Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 98.


SELAMAT MEMBACA.....


Seorang wanita cantik, tampak duduk dengan tatapan kosong. Ia melingkarkan lengan putihnya ke lutut yang ia tekukkan. Ia tidak tahu apa yang harus ia rasakan, setelah mendengar gadis itu sadar dari komanya dan bahkan pulang hari ini.


"Entah aku harus senang, atau malu?". Gumamnya menatap kearah jendela.


"Wajahku tidak secantik dirinya, apalagi sekarang sudah rusak dan masa depanku hancur". Lirihnya tanpa sadar air mata menetes dipipi cantiknya.


Wanita itu meraba wajahnya yang terdapat beberapa sayatan dan tidak bisa hilang walau operasi plastik.


"Hiks, hiks". Wanita itu menelungkupkan wajahnya ke lutut. Menangis sejadi-jadinya, memang benar menyesal tidak pernah datang diawal selalu berada diakhir.


"Padahal dia hanya gadis polos tapi aku tega melukai dan menjebaknya, hiks". Tangisnya menggema didalam kamar, dadanya benar-benar terasa sesak. Sejak kejadian itu dia mengurung diri dalam kamar dan tidak mau bertemu siapapun. Hidupnya hancur, masa depannya juga hancur, rasa bersalahnya kian menyiksa dan wajahnya pun takkan cantik lagi. Profesinya yang sebagai seorang designer kini ia tinggalkan, percuma ia punya banyak mimpi sementara ia tak bisa lagi memberikan yang terbaik untuk suaminya kelak.


Tap


Tap


Tap


Suara langkah kaki menggema. Segera gadis itu menghapus air matanya dan menatap kearah suara itu.


"Kakak". Kembali air matanya jatuh dipipi cantiknya yang sudah dipenuhi bekas luka.


"Luna". Lucas mendekat kearah adiknya. Lalu ia memeluk Luna dengan erat. Sudah lama sekali ia tidak pernah memeluk adik nya itu, adik satu-satunya.


"Maafkan Luna Kak, hiks". Tangis Luna pecah sambil mengeratkan pelukkannya pada Lucas "Luna sudah hancur dan Luna sudah tidak punya masa depan, hiks". Isak Luna.


Lucas mengelus kepala adiknya dengan lembut dan pelan. Meski pun usia Luna sudah terbilang dewasa, sebenarnya gadis ini adalah gadis yang manja.


"Stttt, jangan menangis lagi. Lupakan semuanya kita akan memulai dari awal". Lucas menghapus air mata Luna "Mau ketemu dia tidak? Dia sudah sadar?". Tawar Lucas.


Luna terdiam, dia bingung ada rasa malu dan bersalah "Tapi Kak, Luna malu ketemu Fitri". Luna menunduk.


"Tenanglah, dia gadis yang baik. Kakak yakin dia sudah memaafkanmu". Senyum Lucas.


Sejak Lucas tahu jika Fitri mencintai Fillipo, ia memutuskan untuk mengalah dan menghapus semua perasaannya. Lucas berjanji akan melupakan Fitri dan memulai hidupnya yang baru, meskipun bayangan gadis itu terus saja terngiang dibayangannya. Awalnya Lucas tidak tahu apa yang dilakukan adiknya, setelah ia menyelidiki ia begitu terkejut ternyata adiknya pernah menjadi wanita malam mengikuti kegilaan Dea. Lucas mengepalkan tangan dan rahangnya mengeras saat menyebut nama Dea, Lucas tak mengira jika Dokter cantik itu begitu jahat dan bahkan sudah membawa adiknya ke jalan yang salah.


...............................................................................


Ditempat lain, seorang pria tengah menatap sinis kepada dua orang pria yang tengah berjongkok dengan tangan diikat kebelakang.


"Hmmm, kenapa bisa gagal? Aku hanya memerintahkan kalian untuk menangkap gadis itu, kenapa tidak bisa? Dan ini apa bahkan pengiriman senjata itu bisa bobol dan mereka menerimanya?". Bentak pria itu dengan nafas memburu, tangannya terkepal.


*Brugh


Brugh


Brugh


Brugh*


Ia memukul kedua pria itu secara bergantian. Kedua pria itu hanya terdiam dan mau melawan juga tidak bisa.


"Van...". Panggilnya pada sang asissten.


Asisstennya langsung berjalan kearah sang Tuan dan memberikan sebuah belati berukuran kecil yang menjadi senjata andalan Tuan nya.


*Sretttttttt


Sreeettt


Sreetttt*


"Arggghhhhh".


"Arggghhhhh".


"Ini akibat lalai dengan tugas". Ia berdiri dan memberikan belati itu pada sang Assisten nya.


"Bereskan semuanya". Perintahnya, langsung pergi dan tak lupa menanggalkan jas yang ia kenakan.


