
Fitri mengerjab-ngerjabkan matanya, setelah menemani sang kakak begadang dengan urusan kantornya diri begitu lelah hingga tertidur dan terbangun sudah berada didalam kamar mewahnya.
“ Kapan aku pindah??”. Gumam Fitri bingung.
“ Ahhh ini pasti ulah Kak Sean”. Ucap Fitri lagi,
Tidak lupa ritual paginya, melipat kedua tangannya dan berdoa mengucap syukur atas kebaikkan Tuhan yang masih memberinya umur panjang. Fitri berjanji pada dirinya akan selalu kuat dan tidak akan menangis hanya karena rasa sakitnya, sebisa mungkin ia akan tetap tersenyum.
Setelah berdoa, Fitri segera membersihkan diri nya kekamar mandi. Setelah mandi dia langsung memakai pakaian yang sudah disediakan oleh Daddynya. Pakaian branded yang harganya hampir ratusan juta itu memenuhi lemari kamarnya dan bahkan hampir tak terhitung jumlahnya.
“ Ternyata Daddyku orang kaya”. Ucap Fitri cekikikan sambil tertawa sendiri, lalu dia mengambil salah saju dress berwarna nude dengan panjang seulut dan lengannya sampai kesiku. Sungguh dress itu pas ditubuh munggilnya dan membelut dengan indah tubuh rampingnya. Tidak lupa juga Fitri menaburkan beberapa bedak tipis diwajahnya, dan sedikit lipstick berwarna merah agar bibirnya tidak terlihat pucat. Setelah memakai pakaian lengkap, Fitri langsung turun kebawah dengan wajah berseri. Disana sudah ada Daddy Sam dan Kak Sean
“ Pagi semua”. Panggil Fitri. Sam dan Sean langsung mengarahkan pandangan kearah suara, mata mereka langsung terbelalak tak berkedip saat menyadari putri kecil mereka bisa tumbuh menjadi gadis secantik itu bahkan bisa dibilang sangat cantik dan terlalu cantik
“ Pagi juga sayang”. Balas Sam
“ Pagi juga Cece nya kakak”. Senyum Sean
Fitri menghampiri kedua pria hebatnya itu.
“ Hmmmm kayaknya enak nihhh”. Ucap Fitri sambil mengendus-ngenduskan hidungnya
“ Tapi kan Daddy. Fitri tidak boleh makan makanan yang seperti ini”. Cemberut Fitri dengan wajah memelasnya. Dan itu terlihat sangat imut.
“ Sudah boleh sayang. Paman David sudah mengizinkannya Fitri makan makanan yang seperti ini”. Sahut Sam sambil tersenyum melihat wajah cemberut putrinya itu
“ Benarkah Dad?”. Wajah Fitri langsung cerah kembali.
“ Ayo dimakan sayang”. Sean mengambilkan makanan untuk adik tercintanya.
“ Terima kasih kakakku paling tampan sejagat raya”. Senyum manis Fitri sambil mengambil piring yang diberikan Sean padanya.
Fitri menyantap makanan itu dengan begitu lahap, seolah-olah sudah lama dia tidak makan.
“ Pelan-pelan sayang”. Sam mengelus pundak Fitri
“ Fitri sangat lapar Dad”. Ucap Fitri dengan mulut yang penuh dengan makanan. Terlihat sangat imut dan menggemaskan. Sam dan Sean tertawa melihat tingkah lucu Fitri. Mereka tertawa sampai terpingkal-pingkal, yang ditertawakan malah terdiam seperti tak berdosa dan malah melanjutkan makannya.
“ Makan yang pelan Ce, tidak ada yang akan merebut makananmu”. Ucap Sean. Fitri hanya mengangguk pelan dan menyelesaikan makannya dengan cepat.
“ Kak Sean, Fitri boleh ikut ke kantor. Fitri bosan dirumah”. Mohon Fitri
“ Sayang, kau belum sepenuhnya pulih”. Tegur Sam
“ Dad, please”. Ucap Fitri dengan mengeluarkan puppy eyes nya. Kalau sudah begini siapa yang bisa menolaknya.
“ Aissshhhh, kau ini tahu saja kelemahan Daddy”. Seru Sam sambil menoel hidung Fitri.
“ Ayo Ce”. Ajak Sean sambil mengandeng tangan Fitri dengan wajah senyumnya.
