Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 28. S2.


SELAMAT MEMBACA...


Setelah kejadian penembakkan itu. Zehemia dan Zehekiel menjadi sangat posessif pada Zevanya. Mereka berdua selalu mengikuti kemana Zevanya pergi. Bahkan urusan perusahaan dan markas dihandle oleh asissten masing-masing.


Zevanya mulai jenggah dengan sikap kedua Kakak nya. Menurut Zevanya sangat berlebihan. Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Dia juga jago bela diri. Jadi apa yang harus ditakutkan.


“Kak”. Renggek Zevanya “Biarkan Zeva ke galeri hari ini. Kak Hem dan Kak Iel ke perusahaan saja”. Suruh Zevanya, jika kedua Kakak nya terus bersamanya dia pasti akan kesusahan menyelidiki pencariannya.


“Tidak sayang, ini bahaya untukmu”. Tegas Zehemia pada adik bungsunya. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kesayanganya itu.


Zevanya memutar bola matanya malas “Ayolah Kak. ‘Kan ada Paman Herry yang menjaga Zeva. Ya ya ya ya”. Rayu Zevanya bergelut manja dilengan Zehemia, tak lupa jurus andalannya, puppy eyes.


Zehemia menghembuskan nafas kasar. Adiknya sungguh keras kepala.


“Baiklah. Tapi tetap dalam pengawasan Kakak”. Timpal Zehemia.


“Yeee, Kakak terbaik”. Zevanya mengecup pipi Zehemia dengan sayang. Membuat pria tampan itu terkekeh geli saat benda kenyal itu menempel dipipinya.


“Kak Iel tidak disayang?”. Sindir Zehekiel dengan melipat kedua tangan didada menampilkan gaya sok kesalnya.


“Hehhe sayang Kak Iel”. Zevanya juga mencium pipi Zehekiel. Lalu memeluk kedua Kakak nya itu. Ini adalah jurus maut Zevanya yang biasa dia lakukan untuk merayu kedua saudara kembarnya.


Setelah berhasil merayu kedua Kakaknya. Zevanya segera meluncur ke galeri miliknya. Dia memiliki dua karyawan yang membantunya mengelola galeri itu. Galeri yang diberi nama “Zevanya Painting” itu telah berkembang pesat di Amerika. Banyak para pencinta lukisan diberbagai Negara yang datang melihat lukisan Zevanya. Bakat Ayahnya Fillipo, benar-benar melekat pada dirinya.


Sampai di Galerinya Zevanya turun dengan tidak sabarnya. Entah apa yang akan dilakukan gadis itu. Seperti sedang mengejar sesuatu yang berharga.


“Selamat datang Nona”. Sambut Priska, salah satu pegawai Zevanya.


“Terima kasih Kak. Tolong berikan laporan keuangan ya. Antarkan ke meja ku”. Perintah Zevanya.


“Baik Nona”. Sahut Priska.


Zevanya langsung menuju ruangannya. Dia duduk lalu meletakkan tas munggilnya sedangkan tas ranselnya dia letakkan diatas meja. Gadis itu mengambil laptop kedalam tas, dengan lancar dia kembali membuka laptop miliknya.


“Ini Nona”. Ucap Priska memberikan dokumen dalam maff yang berisi laporan keuangan Galeri miliknya.


“Terima kasih Kak”. Sahut Zevanya, dan malah focus pada laptopnya. Priska mengintip Zevanya sekilas, lalu berpamitan untuk keluar dari ruangan gadis cantik itu.


Zevanya menyimpitkan matanya saat melihat apa yang ada dilayar laptopnya. Dia tersenyum santai saja, melihat jika seseorang merencanakan pembunuhan terhadap dirinya.


“Apa Ayah Zaen dan Paman Lucas menemukan siapa pelakunya? Apa Paman Zean akan percaya jika ini berhubungan dengan Gege?”. Gumam Zevanya.


Zevanya tampak berpikir. Sesekali dia mengigit jarinya. Tak lupa juga pena yang dia pegang mengetuk-ngetuk meja, seakan dia sedang berpikir keras.


“Apa ada yang berkhianat padaku?”. Gumam Zevanya. Dia menemukan seseorang membocorkan identitas perusahaan milik Kakak nya serta markas Black Shinee, BTOB King, Black Glorified dan Lion Killer 2.


“Siapa?”. Gumam Zevanya. Dia kembali melanjutkan aksinya.


“Aku harus membuat virus baru dan menemukan orang itu”.


Mata lentik itu tampak serius menatap layar laptop yang ada didepannya. Wajahnya yang biasa imut dan menggemaskan kini hanya ada kesan serius dan misterius. Dia seperti sedang mengerjakan sesuatu yang sangat penting sehingga tak ingin diganggu oleh siapapun.


“Beres”. Zevanya menekan tombol enter.


“Kalian tidak akan bisa masuk kedalam system keamananku”. Dia tersenyum puas sambil menutup laptopnya.


Zevanya beralih pada laporan keuangan yang diberikan oleh Priska, salah satu pegawai kepercayaannya. Priska sudah bergabung selama lima tahun dengannya. Zevanya juga menganggap Priska seperti Kakak nya sendiri.


