Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 34


" Kak sudahlah jangan menyalahkan dirimu begini!!! Jika memang kau mencintainya, kau harus berusaha menyakinkannya”. Ucap Dea yang melihat kondisi kakaknya bak mayat hidup. Dokter tampan itu sudah tak terawat, wajah yang dulunya berkarisam kini hanya kusut dengan mata sembab dan rambut berantakkan


“ Apa aku memang jahat De? Aku membunuh orangtuanya, bukan aku membencinya aku hanya ingin dia menjadi milikku seutuhnya tanpa ada orang lain yang berani merebut cintanya”. Tandas Dhanny frustasi dia beberapa kali mengacak rambutnya dengan kasar.


“ Kau memang salah kak. Wajar jika dia marah dan takut pada kakak. Kakak juga telah membohonginya”. Tutur Dea. Dhanny hanya terdiam mendengar penuturan adiknya itu


“ Jika aku berada diposisinya juga aku akan marah kak. Jadi kakak jangan terlalu menyalahkan diri kakak, Fitri hanya butuh waktu untuk merenungkan semuanya. Aku yakin suatu saat dia akan kembali lagi bersama kita”. Ucap Dea lagi. Dia melihat iba pada kakaknya yang tampak terlihat sangat frustasi tak ada semangat hidup diwajah tampan itu


“ Apa dia akan kembali De? Kau lihat kan kita sudah mencarinya sampai ke ujung dunia. Bahkan tak ada tanda-tanda dia akan ditemukan. Aku sangat khawatir padanya”. Tandas Dhanny, dia memijit kedua pelipis nya. Kepala nya terasa sangat sakit karena terlalu banyak menangis


“ Kita masih punya Tuhan kak. Aku yakin dia akan kembali”. Ucap Dea mencoba memberikan harapan pada kakaknya


“ Hahha, apa pantas aku menyebut Tuhan De. Aku adalah seorang pembunuh”. Ucap Dhanny sambil mengacak rambutnya dengan kasar. Dea hanya terdiam, percuma dengan bahasa apapun takkan bisa menghibur kakaknya itu. Cinta memang begitu, sanggup menghilangkan akal sehat, sanggup meremukan seluruh raga. Cinta memang indah kala merasakan bersama, namun cinta sangat menyakitkan kala perpisahaan datang begitu saja tanpa sebuah persiapan.


Wilmar Company Corp cabang Jerman.


“ Tuan, ada masalah dengan penjualan saham kita bulan ini. Penjualan turun 30% , dan mengakibatkan para investor menarik semua sahamnya Tuan”. Jelas Leo membacakan sebuah maff yang berisi berkas.


“ Segera adakan konfersi pers Leo. Aku akan membuat mereka kehilangan semuanya. Mereka ingin bermain-main denganku”. Tandasnya dengan nada mengancam


“ Baik Tuan”. Sahut Leo


“ Kau hubungi, Jason untuk mengurus perusahaan yang ada di Indonesia untuk sementara waktu, aku belum ingin kembali kesana”. Lanjutnya lagi


“ Baik Tuan”. Sahut Leo


“ Bagaimana perkembangan pencarian gadis itu?”. Tanyanya datar dan juga dingin raut wajah yang sangat sanggar


“ Belum ada Tuan”. Sahut Leo


“ Menurutmu dimana dia Leo?”. Tanya Fillipo lirih sudah tampak putus asa


“ Tuan, saya curiga jika Nona Fitri berada di Amerika”. Sahut Leo hati-hati


“ Bagiamana mungkin kau bisa berpikir begitu Leo, bahkan kita sudah mencarinya disana?”. Tanya Fillipo


“ Tuan, Nona Fitri pernah berkuliah disana saya yakin dia tahu banyak tentang Negara itu. Bukankah kita hanya mencari ditempat-tempat tertentu saja Tuan, tidak keseluruhannya”. Jelas Leo


“ Baik Leo!!! Kita akan kesana setelah masalah perusahaan selesai. Kau beritahu Lucas untuk meretas system keamanan disana. Suruh Dhanny untuk mencari detektif ahli supaya kita lebih mudah menemukan jejaknya!!!”. Tandas Fillipo


“ Baik Tuan!!! Kalau begitu saya permisi”. Sahut Leo. Langsung keluar dari ruangan tanpa menunggu balasan dari Fillipo


continue😘😘😘😘


ikuti terus kelanjutannya ya guys😘


jangan lupa komen dan vote ya trus like juga ya😙😙😙😙