Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 119.


SELAMAT MEMBACA.....


Sementara disebuah ruangan transparan seorang pria tengah mengamuk, ia melempar semua barang-barang yang ada didepannya.


"Arghhhh, brengsekkkk". Pekiknya dengan teriakan-teriakan keras.


"Kenapa bisa gagal, apa saja kerja kalian?". Bentak nya lagi.


"Ma-maaf Tuan". Beberapa anak buahnya menunduk.


Rahang pria itu mengeras menahan emosi, tangannya sudah terkepal. Misi nya gagal untuk menghancurkan Markas Black Glorified dan Lion Killer, malah ia sendiri kabur dimedan perang itu karena ternyata mereka cukup kuat.


Cekreekkkk


Suara pintu terbuka, segera ia mengalihkan pandangan kearah pintu masuk.


Tampak seorang pria masuk dengan wajah dinginnya, tangan ia masukkan kedalam saku celana kiri dan kanannya. Jangan lupakan tatapannya yang begitu tajam seakan siap menembak para mangsanya.


"Kapan kau kembali?". Tanya pria itu saat melihat sang Dokter datang dan masuk kedalam ruangannya.


"Apa itu perlu kujawab?". Ketus Dhanny ya pria itu adalah Dhanny. Saat mendengar Black Shinee gagal menyerang Markas Black Glorified, ia memutuskan terbang ke Amerika. Padahal di Indonesia dirinya sedang menyusun rencana.


"Bagaimana bisa gagal? Bukankah kau menggunakan senjata terbaru keluaran Rusia?". Gertak Dhanny dengan tatapan dingin.


"Cih, kau hanya bisa terus memarahiku, kenapa tidak kau sendiri yang turun tangan?". Cibir pria yang bernama Mars, ya pria itu adalah Mars, ketua Mafia Black Shinee dan kawan ranjang Dea Eka Putri.


"Jangan lupakan rencana kita". Ketus Dhanny "Aku bisa saja ikut menyerang mereka bersamamu, tapi kau tahu bukan bahwa tidak ada yang tahu identitas ku. Jika aku ikut menyerang itu sama saja aku memasukkan diriku sendiri ke kandang buaya". Jawab Dhanny dengan nada dinginnya.


"Ck". Pekik Mars "Bagaimana dengan Dea, apa dia sudah memulai rencananya?". Tanya Mars.


"Sudah". Singkat Dhanny "Hanya saja tidak semudah itu bisa masuk, bisa-bisa mereka curiga dan mencelakai nya". Jawab Dhanny. Terdengar nada khawatir diucapan Dhanny, bagaimana pun Dea adalah adiknya. Sebenarnya ia tidak tega menjadikan Dea sebagai pion dalam rencananya, hanya saja tidak ada cara lain lagi selain mengorbankan Dea. Karena Dhanny akan melakukan apapun untuk mendapatkan Fitri.


Brakkkkkkkkkkk


Pintu dibuka dengan paksa. Dhanny dan Mars mengarahkan pandangan kearah pintu.


"Ada apa Nial?". Tanya Mars menatap kearah assistennya.


"Maaf, Tuan ada yang membobol sistem keamanan kita". Ucap Nial melapor kan.


"APA?". Pekik Dhanny dan Mars bersamaan.


"Bagaimana bisa Nial?". Sentak Mars.


"Ada hacker yang meretas dan mengambil kembali data kita Tuan". Jawab Nial.


Rahang Mars mengeras, tangannya terkepal bahkan menampakkan buku-buku tangannya juga terlihat memutih.


"Kita keruang IT". Tegas Dhanny.


Mereka segera menuju ruang IT. Dimana disana suasana tampak tegang, beberapa IT ahli yang disewa oleh Dhanny dan Mars tampak berkeringat dingin. Diwajah mereka tersirat kekhawatiran dan cemas, serta panik. Bagaimana mungkin sistem keamanan mereka bisa jebol dan diretas oleh orang lain. Padahal mereka sudah membuat keamanan yang tidak bisa diretas oleh siapapun kecuali mereka sendiri.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Sedangkan ditempat lain, tepatnya diruang perawatan tampak seorang gadis tengah memangku laptopnya dengan santai. Tangan kirinya terpasang selang infus.


Disekitarnya ada dua wanita dan tiga pria yang juga tengah duduk didepan mereka masing-masing ada laptop serta earphone yang terpasang dikedua telinga mereka.


Mereka juga bahkan bingung apa yang harus mereka lakukan. Sementara gadis yang meminta mereka hanya duduk santai sambil memakan cemilan.


"Shellena".


"Fitri Paman". Ralat Fitri.


"Iya Fitri". Ucap David jengkel "Kau menyuruh kita memegang laptop tapi tidak menyuruh melakukan apapun?". Tanya David dongkol. Bagaimana tidak, dia harus dibuat repot oleh gadis itu yang memintanya menyiapkan lima laptop diruang perawatan nya. Bahkan ia diancam jika tidak mengikuti maka, ia akan meledakkan Mansion David. Sungguh gadis ini membuat David pusing tujuh keliling.


"Diam Paman! Aku sedang konsentrasi". Gerutu Fitri "Aku sedang menyusun strategi dan membuat virus baru, agar bisa masuk kedalam sistem keamanan mereka. Ini demi menyelamatkan perusahaan Ayah dan Daddy". Jelas Fitri tanpa mengalihkan pandangannya kearah mereka.


