Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 108


**Cinta bisa membuat orang hilang akal sehat. Bahkan melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan nya...


SELAMAT MEMBACA**.....


Dibalkon kamar mewah, tampak dua orang pria tengah duduk saling bercengkrama. Sesekali keduanya menyeruput kopi yang ada didalam gelas mereka, sambil menatap bintang dilangit yang bertaburan begitu indah.


"Kenapa Kakak tidak jujur saja tentang perasaan Kakak padanya?". Tanyanya pada sang Kakak yang tampak melihat bintang dengan tatapan kosongnya.


"Tidak mungkin Yoel". Ia tersenyum getir "Kau bisa lihat betapa cintanya Tuan Fillipo pada Fitri. Jangankan menyentuhnya, melihatnya saja hampir tidak bisa". Jawab Yoshua menghela nafas kasar sambil tersenyum kecut.


Ya seja pertama kali bertemu dan melihat Fitri, Yoshua sudah jatuh hati. Yoshua begitu kagum pada Fitri, gadis sederhana tapi jenius. Terlahir dari keluarga kaya tak membuatnya tinggi hati, gadis itu selalu saja menciptakan tawa kala mendengar ucapannya yang spontan.


Yoel menatap sang Kakak, dia begitu kasihan pada Kakak nya baru saja ingin jatuh cinta pertama kalinya tapi justru dipatahkan dengan sebuah keadaan.


"Lalu apa yang akan Kakak lakukan?". Tanya Yoel menatap Kakaknya.


"Hanya ingin melupakan dan melepaskannya! Dia gadis unik, dia harus bahagia dengan orang yang mencintai dan dicintai olehnya". Jawab Yoshua memaksakan senyum sakit diwajahnya.


"Itu lebih baik Kak". Yoel menepuk pundak Kakaknya "Aku berharap suatu saat nanti Kakak menemukan gadis yang bisa membuat Kakak jatuh hati lagi. Lupakan Fitri Kak, dia adalah bintang dilangit yang tidak akan bisa kita gapai, sementara didekat nya ada ribuan bintang yang mengelilingi nya". Nasehat Yoel.


Yoshua menatap Yoel dan menghela nafas, lalu mengangguk dengan memaksa senyum.


"Ternyata begini ya El rasanya patah hati". Yoshua tersenyum kecut "Baru pertama kali merasakan nya benar-benar sakit". Lirih Yoshua menatap langit yang dipenuhi bintang. Yoshua memejamkan matanya meresapi segala rasa yang menyeluruh diseluruh tubuhnya. Terlintas bayangan Fitri dibenaknya, saat gadis itu tersenyum, saat gadis itu memeluknya pertama kali, saat gadis itu mampu membuat Daddy nya bungkam. Sungguh Yoshua ingin sekali memiliki gadis itu, tapi apa boleh buat jika mereka hanya ditakdirkan untuk saling mengenal namun bukan untuk saling memiliki.


David, berjalan menghampiri kedua putranya. David sempat mendengar ucapan Yoshua dan Yoel. Ada rasa bersalah dihati David mendengar bagaimana Yoshua mencintai Fitri, tapi David tak bisa berbuat banyak karena gadis itu sudah menjadi milik pria lain.


"Son". David duduk dibangku dekat kedua putra kembarnya.


David menepuk pundak Yoshua "Jangan larut dalam kesedihan Son. Masih banyak gadis diluar sana yang menginginkan cintamu. Kadang cinta tidak harus memiliki". Ucap David.


Yoshua tak bergeming, pria itu kembali dingin. Yoshua hanya menatap kearah depan.


Yoel hanya mendengarkan, Yoel sudah tak heran dengan sikap dingin Yoshua. Baginya Kakak nya sama seperti beruang kutub, irit bicara dan berwajah datar.


"Daddy, paham perasaanmu". Ucap David lagi. Ikut menatap ke depan "Semua pria didunia ini sangat ingin memiliki gadis lucu dan menggemaskan seperti Fitri". David tersenyum saat mengingat dirinya suka berdebat dengan Fitri, gadis itu selalu saja membuat bungkam dengan ucapan-ucapannya yang terlalu jujur.


"Apa rasa ini salah Dad?". Lirih Yoshua.


"Tidak Son!!". Jawab David "Hanya saja terkadang tidak semua yang kita inginkan menjadi milik kita". Lanjut David.


Ketiga pria itu larut dalam lamunan masing-masing menikmati permandangan bintang dilangit, membuat hati mereka kian mendamai.


