
" Ikut”. Ucap Fitri dengan manjanya. Sean mengacak rambut adiknya lagi.
“ Ayo”. Ajak Sean. Sean dan Fitri pun menuju pintu keluar, didepan pintu sudah ada Boy dan Merry yang menunggu mereka untuk menuju ruang meeting.
Mereka berjalan bersama menuju ruang meeting. Sean mengandeng tangan Fitri, sementara Boy dan Merry mengekor dari belakang dan mereka merasa sangat bahagia melihat perubahan Sean yang menjadi hangat dan tidak galak atau kejam. Biasanya sebelum meeting maka Boy dan Merry akan dibuat kalang kabut untuk menyiapkan data Sean dan kali ini malah Sean yang mengerjakan data nya sendiri.
Sampai diruang meeting, semua berdiri menyambut sang pewaris perusahaan Ranlet Flint dengan senyuman hangat dan ditambah dengan kehadiran seorang gadis cantik disamping Sean membuat siapa saja yang melihat mereka akan beranggapan jika mereka adalah pasangan kekasih.
“ Selamat siang Tuan”. Sapa mereka dengan ramah. Sean hanya membalas dengan senyum dan anggukkan. Semua karyawan hanya saling menatap bingung tidak pernah Sean tersenyum seperti itu, biasanya selalu dengan wajah dingin dan sanggarnya.
Sean membawa Fitri untuk duduk disampingnya. Fitri hanya celinggak celingguk melihat ruangan meeting semewah itu, bukan kampungan namun dia sedang menelaah berapa uang yang dikeluarkan untuk membuat ruangan semewah itu.
Meeting dimulai, penjelasan dilakukan oleh perwakilan dari salah satu De Wilson Corp. menjelaskan tentang tujuan kerja sama dan keuntungan yang diterima. De Wilson Corp juga menjelaskan tentang perkembangan dari perusahaan jika kerja sama ini terjalin dengan lancer.
“ Hoaammmmmm”. Fitri menguap mendengar penjelasan itu. Semua mata tertuju padanya dan tentu bingung dan juga heran. Termasuk Sean.
“ Kenapa Ce, apa kau mengantuk?”. Tanya Sean khawatir pada adiknya. Fitri hanya tersenyum dan menggelengkan kepala, jujur saja dia malu.
“ Kak Sean, boleh aku kasih komentar sedikit???”. Bisik Fitri pada Sean. Sean hanya bingung namun akhirnya menggangguk, apa yang akan dilakukan adiknya itu?
“ Maaf Tuan Wilson, boleh saya memberi sedikit pendapat???”. Ucap Fitri. Semua saling melihat dan heran
“ Tentu Nona, silahkan”. Senyum Tuan Wilson. Anak dari pemilik De Wilson Corp.
“ Perkenalkan saya Fitri. Sebelumnya saat minta maaf mungkin terlalu lancang untuk menyampaikan ide atas presentasi yang dijelaskan oleh Tuan Wilson”. Ucap Fitri sambil menarik nafas dalam. Sean hanya memperhatikan apa yang akan dilakukan adiknya itu
“ Menurut saya jika kita ingin membuat sebuah cabang untuk membangun kembali perusahaan IT yang ada di Negara Jepang itu akan memerlukan proses yang lama. Bukankah sudah terlalu banyak perusaahan IT diberbagai Negara? Kemungkinan besar untuk berkembangnya perusahaan tersebut sangat kecil, kenapa demikian? Karena sekarang bukan perusahaan IT yang sedang naik daun tapi kebanyakkan perusahaan property atau bidang lainnya. Bagaimana jika melakukan kerja sama ini dengan sebuah inovasi baru? Saya tahu ini sedikit melenceng dari rute yang dirancang, tapi saya yakin ketika kita memulai hal yang berbeda maka hasilnya juga akan berbeda”. Jelas Fitri panjang kali lebar kali tinggi. Semua yang didalam ruangan itu hanya melonggo dan tak menyangka termasuk Sean. Sean tidak pernah tahu jika Fitri punya kemampuan sampai disana.