Yoshua dan Yoel hanya bisa mengikuti keinginan Fitri. Meskipun mereka sebenarnya bingung, untuk apa gadis itu meminta mereka memegang laptop.


Begitu juga dengan Luna dan Pearce mereka hanya bisa menatik nafas dalam, mengikuti kegilaan Fitri. Tentu saja mereka pusing, IT bukanlah keahlian mereka.


"Kalian mendekatkan kesini. Bawa laptop masing-masing". Perintah Fitri.


Mereka hanya menurut, meskipun didalam hati mereka sudah mengucapkan berbagai umpatan, terutama David yang benar-benar kesal. Jadwal operasinya harus tertunda gara-gara permintaan aneh Fitri.


Takkkkkk


Mereka menekan tombol enter bersamaan. Dalam sekejap semua data perusahaan yang hilang itu berada di laptop mereka masing-masing.


Bola mata mereka membulat sempurna, Luna dan Pearce bahkan tercenggang melihat data perusahaan tiba-tiba ada dilaptop mereka. Begitu juga dengan Yoshua dan Yoel, bahkan David berkali-kali mengucek matanya untuk memastikan apakah benar data perusahaan itu ada dilaptopnya?.


"Tekan loggin". Perintah Fitri dan mereka kembali melakukannya.


"Kalian tetap stay dan tunggu perintahku".


Fitri kembali menyerang mereka dengan virus yang baru saja ia ciptakan.


Senyum mengembang dibibirnya saat ia berhasil membobol sistem keamanan disana.


"Ck, Kak Lucas dan Kak Zaen payah. Menyelesaikan hal seperti ini saja tidak bisa". Gerutu Fitri. David dan yang lainnya hanya bisa menelan Saliva kasar. Mereka tidak mengerti IT.


"Baiklah, siap terima kekalahan mu Kak Dhanny". Fitri cekikikan sendiri seperti orang gila yang kehabisan obat. Sementara mereka hanya bisa menghela nafas sambil geleng-geleng kepala. Lama-lama bisa gila mengikuti keinginan Fitri.


Ditempat lain..


"Dam ****". Umpat Mars.


"Kenapa bisa masuk sistem ke keamanan kita?". Pekik Dhanny saat melihat layar komputer itu, dimana semua data yang mereka hilang tak berjejak.


"Cepat lacak keberadaannya!". Perintah Dhanny.


"Baik Tuan". Sahut sang IT


"Ada email masuk Tuan". Ucap sang IT.


"Tunjukkan perintah Dhanny!".


"Kenapa kemampuanmu hanya segitu Tuan! Ck, kau payah sekali. Buatlah sistem keamanan yang lebih sulit, kau tahu virus ku masuk begitu mudah, ahhh tidak asyik karena tidak menantang". Isi dari email itu.


"Sial". Umpat Dhanny "Cepat lacak siapa yang melakukannya!". Pekik Dhanny lagi


"Ada apa?" Mars juga ikut melihat ke layar komputer. Matanya membola saat melihat layar komputer itu.


Tut Tut Tut Tut


Komputer mati dan terdapat garis-garis putih, dalam sekejap komputer mahal itu keluar asap semua data hilang tanpa sisa.


"Bagaimana bisa?". Tanya Mars tak percaya.


"Maaf Tuan, sepertinya kita tidak bisa melakukan penyerangan balik. Semua data perusahaan kita juga hilang tanpa sisa". Jawab sang IT menunduk kan kepalanya takut.


"Aku tidak mau tahu, lakukan sesuatu untuk mengambilnya kembali". Bentak Mars "Cepat lakukan". Perintahnya lagi.


"Buat sistem keamanan baru, pastikan mereka tidak bisa meretasnya. Aku yakin, ini pasti ulah Zaen". Geram Mars sambil mengepalkan tangannya.


"Maaf Tuan, semua investor mencabut saham mereka. Kita juga diminta menganti rugi uang yang sudah mereka investasi kan pada kita". Jelas Nail.


"Arggh, sial". Mars menarik rambutnya frustasi.


"Sebaiknya kita susun rencana baru. Sepertinya tidak mudah kita mengalahkan mereka". Ucap Dhanny.


"Benar! Satu-satu adalah menculik gadis itu, agar mereka segera menyerah dan membiarkan kita menguasai wilayah timur". Ucapan Mars langsung mendapat tatapan tajam dari Dhanny.


"Jika kau berani menyentuhnya kupastikan kau takkan melihat hari esok". Ancam Dhanny dengan mata memerah.


"Ayolah Dhanny, aku tidak akan mencelakai nya. Aku hanya ingin memanfaatkan nya. Bukankah ini kesempatan untukmu merebut simpatik gadis itu. Aku berpura-pura menculiknya, dan kau berpura-pura menyelamatkan nya, lalu setelah itu kau bisa membawanya pergi dari sini". Jelas Mars sambil dengan seringai licik dimatanya.


Dhanny terdiam mencerna ucapan Mars. Dhanny menatap Mars dengan tatapan menyelidik, mereka berdua sama-sama licik dan akan melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan keinginan mereka.


**Bersambung.......


Ikuti ya Guys ......


GBU


LoveUall**.....