
Keesokan harinya, Alesha dan Dion membawa Rianti untuk menemui istri Anton langsung di rumah nya. Dan karena ini hari Sabtu, maka Anton tetap di rumah, karena itu lah Rianti pura pura mengajak Anton bertemu. Padahal Rianti dan kedua Kakak nya sudah ada di depan rumah Anton tanpa sepengetahuan Anton. Mereka ada dalam sebuah taksi.
"Seharus nya, kalau dia ayah dan suami yang baik. Dia akan tetap di rumah karena ini akhir minggu, waktu khusus untuk keluarga" kata Dion. Sementara Rianti begitu gugup dan resah, ia masih berharap apa yang di katakan kedua Kakak nya itu tidak benar. Namun tak lama kemudian Anton terlihat keluar dari rumah nya bersama seorang wanita yang sedang menggendong anak perempuan nya. Mereka berdua tampak bersitegang dan seperti nya sedang mendengarkan sesuatu. Hingga Anton masuk ke dalam mobil nya dan meninggalkan istri nya yang menangis.
Hati Rianti mencolos melihat pemandangan itu, ia tak menyangka apa yang di katakan kedua kakak nya ternyata memang benar.
"Lihat kan, Ri?" tanya Alesha lirih "Istri nya saja di perlakukan seperti itu, istri yang sudah melayani nya, merawat nya dan anak nya. Dan itu karena apa? Hanya karena ada wanita lain di hidup nya, dan jika pun dia memang mencintai mu dan memilih mu di banding istri nya. Lalu apa jaminan nya dia tidak akan melakukan hal yang sama ke kamu nanti?" Rianti tak mampu menjawab pertanyaan Kakak nya, ia hanya bisa menangis sesegukan menahan sesak di dada. Ponsel Rianti bergetar, Dion yang melihat itu langsung menyambar ponsel Rianti dari tangan Rianti. Dion membuka pesan yang di kirim kan Anton, pesan mesra yang mengatakan Anton sudah di jalan dan tidak sabar ingin bertemu Rianti karena sudah sangat merindukan Rianti.
"Menjijikan sekali" desis Dion "Istri di tinggal menangis dan dia sibuk merindukan wanita lain? Apa dia punya hati?"
"Lalu sekarang mau kamu apa, Ri?" tanya Alesha menatap adik nya itu "Mau menemui istri nya dan meminta maaf?" Rianti terdiam, ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya. Ia masih begitu terpukul dan tak bisa berfikir jernih sekarang.
"Dek..." Alesha menepuk pundak Rianti dengan pelan "Kalau istri nya tahu Anton selingkuh, maka kamu harus datang dan meminta maaf. Dan tentu kamu harus mengakhiri hubungan mu dengan Anton. Tapi jika memang istri nya tidak tahu Anton selingkuh, maka kamu harus tetap meninggalkan Anton tapi jangan sampai istri nya tahu bahwa Anton selingkuh dengan mu. Supaya istri nya tidak sakit hati" jelas Alesha.
"Menurut Kak Alesha istri nya tidak tahu?" tanya Dion.
"Tahu" jawab Alesha dengan yakin "Insting perempuan itu kuat, apa lagi kalau sudah menjadi seorang istri dan seorang Ibu. Kakak yakin 99%, istri nya Anton mencium perselingkuhan suami nya" kata Alesha.
"Kak Alesha juga seorang istri..." lirih Rianti dengan suara tercekat "Dan calon Ibu, Kak Alesha lebih dewasa dan lebih pengalaman dari aku. Menurut Kak Alesha, aku harus bagaimana?" tanya nya "Aku bingung, Kak. Aku tidak bisa berfikir, rasa nya terlalu sakit" rengek nya.
"Berfikirlah bagaimana jika kamu yang menjadi istri nya, Dek..." kata Alesha "Berfikirlah bagaimana kalau posisi kalian di balik, kamu yang di rumah itu, menangisi suami tang tak setia dan masih harus mengurus anak yang masih kecil" tangis Rianti semakin pecah mendengar apa yang di katakan Kakak nya.
"Kalau kamu tidak siap bertemu istri nya sekarang, tidak apa apa" kata Alesha lagi dengan lembut "Tapi kamu harus memutuskan hubungan mu dengan Anton sekarang juga, jangan di tunda lagi" tegas nya.
"Tapi aku mencintai nya, Kak..." rengek Rianti
"Tidak ada yang melarang mu mencintai nya, Ri. Tapi jangan bodoh juga..." tegas Alesha berharap adik nya tidak bodoh atas nama cinta, apa lagi adik nya baru beranjak dewasa dan masih tidak bisa mengendalikan perasaan nya.
"Buat apa cinta kalau kamu menyakiti diri mu sendiri, keluarga mu dan keluarga orang yang kamu cintai. Bahkan juga istri dan anak nya, kamu tidak lihat tadi anak nya? Dia masih kecil, Dek. Apa cinta mu mengalahkan hati nurani mu dan akal sehat mu, Rianti Sayang? Engga kan? Adik kakak tidak seperti itu kan?" tanya Alesha namun Rianti justru semakin menangis. Alesha menghela nafas panjang dan kembali memeluk adik nya itu.
"Kakak tahu kamu tidak bisa mengerti itu sekarang, tapi nanti kamu pasti akan mengerti. Kamu tenangkan dulu fikiran mu, hati mu. Supaya kamu kembali mampu memikirkan semua ini..." lirih nya.
Kemudian Dion meminta sopir taksi itu kembali jalan dan mengantarkan mereka pulang.