Ditempat lain.


Dhanny tengah duduk dikursi kebesarannya sambil menyesap rokok yang terselip dikedua jari nya. Sesekali ia menghembuskan asap itu keatas kepalanya hingga membentuk gumpalan.


"Bagaimana?". Tanyanya.


"Mereka sudah mendapatkan izin dari Negara Tuan". Jelas Alvian.


"Tuan Sam dan Tuan Pedrosa, Tuan". Jawab Alvian lagi.


Dhanny kembali menyesap rokoknya. Tatapannya tajam sampai mengembus ke Indra penglihatan bagi siapapun yang melihatnya


"Apa mereka tahu jika ini ulahku?". Tanya Dhanny lagi.


"Tidak Tuan! Mereka mengira semua perbuatan Tuan Arthur". Timpal Alvian.


"Hahha, bagus". Ia tertawa penuh kemenangan "Sebentar lagi akan terjadi perang dunia ketiga dan aku hanya akan menyaksikan kehancuran mereka". Tawa Dhanny.


"Fitri-ku bersiaplah sayang, aku akan menjemputmu. Kita akan hidup berdua dan hanya akan ada kita berdua". Dhanny tersenyum licik saat menatap foto nya dan Fitri dilayar ponselnya "Ahhh, kau benar-benar cantik sayang. Andai saja dari dulu aku menikahimu mungkin kita sudah hidup bahagia bersama, tapi tidak apa karena sebentar lagi aku akan mewujudkan impian kita". Ucap Dhanny tersenyum sambil mengusap wajah Fitri.


Dhanny mencari nama kontak diponselnya. Senyum mengembang diwajahnya. Lalu ia menekan tombol hijau dilayar ponsel itu.


"Kau boleh keluar Vian". Usirnya pada sang assisten.


"Baik Tuan". Alvian segera keluar dari ruang Dhanny.


"Hallo Girl". Sapa Dhanny dengan suara lembut dan manis.


"Hai Kak Dhanny, bagaimana kabarmu? Kak Dhanny kemana? Kenapa tidak pernah kesini?". Cecar suara cempreng disana. Ya suara itu adalah milik Fitri, Dhanny menelpon gadis itu untuk melepaskan kerinduannya.


Dhanny terkekeh mendengar suara lucu itu, ingin rasanya ia bertemu Fitri dan memeluknya dengan erat melepaskan kerinduan dihatinya.


"Kakak sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Besok Kakak kembali dan menemuimu". Balas Dhanny dengan suara selembut mungkin.


Setelah lama mengobrol dan saling cerita satu sama lain. Dhanny pun menutup telponnya, rasa rindunya sedikit terobati saat mendengar suara cempreng Fitri yang membuat dunianya tak beralih.


"Ahhh aku tidak sabar memiliki mu sayangku. Tenanglah setelah aku menyingkirkan mereka semua, kita akan hidup berdua dan hanya berdua saja bahagia selamanya". Kekeh Dhanny tertawa kecil sambil masih menetap foto Fitri dilayar ponselnya.


"Sejak kau kecil aku sudah menyukai dan mencintaimu. Maka takkan kubiarkan siapapun memilikimu termasuk si brengsek Fillipo". Tangan Dhanny terkepal saat menyambut nama pria yang paling dia benci itu. Dhanny selalu berusaha membunuh Fillipo namun selalu saja gagal.


Fitri menghela nafas kasar, setelah menerima telpon dari Dhanny. Entah apa rencana lelaki itu? Sebenarnya Fitri kecewa pada Dhanny, pria yang dulu ia kenal begitu baik dan ramah dan sekarang benar-benar ambisius untuk mendapatkan dirinya. Dulu, bukannya Fitri tidak tahu jika Dhanny menyimpan perasaan padanya hanya saja Fitri memang tidak menanggapi karena dia menganggap Dhanny sebagai Kakak kandungnya sendiri.


Namun siapa sangka, pria itu benar-bebar terobsesi padanya. Bahkan melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan cintanya.


"Kak Dhanny kenapa kau berubah?". Lirih Fitri berkaca-kaca "Aku hanya mencintai Kak Popo, aku benar-benar mencintainya! Bagaimana mungkin aku memberimu kesempatan untuk membuka hatiku". Fitri memejamkan matanya berusaha mengontrol emosinya yang hampir tak terkendali.


**Bersambung.....


Ikuti terus ya.....


Jangan lupa, like komen dan Vote nya sayang2ku...😘😍


GBU...


LOVEUALL**.....