Pria itu segera pergi meninggalkan tempat itu, dan langsung masuk kedalam mobil saat sang Assisten membuka pintu untuknya.


"Bagaimana Van?". Tanyanya sambil menyesap rokok yang ia selipkan diantara kedua jarinya.


"Seperti yang sudah kita prediksi Tuan, mereka melindungi gadis itu dengan ketat". Jelas Alvian sang Asissten.


"Hmmm, aku tahu itu". Dia kembali menyesap rokoknya.


"Kapan Tuan akan kembali ke Indonesia?'. Tanya Alvian


"Setelah operasi wajah adikku". Sahutnya "Kau siapkan Dokter terbaik dan kita akan terbang ke Korea". Perintahnya.


"Baik Tuan". Sahut Alvian.


Kedua pria itu pun langsung menuju Bandara, keberangkatan mereka Korea memang sudah direncanakan sebelumnya.


Ya pria itu adalah Dhanny, tujuan Dhanny terbang ke Korea adalah untuk membantu operasi wajah Dea. Dhanny dan Dea memutuskan untuk bekerja sama dalam merebut dan memisahkan kedua orang itu dengan alibi tidak menyakiti.


Keinginan mereka berdua tentu tidak diketahui oleh kedua orangtua mereka. Dion dan Diandra kini kembali ke Jerman karena perusahaan mereka memang disana. Sementara Dhanny dan Dea menetap ke Amerika dan mereka akan kembali ke Indonesia, entah rencana apa yang akan dilakukan oleh Kakak beradik itu. Bahkan sejak Fitri bangun dari koma nya, Dhanny sudah jarang menampilkan wajahnya. Terkadang ia mengajak Fitri jalan sebentar hanya untuk melepas rindu, sebab gadis itu dijaga begitu ketat oleh ketiga Kakak nya. Dhanny bisa saja membawa Fitri pergi jauh tapi dia tidak mau gegabah dia harus menggunakan cara licik, karena Fillipo dan Zean bukan lawan yang bisa diremehkan.


Tidak ada yang tahu tentang rencana kedua Kakak beradik ini. Kebencian Dea terhadap Fitri semakin menjadi, dan Dhanny juga semakin membenci Fillipo. Karena Fillipo yang sudah merebut Fitri-nya.


"Kak, apa rencana kita selanjutnya?". Tanya Dea


"Hmmm, setelah operasi wajahmu. Kita akan langsung kembali ke Indonesia!!'. Sahut Dhanny


"Tapi apa Kakak yakin jika aku berubah menjadi wajah Martha?". Tanya Dea lagi.


"Iya, karena Martha adalah wanita yang pernah mendekati Fillipo dan aku juga tahu dulu Fillipo menyukainya, hanya saja pria itu sepertinya sengaja tidak mau tahu dengan perasaannya". Senyum licik terlihat diwajah Dhanny.


"Setelah kau berhasil masuk dalam kehidupan Fillipo, aku akan perlahan mendekati Fitri dan gadis itu akan kembali menjadi milikku". Ungkap Dhanny. Mendengar nama Fitri sontak wajah Dea langsung berubah masam, entah kenapa dia begitu membenci wanita itu.


"Alvian, sembunyikan keberangkatan kami jangan sampai satu orang pun tahu, termasuk Daddy dan Mommy". Perintah Dhanny pada Asisstennya.


"Baik Tuan". Sahut Alvian.


"Hubungi Arthur untuk kembali mengagalkan pengiriman senjata untuk Lion Killer. Jangan biarkan Fillipo dan Zean mendapatkan senjata itu. Senjata itu harus jatuh ke tanganku". Tegas Dhanny dengan wajah dinginnya


"Baik Tuan". Sahut Alvian lagi "Pengiriman beberapa senjata kita ke wilayah timur sudah berhasil dan dipastikan wilayah itu akan menjadi milik kita tanpa sepengetahuan Tuan Arthur". Jelas Alvian.


"Hmmm, kerja bagus!!!". Balas Dhanny "Pastikan Arthur tidak tahu hal ini, dan buat dia semakin percaya padaku".seringai licik diwajah Dhanny dengan senyuman devil nya.


"Baik Tuan". Sahut Alvian.


Entah apalagi rencana Dhanny? Mungkinkah Dhanny menjadikan Arthur sebagai pion nya? Mengambil semua daerah kekuasaan pria itu? Dokter tampan tersebut lebih licik dari mereka, ini lah alasan Sean memperketat penjagaan adiknya karena ia tahu jika Dhanny akan melakukan segala cara untuk mendapatkan Fitri.


Bersambung......


**Maaf guys baru bisa up🙏🙏🙏


Tugas dikehidupan dunia nyata banyak dan bejibun. Sampai-sampai harus libur dulu untuk up......


Jangan lupa terus dukung cerita author ya. sangat butuh sarannya agar author bisa lebih giat lagi menulis nya..


GBU....


LOVEUALL**......