“ Thanks God”. Senyum Sam saat melihat kedua buah hati nya yang begitu bahagia
Para pelayan yang di Mansion mewah itu, turut merasa bahagia akhirnya keluarga yang sudah hampir mati 21 tahun yang lalu hidup kembali dengan keadaan bahagia. Bahkan para pelayan tak pernah melihat senyum diwajah Sam dan Sean, kedua nya hanya menatap dengan tatapan dingin satu sama lain dan bahkan jarang sekali mereka saling sapa atau sekedar membahas sesuatu. Keluarga yang terkenal dingin itu bahkan tak jarang mereka saling mengacuhkan dan bahkan tak ada sama sekali pembincangan diantara mereka. Namun kini keluarga itu kembali hangat.
Diperjalanan menuju kantor Sean. Fitri terus saja mengajak sang kakak untuk berbicara dengan membahas sesuatu yang tidak terlalu penting.
“ Hmmm. Kak nanti Fitri boleh bantu kakak. Biar pekerjaan kakak cepat selesai dan kita bisa jalan-jalan”. Sumringah Fitri dengan senyum ceria dan bahagianya. Sean mengacak rambut adiknya gemas.
“ Emang bisa???”. Tanya Sean menggoda Fitri. Sean belum tahu kemampuan adik imutnya ini.
“ Tentu saja”. Sombong Fitri. Sean hanya terkekeh sambil kembali mengacak rambut Fitri dengan gemes dan ingin sekali mengigit pipi adiknya itu.
“ Seandainya kau bukan adikku, maka sudah dinikahi kau,, hahha”. Batin Sean
Sang supir yang memperhatikan interaksi kakak beradik itu hanya tersenyum menimpali. Sungguh ia sudah lama sekali ingin melihat senyum indah diwajah Sean. Ya sopir itu adalah Adam, seseorang yang pernah membawa Sean dan Shellena ke Korea dan akhirnya mereka kehilangan Shellena kala itu. Adam sangat mengerti dan tahu bagaimana sulitnya perjalanan hidup Sean yang selalu saja menyalahkan dirinya atas kehilangan Shellena kecil.
Sampai disebuah gedung pencakar langit. Gedung yang memiliki tinggi sampai 100 lantai itu didesain dengan sedemikian rupa. Gedung itu berdiri kokoh dan megah bak istana kerajaan. Didalam gedung itu juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas, seperti caffe kecil yang biasa digunakan Sean untuk meeting jika bosan diruang meeting serta restaurant mewah yang meyajikan semua makanan mahal disana, Sean sengaja melengkapi perusahaannya dengan restaurant agar ketika jam makan siang para pegawai tak perlu repot-repot keluar dan mereka bisa makan siang direstourant tersebut.
Semua mata tertuju pada mereka berdua. Layaknya menyambut Pangeran dan Putri yang hendak melangsungkan resepsi pernikahan. Senyuman diwajah Sean tak pernah pudar. Senyuman yang selama ini tak pernah dilihat siapapun termasuk pegawai kantornya. Sean mengandeng tangan Fitri dengan erat, seakan tak ingin dilepaskan tangan adiknya itu.
“ Selamat pagi Tuan”. Sapa beberapa karyawan saat Sean dan Fitri berjalan melewati mereka. Namun Sean tetaplah Sean meskipun sedang bahagia dia tidak akan merespon sapaan dari para pengawainya.
“ Pagi juga semua”. Senyum Fitri membalas dan menyapa karyawan yang mereka lewati.
“ Pagi Nona”. Sapa yang lainnya juga.
“ Pagi, selamat bekerja yaaaa”. Balas Fitri lagi dan tidak terasa mereka sudah sampai dilift.
“ Siapa gadis itu, cantik sekali?”. Ucap salah satu karyawan
“ Apa itu kekasih Tuan Sean?”. Tanya yang satunya
“ Dia baik, cantik, ramah dan juga sopan”. Seru yang lain
“ Cocok dengan Tuan Sean”. Tambah yang lain
“ Baru kali ini aku melihat Tuan Sean tersenyum seperti itu. Ternyata Tuan Sean itu sangat tampan”. Lanjut yang lainnya.
“ Ahhhh, tapi aku sudah patah hati duluan. Ternyata Tuan Sean sudah memiliki kekasih, huhuhu”. Ungkas yang lainnya
Bersambung.....