
Anton yang membaca pesan Rianti begitu terkejut, bahkan ia sampai menehan nafas membaca pesan itu dan tangan nya yang memegang ponsel nya itu bergetar.
"Apa... Apa yang terjadi?" Anton merasa tak percaya jika Rianti mengetahui identitas nya dan tahu dari siapa? Bagaimana? Anton tentu tak mau ini terjadi, ia tak mau kehilangan Rianti, gadis yang di cintai nya.
Anton mencoba menghubungi nomor Rianti namun tentu tak bisa karena kontak nya telah di blokir oleh Rianti. Tak kehabisan akal, Anton bertekad akan menemui Rianti di rumah nya. Anton segera menyambar kunci mobil nya, namun saat membuka pintu, Anton tercengang dengan mata yang melotot sempurna dan mulut yang terbuka lebar. Kunci mobil yang di pegang nya bahkan sampai terjatuh saat melihat siapa yang saat ini sedang berdiri di depan rumah nya.
Istri nya dan pacar nya...
Anton seperti melihat hantu saja, ia bahkan menahan nafas dan seolah mati rasa karena Anton tidak tahu harus melakukan apa.
Sementara Rianti, ia sangat terpaksa ikut dengan Tyas karena Tyas ingin melihat sendiri Rianti memutuskan hubungan nya dengan suami nya. Tak hanya itu, Tyas juga ingin menunjukan pada suami nya bahwa kebohongan nya sudah berakhir. Alesha pun ikut ke sana hanya untuk menemani Rianti dan saat ini Alesha sedang menunggu dalam taksi, Alesha tidak sedikitpun ikut campur urusan mereka selama Rianti melakukan hal yang benar dan selama Rianti tidak di sakiti secara fisik.
"Ada apa, Mas? Kenapa shock?" tanya Tyas sambil tersenyum miring "Oh ya, dia pacar mu kan?" tanya Tyas sambil melirik Rianti dari ekor mata nya.
"Mantan" tegas Rianti menatap tajam Anton "Karena aku tidak mau memiliki hubungan dengan pria yang sudah berkeluarga" lanjut nya berusaha mempertahankan ketegaran nya meskipun suara nya terdengar sedikit bergetar. Ia tak bisa membohongi diri nya sendiri bahwa pria di depan nya ini adalah cinta pertama nya, namun ia juga harus menerima kenyataan pria itu adalah milik wanita lain dan terikat dalam ikatan suci pernikahan.
Anton masih terdiam, ia benar benar mati kutu di depan istri dan pacar nya. Dan melihat reaksi Anton sejak tadi, Tyas mulai mempercayai Rianti yang mengatakan ia tidak tahu kalau Anton sudah menikah.
"Kenapa diam saja, Mas?" tanya Tyas ingin menyudutkan Anton yang memang merasa tersudut "Kamu tidak senang melihat dua wanita mu akur? Pulang kerumah bersama?" sindir nya namun itu membuat Rianti meringis jijik.
"Aku tidak sudi menjadi wanita simpanan nya" ujar Rianti.
"Kamu tega sekali, Mas. Kamu tega sama aku, sama Icha" Tyas mulai terbawa emosi.
"Tyas, aku..."
"Maaf, biar aku yang bicara lebih dulu..." kata Rianti karena ia sudah sangat ingin pergi dari hadapan pria yang telah menghancurkan hati nya itu "Kedatangan ku kesini hanya untuk mengakhiri hubungan kita, dan anggap saja kita tidak pernah saling mengenal sebelum nya!!!"
tegas Rianti dan tanpa menunggu jawaban Anton, Rianti berbalik dan melangkah cepat namun Anton justru berlari mengejar Rianti. Tyas yang melihat itu tak bisa memebendung air mata nya dan rasa sakit di hati nya tak bisa di tahan nya, Tyas menangis sesegukan melihat suami nya mengejar wanita lain di depan mata nya sendiri.
"Rianti, tunggu..." Anton menarik tangan Rianti namun dengan cepat Rianti menghempaskan tangan Anton.
"Apa lagi?" bentak nya dengan air mata yang tak bisa lagi di bendung nya.
"Ri, aku tidak bermaksud membohongi mu...." lirih Anton memelas.
"Tapi kamu membohongi ku, membohongi istri mu' tukas Rianti marah.
" Aku terpaksa melakukan itu karena aku tidak mau kehilangan mu, Ri. Aku tulus sayang sama kamu, aku mencintai kamu, Rianti" lirih Anton yang justru membuat Rianti tertawa hambar.
"Kamu sudah punya istri, seharus nya dia yang kamu cintai" kata Rianti sambil menunjuk Tyas.
"Aku... Aku memang mencintai nya dulu, Ri. Tapi setelah bertemu kamu, aku juga mencintai mu, aku tidak mau kehilangan mu" Anton kembali memelas yang bukan nya membuat Rianti tersentuh justru itu membuat Rianti semakin membenci Anton.
"Mungkin sekarang kamu memang mencintai ku, Mas. Tapi setelah 5 tahun kemudian, atau 7 tahun kemudian, Bagaiamana kalau cinta kamu hilang, Mas? seperti cinta mu yang hilang untuk istri mu sekarang. Mungkin juga kamu akan mengatakan apa yang kamu katakan sama aku sekarang pada wanita lain suatu hari nanti. Kamu akan bilang 'Dulu aku memang mencintai Rianti tapi sekarang aku juga mencintai kamu' "Rianti menirukan ucapan Anton yang membuat Anton terdiam
"Lagian pakai otak kamu, Mas. Pakai hati nurani kamu, engga ada yang melarang kita mencintai siapa tapi sebelum bertindak di atas nama cinta, otak sama hati nurani itu di pakai" desis Rianti dengan emosi yang menggebu
"Kamu lihat kakak ku yang sedang hamil besar itu? Dia merasakan apa yang istri mu rasakan, dan aku bisa melihat betapa menderita nya Kakak ku karena perilaku orang lain yang mengatasnamakan cinta, bukan hanya dia, orang tua ku juga sedih, keluarga mu juga sedih. Ada banyak yang terluka karena keegoisan orang orang seperti mu" desis Rianti lagi yang kembali membuat Anton terdiam, Rianti pun segera bergegas masuk ke dalam taksi dimana sudah ada Alesha di sana. Sementara Tyas terdiam mendengar apa yang di ucapkan Rianti, Tyas berfikir Rianti mungkin benar benar wanita perusak yang tidak akan menyerah sampai mendapatkan suami nya namun dugaan nya salah, Rianti memang korban sama seperti diri nya, Tyas juga baru tahu kalau ternyata Kakak Rianti yang sedang hamil itu juga korban pelakor.