“ Saya sangat setuju Nona”. Ucap Tuan Wilson
“ Saya juga”. Sahut yang lainnya. Dan disambung dengan yang lain dan jawaban mereka sama, setuju dengan ide yang dikemukakan oleh Fitri
“ Prok. Prok, prok”. Suara tepuk tangan memenuhi ruangan meeting tersebut. Sean terharu sampai tidak terasa air mata jatuh dipipi tampannya dengan segera Sean menyekanya.
“ Bagaimana Tuan Wilson????”. Tanya Sean
“ Saya sangat setuju Tuan Ranlet dan saya ingin Nona Fitri yang menangani proyek ini”. Ucap Tuan Wilson tersenyum melihat kearah Fitri. Sean mengarahkan pandangan pada Fitri dan meminta persetujuannya.
“ Baik Tuan Wilson, dengan senang hati. Senang bekerja sama dengan anda”. Sahut Fitri sambil tersenyum manis menampilkan gigi ginsulnya yang sangat memikat bagi siapa saja yang melihat senyumnya itu.
“ Terima kasih Nona, senang juga bekerja sama dengan anda”. Sahut Tuan Wilson.
“ Terima kasih ya sayang sudah bantu Kakak”. Ucap Sean sambil memeluk Fitri dengan erat. Betapa bangganya Sean memiliki adik yang pintar dan juga jenius seperti Fitri.
“ Sama-sama Kak Sean”. Balas Fitri
“ Sesuai dengan janji Kakak tadi, maka setelah ini kita jalan-jalan kemana saja Cece mau, Kakak siap menemani”. Ucap Sean dengan tersenyum.
“ Yeeee, Kak Sean memang the best”. Ceria Fitri yang langsung memeluk Sean kembali.
“ Ya sudah ayo”. Ajak Sean
“ Tunggu dulu”. Cegah Fitri
“ Ada apa sayang?”. Tanya Sean
“ Kak, ajak Kak Boy dengan Kak Merry juga biar tambah ramai”. Mohon Fitri. Sean terdiam, Sean sedikit bingung dengan sikap Fitri yang sangat mudah akrab dengan orang yang baru saja dia temui, padahal belum tentu orang itu baik padanya.
“ Bagaimana Kak? Kenapa bingung?”. Tanya Fitri yang memecahkan lamunan Sean
“ Baiklah”. Ucap Sean sambil mengelus lembut kepala adiknya.
“ Boy, Merry”. Panggil Sean pada sekretaris dan juga assistennya itu.
“ Iya Tuan ada yang bisa dibantu?”. Tanya Boy dan Merry bersamaan
“ Kak Boy dan Kak Merry, ikut kita jalan-jalan ya, hari ini kita ditraktir sama Kak Sean”. Senyum Fitri. Kedua orang itu hanya saling melihat heran. Mana pernah Sean jalan-jalan dan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bersangkutan dengan pekerjaan.
“ Ya sudah ayo”. Ajak Sean pada mereka. Boy dan Merry hanya mengekor masih dengan wajah bingung mereka, dan juga ini pertama kalinya mereka jalan-jalan dengan Tuan dingin tersebut.
“ Kita mau kemana Ce?”. Tanya Sean saat mereka sudah duduk didalam mobil. Boy menyetir mobil dan Merry duduk disebelahnya. Sementara Sean dan Fitri duduk dikursi belakang yang dari tadi terus saja berbincang-bincang selalu saja ada hal yang dibahas Fitri untuk menghidupkan suasana hening tersebut.
“ Ke Mall saja Kak”. Senyum Fitri.
“ Cece mau beli apa??? “. Tanya Sean lagi.
“ Mau beli laptop”. Senyum Fitri sambil membayangkan laptop impiannya, sudah lama sekali dia tidak berseluncur dengan dunia maya dan meretas akun-akun. Padahal kala itu Fitri sudah mendaftar untuk ikut lomba hacker sedunia tapi semua gagal karena dia kabur.
“ Laptop???”. Tanya Sean bingung
Bersambung....