Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 82. S2


SELAMAT MEMBACA..........


Jet yang ditumpangi Myron dan yang lainnya mendarat di Bandara, Internasional China. Karena kekuasaan dan ketenaran Fillipo dan Mars, sehingga bisa masuk ke Negara tersebut tentunya dengan izin yang berlaku.


"Kita langsung menyerang".


"Baik Kak".


"Baik Tuan".


Beberapa mobil hitam datang menjemput mereka di Bandara. Ketidaksabaran terlihat jelas diwajah Myron, Zehemia dan Zehekiel. Mereka tak sabar bertemu dengan gadis yang sudah lama menghilang itu. Dunia mereka serasa runtuh dan hancur berkeping-keping ketika harus mengingat Zevanya yang menghilang tanpa jejak.


Mobil-mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi. Rumah mewah Dave terletak jauh dari bangunan lainnya. Dia membangun rumah di kawasan elit yang hanya ada rumahnya. Kawasan itu dijaga dengan ketat oleh tentara China. Karena Ayah Dave, adalah penjabat di Negara tersebut yang sangat dihargai. Oleh sebab itu Dave pun mendapatkan penghormatan yang sama.


Tidak sembarang orang bisa masuk kedalam kawasan itu. Ada peraturan yang dijaga dengan ketat oleh mereka.


Sampai dikediaman Dave. Myron langsung turun diikuti oleh yang lainnya. Langkahnya lebar dan tak sabar.


"Selamat siang Tuan. Anda yang bisa kami bantu?". Tanya salah satu pengawal berbaju hitam.


"Dimana Tuan kalian?". Tanya Myron tajam.


"Maaf Anda siapa?". Pengawal itu menatap penuh selidik. Terlihat dari wajah mereka, mereka bukan warga kebangsaan China.


"Serang".


Mereka semua maju.


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Brakkkkkkkkkkk


Myron menendang secara paksa gerbang rumah milik Dave. Mereka saling tembak menembak. Dean dan Zehekiel terlihat ahli menembak. Begitu juga dengan Myron. Pistol yang diberikan Zevanya benar-benar mampu menghabisi nyawa mereka.


Dor dor dor dor dor dor dor


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Suara teriakkan kesakitan dan bunyi benda berjatuhan masih saling bersahutan disana.


Dor dor dor dor dor dor dor


⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️


Didalam mobil.


Kenzie dan Zoalva tak bergerak. Mereka sempat terkejut melihat keberanian Myron yang langsung menyerang rumah mewah itu.


"Kak bagaimana mereka bisa mendapatkan izin?". Tanya Zoalva heran.


"Tentu saja dengan kekuasaan Fillipo dan Mars. Mereka kan paling disegani dan ditakuti". Jawab Kenzie


"Ayo kita keluar".


Mereka berdua juga keluar dari mobil dan ikutan menyerang. Kenzie ingin dia yang menemukan Zevanya dan langsung membawa gadis itu pergi.


Dor dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor dor


Kenzie dan Zoalva juga menebak para penjaga dan tentara yang berjaga disana. Darah bersimbahan dimana-mana. Mayat manusia juga berserakkan seperti sampah. Rumah mewah itu seketika terlihat pecah dan berantakan.


"Masuk".


Mereka semua masuk. Dan langsung naik keatas mencari keberadaan penghuni rumah mewah tersebut.


"Angkat tangan".


Aron, Kenny dan Grace yang tengah asyik memadu kasih diatas ranjang terkejut.


"Kalian". Pekik Aron.


Kenny dan Grace langsung menutupi tubuh polos mereka dengan dengan selimut tebal.


"Grace". Ucap Zehemia dan Zehekiel bersamaan.


"Kenny". Dean menggeleng tak percaya.


Sementara Myron hanya diam tanpa ekspresi. Rasanya Myron ingin muntah melihat permandangan itu. Apalagi dia sempat melihat Aron meremes dua bukit kembar Grace sementara bibirnya saling membelit dengan Kenny.


Brakkkkkkkkkkk


Kenzie dan Zoalva juga masuk kekamar Aron.


"Zo".


"Zehem, Kiel, Kak Myron".


Mereka semua menatap Aron, Kenny dan Grace.


"Aron, dimana Zevanya?". Tanya Myron tajam.


"Aku tidak tahu".


"Tangkap mereka". Perintah Myron


"Baik Tuan".


"Lepaskan". Kenny dan Grace memberontak. Apalagi mereka tidak memakai baju hanya selimut yang menutupi tubuh polos mereka.


Kenzie mendekati Aron yang tangannya dipegang oleh anak buah Myron.


"Katakan padaku, dimana Zevanya?". Kenzie mencengkeram dagu Aron dengan kasar "Katakan brengsekkkk?". Bentak Kenzie.


"Aku tidak tahu". Kilah Aron.


Myron juga maju. Dia menatap Aron dengan tajam.


Srettttttttttttttttttttttt


"Arghhhhhhhhh". Pekik Aron.


Myron menurih wajah Aron dengan belati disaku jasnya. Darah segar mengalir diwajah Aron.


