
***Pernahkah merasakan bagaimana rasanya terpuruk dalam masalah? merasa kehidupan yang dijalani sangat jauh berbeda dari kehidupan orang lain. kita hanya perlu menjadi diri sendiri, tanpa memperdulikan rasa sakit yang menyiksa. Tak adil kadang, tapi jalan takdir hidup kita berbeda-beda.....
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ***
Diruang VVIP, tampak empat pria paruh baya dan seorang dokter yang juga bergabung disana. Luka ditubuh Philip, Dion dan Alexander tidak terlalu parah sehingga tidak memerlukan perawatan yang serius.
"Jadi Fitri adalah putrimu yang hilang Sam?". Tanya Philip pada Sam yang baru saja menceritakan tentang siapa gadis itu.
"Iya Philip". Jawab Sam singkat.
"Jadi selama ini kau yang menyembunyikan keberadaannya?". Timpal Alexander.
Sam menghela nafas dan menghembuskan ya perlahan
"Iya". Jawab Sam singkat.
"Pantas saja sangat sulit menemukan keberadaan nya". Sambung Dion
"Saat aku melihat berita tentang pencarian putriku, aku langsung menghapus semua jejak berita itu. Aku tidak ingin ada orang yang mengambil nya lagi dariku". Ucap Sam
"Aku tidak tahu jika kalian yang mencarinya". Sambung Sam lagi.
Philip mengurut pangkal hidungnya, ia sudah hampir dibuat stress karena kelakuan putranya yang mencari keberadaan gadis itu.
"Kau tahu Sam?, putraku Fillipo hampir gila karena mencari putrimu. Bahkan ia menyerang semua kelompok mafia untuk menemukan keberadaan nya". Jelas Philip.
Sam menautkan alis nya bingung " Kenapa bisa begitu?". Tanya Sam tak mengerti.
"Karena putra kami mencintai putrimu!!". Sambung Alexander.
Sementara David hanya diam menyimak. Dia tidak terlalu mengenal sahabat Sam, karena mereka tinggal di Negara yang berbeda.
"Mencintai?". Beo Sam
"Bagaimana mungkin?". Lanjut Sam lagi
"Bahkan putriku tidak pernah menceritakan hal ini padaku". Timpal Sam lagi.
"Putrimu terlalu jenius Sam, sampai-sampai, saking jenius nya dia tidak bisa memilah antara cinta dan peduli". Sindir David, ia kesal jika mengingat bagaimana gadis itu mengerjainya.
"Jenius??". Beo Dion, Philip dan Alexander
"Apa kalian ingat robot yang dibawa nya berperang menyelamatkan kalian?". Tanya David. Mereka bertiga mengangguk
"itu adalah robot ciptaan gadis aneh itu". Lanjut David.
"Berhenti mengatakan putriku aneh David". Pekik Sam. Ia tak rela putri ajaib nya itu dikatakan aneh oleh sahabat tenggik nya itu.
"Cih, kau masih belum tahu saja Sam, hal aneh apa yang dilakukan putrimu padaku. Untung saja aku tidak punya penyakit riwayat penyakit jantung, jika tidak mungkin kau adalah orang pertama yang melihatku gentayangan". Cibir David kesal. Tapi dia menyenangkan karena gadis jenius itu memberinya bahan untuk penemuannya.
"Memangnya apa yang dilakukan putriku padamu?". Tanya Sam bingung
"Setahuku kau baru pertama kali bertemu dengan nya". Ucap Sam lagi.
" Baiklah aku akan menceritakan kegilaan putrimu itu". Kesal David.
*Flashback on
David baru saja keluar dari ruang operasi. Operasi yang dilakukan selama 8 jam tersebut benar-benar menguras tenaganya.
David mendaratkan punggung nya pada kursi kebesarannya. Selain dokter dia juga sebagai direktur dirumah sakit milik sahabatnya ini. Tentu saja waktunya akan sangat sibuk untuk membagi tugas.
Tapi David tetap mengalami peran dan tugasnya. Sahabat laknatnya itu tidak mau menganti posisinya, dan tetap meminta David untuk menjadi pemimpin dirumah sakit miliknya sendiri. Mau tidak mau suka tidak suka akhirnya ia tetap menerima jabatan tersebut.
Brakkkkkkk pintu terbuka menampilkan gadis cantik yang berdiri didepan pintu tanpa dosa.
" Astaga..". David memegang dadanya saking terkejutnya ia sampai berdiri secara spontan.
