
SELAMAT MEMBACA......
Semua orang disibukkan dengan pesta pernikahan, dari lima pasang pengantin sekaligus.
Dhanny dan Pearce.
Zean dan Luna
Zaen dan Elizabeth
Sean dan Christy
Yoshua dan Candy
Yoel dan Zoe.
Pernikahan mewah itu digelar disalah satu hotel terbesar di New York Amerika Serikat. Pernikahan massal dimana lima pasang pengantin akan meresmikan hubungan mereka.
Raut wajah bahagia tercetak diwajah mereka, kecuali Sean dan Yoshua. Kedua pria ini, memang keberatan dengan pernikahan dadakan yang diadakan oleh kedua orang tua mereka.
Yoshua sempat protes dengan keputusan David dan Athala, apalagi mengingat kondisi Candy yanh belum stabil setelah melakukan kemoterapi, namun desakkan mereka tak mampu membuat Yoshua melawan perintah kedua orangtuanya.
Fitri, wanita cantik itu tampak bahagia melihat ketiga Kakaknya sudah menikah. Keinginan nya terwujud, sebelum pergi. Setidaknya ada kesempatan yang Tuhan berikan padanya.
"Selamat, Kakak-kakakku". Fitri naik keatas pelaminan dan merentangkan tangannya, memeluk ketiga pria kembar itu.
Gleeeppppppppp
Ketiganya memeluk Fitri secara bersamaan. Keempat saudara itu saling memeluk dengan Isak tangis. Terutama Sean, pria yang satu ini terlihat begitu sedih harusnya dia bahagia dihari pernikahan yang dinantikan oleh semua orang.
"Sttt, Kak Sean jangan menangis, mau nanti air mata Kakak kering". Celetuk Fitri sambil menyeka air mata Sean.
"Ce.....".
"Kak sudah waktunya Kakak bahagia, cintai Kak Christy dengan tulus. Dia adalah wanita yang baik. Jika Kakak tidak mau, nanti Fitri rekomendasi kan saja Kak Christy dengan Kak Arthur". Celoteh Fitri membuat Sean tersenyum lebar mendengar ucapan adiknya.
"Iya Ce".
Christy terharu melihat hubungan Kakak adik yang terlihat akur dan saling menyanyangi satu sama lain itu.
"Kak Zaen, selamat ya. Jaga Kak Eliza dengan baik". Pesan Fitri.
"Iya sayang". Zaen memeluk Fitri.
"Kak Zean". Fitri mengulurkan tangannya kearah Zean supaya ikut memeluknya.
Zean tersenyum dan ikut memeluk keduanya. Sean juga ikut memeluk ketiga saudaranya.
Fitri beralih pada Luna, Christy dan Elizabeth.
"Hai para Kakak Iparku, peluk". Ketiga wanita cantik itu bersamaan memeluk Fitri.
"Aku titipkan mereka bertiga ya". Fitri melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat.
Fillipo geleng-geleng kepala melihat tingkah menggemaskan istri kecilnya.
"Terima kasih Fitri". Sahut ketiganya kompak.
"Pelan-pelan sayang jalannya". Tegur Fillipo, saat Fitri berjalan kearah Dhanny dan Pearce.
Fitri tersenyum melihat wajah kesal suaminya yang justru terlihat cemberut.
"Kak Dhanny, Pearce". Fitri memeluk kedua orang itu secara bergantian "Selamat ya". Ucapnya.
"Terima kasih Fitri".
"Terima kasih Kakak Ipar". Senyum Pearce
"Selamat Pearce".
"Terima kasih Kak".
"Jaga adikku dengan baik. Jangan pernah menyakiti nya". Peluk Fillipo pada Dhanny.
"Siap". Balas Dhanny memeluk Fillipo.
"Hai Kak Yoel, Kak Yosh". Fitri beralih dipelaminan Yoshua dan Yoel.
"Fitri". Sapa keduanya kompak.
" Selamat Kakak kembar dan Partner kerjaku". Ucap Fitri cekikikan saat mengingat dulu Yoshua dan Yoel berjuang mengikuti kegilaan.
"Cih, kau masih ingat rupanya". Sindir David.
"Aku sedang tidak berbicara dengan mu Paman". Cibir Fitri tak mau kalah.
Fillipo terkekeh, menjadi hiburan tersendiri saat Fitri dan David berdebat.
"Terima kasih Fitri".
"Hai Dokter Zoe". Fitri juga memeluk Zoe "Selamat ya". Balas Zoe.
"Terima kasih Nona". Balas Zoe.
Semua orang terlihat berbahagia. Para pria yang dulunya jomblo dan sibuk dengan pekerjaan dan dunia Mafia, kini menikah dan memiliki istri serta kehidupan sendiri. Tak pernah terbayang dibenak para Mafia itu bahwa mereka akan menikah, ada diantara mereka yang awalnya memutuskan untuk melanjang seumur hidup, namun nyatanya takdir Tuhan berkata lain.
Leo, Edward, Willy, Nial, Boy dan Alvian para asissten setia itu juga terlihat bahagia karena akhirnya para Tuan mereka yang kejam dan tak kenal belas kasihan itu, berubah saat mengenal cinta. Tak terbayangkan ketua Mafia terkejam seperti Fillipo, bucin setengah mati pada istri kecilnya.
Fillipo dan Fitri kembali kekamar mereka dan beristirahat. Fillipo merasakan hal yang tidak beres pada tubuhnya, seperti pusing dan ingin muntah.
