istri nya bagaimana.
"Kamu itu benar benar keterlaluan, Mas" desis Vera yang masih terbakar amarah pada madu nya itu, sementara Raya sekarang hanya menundukkan kepala nya dalam, sehingga orang-orang yang melihat justru bersimpati pada Raya.
"Vera pun pergi ke kasir untuk membayar belanjaan yang sudah ia ambil, karena Vera sudah tidak mood untuk melanjutkan berbelanja. Vera membayar menggunakan kartu yang pernah di berikan Bima, namun saat setelah di periksa, ternyata isi nya tidak cukup untuk membayar semua belanjaan Vera.
Vera pun segera kembali memanggil Bima dan menyuruh Bima yang membayar nya, namun siapa sangka Raya justru mencegah nya.
"Mas Bima kan sudah kasih kamu uang, Ver. Ya pakai saja uang itu, jangan minta lagi. Nanti aku bayar belanjaan ku pakai apa" rengek Raya.
"Iya, Ver. Kamu kembalikan saja sebagian barang yang kamu ambil. Aku juga lagi ngirit" kata Bima yang membuat Vera semakin meradang.
"Kamu itu engga adil banget sih, Mas. Aku engga mau tahu, kamu harus bayar semua nya. Gaji aku sudah aku pakai buat tunggakan rumah kita" seru Vera geram kemudian ia menarik tangan Bima dan membawa nya ke kasir, Raya pun langsung mengekori mereka. Namun sesampai nya di sana, Vera justru melihat barang belanjaan nya sedang di masukan ke dalam tas.
"Oh, sudah di bayar, Mbak. Sama Mbak yang itu..." Vera dan Bima langsung mengikuti kemana arah kasir itu menunjuk, dan kedua nya sama sama tercengang saat melihat Alesha dan Adam yang berjalan bergandengan tangan dengan membawa beberapa tas belanjaan.
Bima pun segera berlari menyusul Alesha dan Adam. Bulan ini Bima belum memberikan uang bulanan untuk Dameer, jadi Bima merasa malu jika Alesha justru membayarkan belanjaan istri nya.
"Al..." teriak Bima, Adam dan Alesha pun langsung menoleh dan kedua nya menyunggingkan senyum ramah.
"Kenapa, Mas?" tanya Alesha masih tersenyum
"Al, aku akan ganti uang kamu yang tadi..." lirih Bima.
"Tidak usah, Mas. Aku ikhlas kok, dari pada kedua istri mu bertengkar di pusat berbelanjaan seperti ini, malu di liatin orang" kata Alesha. Tadi ia memang mendengar dan melihat kedua istri mantan suami nya itu yang ribut, karena kasihan Alesha pun membantu nya.
"Tidak apa apa, Al. Itu memang tanggung jawab aku, dan maaf ya bulan ini aku belum kirim uang untuk Dameer" cicit nya dengan malu, sangat malu.
"Tidak apa apa, Mas. Kamu simpan saja uang mu untuk biaya kelahiran istri istri mu, Dameer baik baik saja dan semua kebutuhan nya terpenuhi" jawab Alesha lagi yang membuat Bima semakin merasa malu.
"Kalau begitu, aku pulang dulu"
"Sayang, engga kasih undangan pernikahan kita?" tanya Adam kemudian.
"Oh iya..." kata Alesha, ia mengeluarkan tiga undangan dari tas nya dan memberikan nya pada Bima, dengan ragu Bima menerima nya "Datang ya, Mas. Kalau bisa..."
"Kok tiga?" tanya Bima.
"Aku juga mengundang Vera dan Raya" jawab Alesha.
"Kamu sudah memaafkan kami, Al?" cicit Bima.
"Sejak awal aku tidak pernah membenci kalian, aku cuma kecewa dengan ketidak pekaaan kalian terhadap perasaan orang lain. Aku juga kecewa karena keegoisan kalian, tapi itu urusan kalian karena semua sikap kita akan kembali pada kita"