" Hehhe, hai Paman??". Sapa gadis itu masuk tanpa dipersilahkan dan wajah tampak tanpa dosa.
David menautkan kedua alisnya heran, melihat gadis yang pernah koma lama itu ada dirumah sakit dan bahkan menemuinya diruangan.
" Sampai kapan Paman akan mematung begitu?". Celetuk Fitri. Ya gadis itu adalah Fitri.
" Kau Shellena?". Tanya David mengingat nama Putri Sam.
" Namaku Fitri Paman, Shellena itu nama kecilku. Karena sekarang aku sudah dewasa, jadi aku tidak memakai nama itu lagi". Protes Fitri.
David menghela nafas, kecerewatan gadis ini mengingatkan pada almarhum istri Sam yaitu Rachel, kepribadian nya sangat sama dan wajahnya juga mirip.
"Ya, ya terserah. Dari mana kau bisa tahu Paman disini? Dan ada perlu apa menemui Paman?". Tanya David sambil menuju sopan ruang tamunya dan Fitri tentu duduk tanpa disuruh.
" Aku belum menyuruhmu duduk?". Sindir David.
" Aku tidak perlu menunggu perintah Paman. Rumah sakit ini milik Daddyku". Omel Fitri sombong sambil duduk.
" Terserah padamu lah". Kesal David. Baru bertemu dua kali dengan gadis ini sudah membuatnya pusing.
" Ada perlu apa menemui Paman?". Tanya David
"Apa kau merasakan sakit lagi?". Tanya David menyelidik
Fitri mengatur nafasnya sambil ia membuka laptop yang ia bawa.
"Paman, waktuku tidak banyak untuk menjelaskan banyak hal padamu. Aku hanya ingin Paman membantuku". Fitri sambil mengotak-atik keyboard laptopnya.
"Lihatlah ini Paman!!". Fitri sambil menunjukkan layar laptopnya.
David menautkan kedua alisnya
"Apa ini?". Tanya David sambil melihat kearah layar laptop Fitri.
"Aku ingin Paman membantuku membuat obat penawar untuk suntikkan lumpuh". Ucap Fitri santai.
David tampak bingung "Hei, gadis kecil Pamanmu itu dokter bukan Professor, harusnya kau tanya pada Daddymu yang seorang Professor itu!". Gerutu David. Ada-ada saja gadis ini mengajaknya membuat sesuatu yang belum pernah ia buat.
"Aku tidak menerima penolakan Paman. Ini sebuah perintah. Hanya Paman yang bisa membantuku. Daddyku sangat sibuk, jadi dia tidak akan sempat membuat hal sekecil ini". Omel Fitri lagi.
David menatap Fitri dengan penuh tanda tanya "Jangan bilang Daddymu tidak mengizinkan? Lagian untuk apa obat penawar itu?". Ucap David lagi.
"Paman kau cerewet sekali. Sudah ayo kita mulai merancangnya". Protes Fitri sambil menutup laptopnya.
"Astaga gadis ini". Pekik David
"Memang nya kita akan kemana membuat benda aneh itu?". Tanya David sambil berjalan menuju meja kerja nya, membereskan beberapa dokumen data pasien, sebelum ia mengikuti kegilaan putri sahabatnya ini.
"Kerumahmu lah Paman, masa ke sekolah". Jawab Fitri jenggah "Sudah ayo Paman, cepat sedikit. Kenapa kau lambat seperti siput sih?". Protes Fitri sambil berjalan keluar dari ruangan David.
David mengendus kesal mendengar ucapan gadis itu. Ini pertama kalinya ia dibungkam oleh seseorang "Putrimu benar-benar laknat Sam". Gerutu David sambil berjalan keluar menyusul Fitri
"Aku mendengar mu Paman". Sindir Fitri melanjutkan langkah kakinya menuju lift dan dikuti oleh David.
"Apa Daddymu mengizinkan?". Selidik David, dia takut salah mengambil keputusan membantu gadis itu.
"Tidak". Sahut Fitri santai, sambil memainkan benda pipih ditangannya.
"Bagaimana jika Daddymu tahu dan dia akan mengamuk padaku?". Tanya David malas
"Daddy tidak akan tahu jika Paman bisa tutup mulut". Seloroh Fitri.
David menatap Fitri dengan malas. Jika lama-lama bersama gadis ini, bisa-bisa tekanan darahnya naik. Kedua putra kembarnya saja takut pada wajah sanggarnya, tapi gadis ini bahkan David yang dibuat takut.