"Bawa mereka ke Markas".


"Baik Tuan".


Anak buah Myron membawa Kenny, Grace dan Aron pulang ke Amerika. Menyekap mereka di Markas Black Glorified dan Lion Killer 2.


"Ayo kita cari mereka".


Myron, Kenzie, Zehemia, Zehekiel, Dean dan Zoalva mencari keberadaan Zevanya. Keenam pria itu mengobrak-abrik rumah mewah Dave. Mencari dimana Dave dan Zevanya.


Namun mereka tak menemukan apapun, selain mayat para pelayan dan anggota Dave yang berserakkan dimana-mana


"Arghhhhhhhhh, sialll". Umpat Myron mengusar rambutnya kasar


"Dimana mereka?". Zoalva juga tampak frustasi.


"Cepat retas rekaman CCTV nya".


"Baik". Zehekiel mengambil laptop nya.


"Biar aku saja". Kenzie merampas laptop itu dari tangan Zehekiel. Tanpa peduli dengan tatapan membunuh Zehekiel.


Kenzie mengotak-atik laptopnya dengan cepat. Dia harus mencari dimana gadisnya itu. Tidak boleh, tidak boleh terjadi sesuatu pada Zevanya.


"Sial, sengaja tidak dipasang CCTV". Umpat Kenzie kasar.


"Apa yang harus kita lakukan??". Dean menghela nafas kasar "Kemana lagi kita harus mencari Zevanya?".


"Kita atur strategi. Dave orang yang licik. Dia selalu bisa membaca situasi. Dia pasti sudah tahu jika kita akan menyerangnya". Ujar Kenzie meletakkan laptop Zehekiel.


"Kita akan sama-sama mencarinya". Myron menatap Kenzie "Bantu kami". Ucapan Myron terdengar seperti permohonan. Setidaknya Kenzie memiliki banyak akses untuk menemukan Zevanya.


"Tanpa kau minta aku akan mencarinya". Sahut Kenzie dingin.


"Triple L". Myron memanggil ketiga Mutan itu.


"Iya Tuan". Ketiga Mutan itu maju menghadap Myron.


"Lacak keberadaan Zevanya". Tintah Myron.


"Maaf Tuan. Kami tidak bisa melacak keberadaan Nona. Sepertinya kalung yang dipakai Nona sudah dibuang oleh Tuan Dave".


Rahang Myron langsung mengeras. Wajahnya merah dan nafasnya memburunya.


"Brengsekkkk". Myron memukul meja hingga pecah.


Sementara Kenzie hanya diam tanpa ekspresi. Sebenarnya Kenzie tidak suka suasana seperti ini. Jika saja bukan karena Zevanya, dia pasti sudah menyerang Myron dan Zehemia. Namun dia tidak mau tindakan nya itu membuatnya sulit menemukan Zevanya.


"Aku khawatir kondisi nya". Semua orang menatap Kenzie.


"Kondisi?". Tanya mereka serentak.


"Kondisi siapa?". Sambung Myron.


"Zevanya". Sahut Kenzie singkat.


"Ada apa dengannya?". Tanya Zehemia "Katakan Kenzie. Ada apa? Apa aku merencanakan sesuatu juga untuk membunuhnya? Apa kau juga akan merebutnya dari kami?". Cecar Zehemia sedikit berteriak pada Kenzie.


"Kak". Zehekiel menenangkan Kakaknya.


Kenzie terdiam tanpa ekspresi dia tidak terganggu dengan teriakkan Zehemia.


"Jangan bilang kalian tidak tahu tentang penyakit Zevanya?".


"Penyakit?". Beo mereka.


Zoalva menatap kearah Kenzie. Berarti selama ini Kenzie tahu siapa Zevanya? Pantas saja setiap kali membicarakan Zevanya pria itu terlihat begitu bahagia.


"Penyakit apa Kak? Berarti selama ini Kakak tahu siapa Zeva?". Cecar Zoalva.


Semua menatap Zoalva. Sekarang mereka semua tahu bahwa Zoalva adalah anggota Mafia Cut Silent. Mereka memang tidak akrab dengan Zoalva.


"Dia menderita kanker jaringan lunak".


Deg


Seluruh tubuh Myron terasa membeku. Begitu juga dengan Zehemia dan Zehekiel. Sedangkan Dean langsung terduduk. Zoalva menutup mulut tak percaya.


"Apa maksudmu Kenzie?". Zehemia menarik kerah baju Kenzie.


"Kakak macam apa dirimu yang tidak tahu kondisi adiknya?". Ledek Kenzie menghempaskan tangan Zehemia dengan kasar "Harusnya Minggu ini dia melakukan kemoterapi. Kondisinya melemah, dia sering mimisan dan merasakan sakit diseluruh tubuhnya".


Myron tersungkur dilantai. Pria itu menangis sepuasnya sambil berteriak histeris. Dia tidak pernah tahu penderitaan Zevanya. Gadis itu selalu terlihat baik-baik saja dengan senyum yang membuat semua orang tak bisa melihat luka dimatanya.


Bersambung......


LoveUsomuch ❤️