Kening Zevanya saling bertautan saat melihat ada yang janggal dilaporan keuangan yang diberikan Priska. Meski bukan orang akuntan tapi dia sangat paham masalah laporan keuangan. Dia bisa memilah antara keuntungan dan kerugian.


“Kak Priska, Kak Jenny”. Panggil Zevanya.


“Ada yang bisa kami bantu Nona?”. Tanya Jenny sambil membungkuk memberi hormat pada Nona ada Boss nya sendiri.


Zevanya menutup dokumen ditangannya. Dia menatap kedua wanita yang berdiri didepannya ini dengan intens. Dia tidak habis pikir, apa yang ada dipikiran mereka? Apakah hanya uang?


“Kak Priska, jawab pertanyaanku”. Ucap Zevanya menatap Priska dengan tajam.


Priska mengangkat pandangan nya “A-apa Nona?”. Priska tampak gugup saat tatapan matanya dan Zevanya bertemu.


“Katakan padaku siapa yang menyuruhmu Kak”. Desak Zevanya, tatapannya sangat serius. Kemanjaan yang biasa dia tunjukkan berubah menjadi tatapan tajam yang seakan siap menerkam munsuh dan mangsanya.


“M-maksud anda Nona?”. Tanya Priska gugup dan gegelapan. Sedangkan Jenny hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap Zevanya.


“Apa perlu aku jelaskan Kak?”. Tungkas Zevanya “Kalian tahu ‘kan disini aku menggaji kalian untuk bekerja. Apa kurang gaji yang kuberikan pada kalian?”. Cecar Zevanya lagi. Kini dia terlihat lebih santai, dia berusaha untuk tidak emosi.


“Maaf Nona”. Kedua wanita itu menunduk takut. Tentu saja mereka tahu siapa Zevanya. Selain jenius dia juga jago bela diri.


“Aku tidak memerlukan maaf. Aku hanya ingin kalian jelaskan, mengapa kalian melakukan ini padaku?”. Ujar Zevanya kecewa. Kekecewaan hatinya tidak bisa dia sembunyikan dari wajah cantiknya.


Jenny dan Priska hanya terdiam. Kedua wanita itu saling meremes jari mereka, menahan takut dan juga gugup.


“Kalian mau katakan sendiri atau aku yang mencari tahunya?”. Zevanya memberi pilihan.


“M-maaf Nona. Kami disuruh oleh Nona Grace dan Nona Kenny”.


Zevanya memejamkan matanya saat mendengar nama kedua sahabat dan saudaranya ini. Tiba-tiba saja hatinya panas. Ada kesedihan dan kemarahan yang dia tahan.


“Apa yang mereka inginkan?”. Tanya Zevanya tenang. Dia kembali membuka dokumen yang baru saja dia periksa.


“M-mereka ingin Galeri ini bangkrut Nona”. Sahut Jenny.


Zevanya tertawa kecut, ternyata sahabat adalah munsuh yang harus diwaspadai. Dia baru sadar jika apa yang pernah dikatakan Mommy nya itu adalah hal yang benar.


“Ini ambil untuk kalian”. Zevanya menyerahkan dua amplop coklat pada mereka “Lanjutkan rencana kalian dengan mereka, aku tidak marah aku hanya kecewa saja. Aku tidak mau berteman dengan orang yang suka berkhianat. Bereskan barang-barang kalian dan pergilah dari sini”. Tandas Zevanya dengan suara tenangnya.


“Tapi Nona………”.


“Kalian sendiri yang memilih berkhianat, aku hanya tidak ingin memelihara orang-orang yang tidak bisa bekerja dengan jujur”.


Jenny dan Priska terdiam menunduk. Zevanya sudah baik pada keduanya. Namun, mereka dengan beraninya berkhianat hanya demi uang semata.


“Maaf Nona. Kami permisi”. Jenny dan Priska berlalu pergi.


Zevanya menarik nafas dalam. Dia memijit pelipihnya yang terasa berdenyut. Kenapa munsuh yang harus diwaspadai itu adalah saudara dan sahabat? Zevanya tidak mengerti apa yang dipikirkan Grace tentangnya, padahal dia dan Myron tidak ada hubungan apa-apa. Zevanya malah tidak memiliki perasaan apapun pada ketua Mafia itu.


“Mommy”.


Zevanya kembali mengingat sang Ibu. Ingin bercerita tentang masalahnya, tapi pada siapa? Dia yakin tidak akan ada yang percaya padanya. Zehemia dan Zehekiel juga takkan percaya jika Grace lah yang berusaha membunuhnya.


“Apa yang harus Zeva lakukan Mommy?”.


“Kenapa banyak yang tidak suka Zeva. Kenapa kisah Mommy harus terulang kembali pada Zeva? Hiks hiks”. Dia menangis pelan. Zevanya mengetahui semua masa lalu Mommy nya. Dia juga tahu bahwa Mommy nya pernah dijebak oleh para Bibinya.


“Andai ada Mommy disini, Zeva ingin bercerita banyak hal dan mengatakan bahwa Zeva sangat lelah Mommy”. Dia menenggelamkan wajahnya diatas meja dengan kedua tangan yang saling memangku.


Bersambung.....


LoveUsomuch ❤️