Mereka masuk kedalam mobil. Sepanjang perjalanan Fitri terus saja berceloteh tanpa jeda. Sang supir yang membawa mobil hanya tersenyum simpul. Sementara David mengurut kepalanya yang terasa pusing mendengar kebersisikan gadis itu.
"Apa rumah Paman sebesar Mansion Daddy?". Tanya Fitri. Matanya tak henti-hentinya melihat keindahan jalan yang mereka lewati.
"Ya lebih besar dari Mansion Daddymu". Jawab David asal. Ia malas terus-terus menjawab pertanyaan dari gadis itu.
"Kau belum menjawab pertanyaan Paman. Bagaimana kau bisa datang ketumah sakit dan bisa tahu ruangan Paman?". Tanya David mengulang pertanyaan nya yang belum dijawab oleh Fitri.
"Paman tahu tidak apa fungsi dari mulut?". Tanya Fitri.
David mengangguk dengan polosnya.
"Lalu?". Tanya David.
"Nah Paman tahu kan mulut untuk berbicara, ya sudah aku bertanya saja pada satpam tadi dan dia mengantarku keruangan Paman". Jawab Fitri enteng.
"Tapi bagaimana bisa satpam itu mengantarmu ke ruangan Paman. Dia tahu kalau bertemu dengan Paman harus membuat janji?". Selidik David tidak percaya. Ia yakin gadis kecil ini pasti melakukan sesuatu.
"Aku mengatakan padanya, jika tidak mengizinkan aku masuk maka rumah sakit itu akan aku ledakkan dan aku bilang juga padanya kalau tidak mengizinkanku masuk, akan ku mutilasi tubuhnya". Jawab Fitri antusias menceritakan drama yang ia lalui menemui David.
David hampir tersentak mendengar jawaban Fitri. Ia menelan Saliva nya kasar, sungguh ia merasa ngeri dengan jawaban gadis itu menceritakan nya dengan wajah sumringah dan antusias
"Apa putrimu ini alien Sam?". Batin David
"Lalu dengan siapa kau datang kesini?". Tanya David tak puas
"Tentu saja dengan supir pribadi Daddyku. Paman pikir Daddyku miskin apa membiarkan aku naik taksi?". Gerutu Fitri
"Walau pun Daddy tidak tahu aku disini. Tapi aku sudah menyonggok Paman Supir untuk tidak mengatakan nya pada Daddy. Jika sampai dia mengatakan nya, maka akan kubuat mobilnya jatuh kejurang". Sahut Fitri.
Lagi-lagi David bungkam mendengar ucapan gadis itu. Ia sampai mengelus dadanya berulang kali, agar tidak jantungan dengan jawaban mematikan gadis itu.
Setelah perjalanan kurang lebih satu jam. Akhirnya mobil berhenti disebuah Mansion yang tidak terlalu besar.
"Cih, Paman berbohong padaku". Protes Fitri
"Tadi Paman bilang Mansion Paman lebih besar dari Mansion Daddy". Gerutu Fitri keluar dari mobil, tanpa menunggu Mark membuka pintu mobil. Mark asisten dan supir pribadi David.
"Berhenti mengerutu jika kau masih ingin Paman membantumu". Ujar David sambil terkekeh melihat tingkah kesal Fitri.
"Paman mengancamku?". Seloroh Fitri
"Jangan lupa Paman, aku bisa meledakkan Mansion jelekmu ini". Timpal Fitri lagi berjaln santai
David dan Mark hampir dibuat jantungan mendengar ucapan Fitri. Ahh yang benar saja gadis itu bisa meledakkan Mansionnya, sungguh ancaman yang tidak masuk akal. David hanya tidak tahu saja jika Fitri bisa meledakkan satu Negara. Jika David tahu kalau gadis itu membuat robot dipastikan dia akan mati berdiri.
"Jika setiap hari aku bersama gadis itu, bisa-bisa aku mati mendadak Mark". Curhat David pada assistennya yang berjalan mengekor dari belakang.
"Jika begitu hindari saja dia Tuan". Jawab Mark asal. Dari tadi dia menahan tawa melihat David yang dibuat mati kutu oleh gadis itu*.
***Bersambung......
Wkwkwkw ceritanya sudah muncul komedi ya guys biar tidak tegang π
Yuk ikutin terus......
God bless u***....