"Hoek Hoek Hoek". Fillipo langsung menuju kamar mandi.
"Kakak". Fitri khawatir "Kakak kenapa?". Tanya Fitri panik.
"Tidak tahu sayang, rasanya perutku seperti dikocok-kocok, Hoek Hoek". Fillipo masih muntah-muntah.
Fitri semakin panik lalu menyuruh pelayan agar membuatkan Fillipo teh manis.
Esok paginya, Fillipo kembali merasakan mual-mual dan muntah.
"Kak kita ke Dokter saja ya, aku khawatir padamu". Saran Fitri dengan wajah sendu dan sedihnya.
Fillipo mengangguk lemah. Mereka menuju rumah sakit diantar oleh Leo sang Assisten setianya.
"Dokter bagaimana keadaan suami saya?". Tanya Fitri pada salah satu dokter saat selesai memeriksa keadaan Fitri
Dokter tersebut tersenyum menatap dua pasangan suami istri yang sedang buming diperbincangkan dan menjadi pusat perhatian semua orang di dunia termasuk Negara ini.
"Selamat ya Nona". Senyum dokter tersebut.
"Selamat?". Beo Fitri dan Fillipo.
"Iya Nona, anda hamil memasuki Minggu keempat. Jadi anda harus jaga kesehatan anda ya. Makan teratur dan istirahat teratur, tidak boleh lelah atau banyak pikiran itu bisa berefek pada janin dikandungan Nona".
Fillipo dan Fitri sama-sama terdiam, dan saling melihat. Mata keduanya berkaca-kaca.
"S-sayang".
"Kakak".
Lalu keduanya berpelukan sambil tangis bahagia "Terima kasih sayang". Fillipo menghujani wajah Fitri dengan ciuman bertubi-tubi.
Dokter itu tersenyum simpul melihat dua pasangan suami istri yang tengah bahagia menerima kabar gembira.
"Tapi Dok, saya yang hamil kenapa suami saya yang muntah-muntah?". Tanya Fitri heran
Lagi-lagi sang Dokter tersenyum "Itu karena suami anda sangat mencintai anda Nona". Jelas sang Dokter.
Kabar gembira itu telah tersiar diseluruh keluarga Wilmar dan Ranlet Flint. Kebahagiaan menyelimuti keluarga mereka.
Mereka tidak tahu saja, jika kehamilan Fitri sangat berisiko untuk wanita berusia 22 tahun ini. Mereka terlalu bahagia sehingga melupakan kondisi Fitri. Namun, tidak dengan Fitri. Wanita ini selalu tahu kondisi dirinya. Fitri memang sengaja tidak mengatakan pada siapapun kondisi tubuhnya. Dia ingin memberikan keturunan untuk sang suami.
Kabar lain juga terdengar, dimana Luna, Pearce, Dea, Christy, Elizabeth, Candy, dan Zoe juga hamil dibulan pertama pernikahan mereka. Semakin menambah kebahagiaan dilingkungan keluarga tersebut. Seperti sudah berjanjian, menikah bersamaan dan hamil juga bersamaan. Jika lahir mungkin akan penuh Mansion mewah Sam.
Fillipo menjadi suami yang siap siaga 24 jam, bahkan pria posessif ini tidak meninggalkan istrinya sama sekali. Dia mengontrol semua hal tentang istrinya. Termasuk kesehatan kandungan Fitri.
Sean, Zean dan Zaen melakukan hal yang sama terhadap para istrinya. Namun tidak seposessif Fillipo. Kadang mereka jengkel menatap kemesraan adiknya, padahal mereka juga bisa tapi entah kenapa selalu kalah dengan Fillipo yang bucinnya tingkat dewa tersebut.
Mars dan Merry, juga bersiap-siap, karena kandungan Merry semakin membesar membuat Mars juga menjadi suami yang siaga.
Dea dan Lucas, juga sedang mengurus dengan baik kehamilan Dea. Bahkan Lucas tak mau jauh dengan istrinya tersebut.
Begitu juga dengan Dhanny dan Pearce, Dokter yang satu ini sampai membawa istrinya kerumah sakit supaya bisa mengontrol istrinya setiap waktu
Yoshua dan Yoel juga tak kalah siaga dari mereka. Kedua pria kembar ini tampak kompak menjaga para istrinya.
Namun tetap Fillipo dan Fitri pemenang couple goals nya. Kedua calon orangtua ini, selalu membuat orang jenggah dan iri dengan keromantisan nya.
"Jaga diri kalian baik-baik didalam perut Mommy sayang! Kalian lah nanti yang akan menjaga Daddy saat Mommy sudah pergi". Fitri mengelus perutnya tak terasa air mata jatuh dipelupuk matanya
Harusnya Fitri bahagia, tapi entah kenapa dia sangat takut? Dia ingin melihat buah hatinya tumbuh dalam kasih sayangnya. Fitri berharap Tuhan memberinya sedikit waktu lagi.
Semakin hari kondisi Fitri semakin menurut, namun Ibu hamil tersebut sangat pandai menyembunyikan rasa sakitnya. Diam-diam Fitri meracik obat agar daya tahan tubuhnya kuat, tentu saja obat racikkannya tidak berbahaya untuk kandungannya. Jika kemoterapi atau mengkonsumsi obat dari dokter kemungkinan besar akan berbahaya untuk kandungannya.
**Bersambung......
Nikah bareng-bareng. Hamil bareng-bareng. Lahirannya bareng juga nanti😂
Yuk ikuti terus kisa mereka.
GBU...
LoveUall**