
Perasaan Vera begitu lega saat melihat mobil suami nya terparkir di garasi rumah nya. Vera pun segera bergegas masuk dan tak sabar bertemu dengan suami nya itu.
"Ver, baru pulang?" Ibu nya menyambut kedatangan Vera
"Mas Bima sudah pulang kan, Ma?"
"Sudah, tadi dia nanyain kamu"
"Apa dia sudah mau memaafkan ku?"
"Entahlah, kamu bicara saja pada nya. Dan ingat, sebaik nya kamu mengalah pada suami mu kalau dia sedang emosi. Biar masalah kalian tidak berkepanjangan, ya" bujuk sang Ibu dan Vera pun mengangguk.
Vera pun segera bergegas ke kamar nya dan ia melihat Bima yang baru saja keluar dari kamar mandi, Vera pun langsung menyunggingkan senyum manis dan Bima pun juga tersenyum walaupun tampak di paksakan.
Mau bagaimana lagi, Bima sudah tak punya pilihan lain selain melanjutkan hidup.
"Kamu dari mana saja, Ver? Kok baru pulang?" tanya Bima.
"Maaf ya, Mas. Tadi aku fikir kamu belum pulang, jadi aku mampir di restaurant, soal nya aku sumpek di rumah kalau tidak ada kamu" kata Vera sembari meletakkan tas nya di atas sofa, melepaskan heels nya dan kemudian ia berjalan menghampiri Bima dan langsung memeluk nya.
"Maafin aku ya..." lirih Vera dan Bima pun membalas pelukan Vera.
.........
Sementara itu, Adam dan Alesha pergi bersama dan kali ini mereka pergi hanya berdua. Karena Dameer di jaga oleh Kakek Nenek nya supaya Adam dan Alesha punya waktu untuk berduaan.
Di toko emas itu, si pelayan memberikan cincin yang Adam pesan dan memperlihatkan nya pada Adam juga Alesha.
"ALDAMEER?" lirih Alesha saat membaca nama yang terukir di cincin pernikahan mereka, Alesha langsung menatap Adam tak percaya sementara Adam membalas tatapan Alesha dengan senyum yang mengembang di bibir nya.
"Iya, Alesha, Adam, Dameer" kata Adam "Rianti sudah cerita sama aku, kalau Papa nya Dameer datang ke rumah mu dan dia takut calon suami mu tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk Dameer. Akan aku buktikan pada dia dan pada siapa pun, aku bukan hanya mencintai Ibu nya Dameer tapi aku juga mencintai Dameer. Mungkin darah ku tidak mengalir di nadi Dameer tapi aku akan janji, aku akan jadi ayah yang terbaik buat dia. Aku akan jadi teman nya nanti saat dia dewasa, aku akan jadi sahabat nya dan aku akan mendukung dia dalam segala hal" tutur Adam yang membuat Alesha hanya bisa membisu, ia begitu terharu dengan apa yang Adam katakan hingga ia tak tahu lagi harus berbicara apa.
"Pernikahan ini juga terjadi karena Dameer, Al. Jika saja saat itu dia tidak merangkak di bawah kursi ku, mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Dan jika saja tidak ada Dameer, aku pasti tidak tahu bagaimana cara mendekati mu. Jadi, Dameer adalah bagian terpenting dalam pernikahan kita" tukas Adam lagi yang membuat kedua mata Alesha berkaca kaca.
"Apa sebesar itu cinta mu untuk ku dan Dameer, Mas?" lirih Alesha dan Adam menggeleng pelan.
"Aku tidak tahu sebesar apa cinta ku pada kalian, yang aku tahu, aku ingin bersama kalian dan aku ingin selalu membahagiakan kalian" jawab Adam penuh keyakinan dan itu memporak porandakan perasaan Alesha. Tanpa fikir panjang, Alesha langsung berhambur ke pelukan Adam membuat tubuh Adam langsung membeku. Karena ini pertama kali nya Alesha menyentuh nya apa lagi sampai memeluk seperti ini.
"Kami juga mencintai mu, Mas" lirih Alesha yang semakin membuat Adam membeku dan hanya bisa membuka mulut namun tak mampu berbicara saking bahagia nya ia dengan ungkapan cinta sang janda pujaan.