
SELAMAT MEMBACA....
Kenzie dan Zoalva masuk kedalam Markas mereka. Keduanya berjalan dengan langkah gontai tanpa ekspresi. Entah siapa yang bis mendifiniskan perasaan mereka, selain mereka sendiri.
"Bagaimana Ryan?".
"Seperti dugaan kita Tuan. Black Glorified dan Lion Killer 2 menyerang Markas Black Tiger". Sahut Ryan.
"Lalu?".
"Sepertinya Black Cobra akan membantu Black Tiger membalaskan dendam nya". Jelas Ryan
"Maksud mu?". Tanya Kenzie sedikit tak mengerti
"Tuan Aron dan Tuan Dave adalah saudara sepupu Tuan". Jawab Ryan.
Zoalva menghela nafas berat. Jika begini munsuhnya juga bukan hanya Black Glorified dan Lion Killer 2.
"Lalu apa yang akan kita lakukan Kak?". Tanya Zoalva pada Kenzie.
"Kita ikuti permainan mereka. Sepertinya Aron sengaja ingin mengadu domba kita dengan Black Glorified dan Lion Killer 2". Sahut Kenzie.
"Lalu bagaimana dengan Black Shinee dan BTOB King?". Timpal Zoalva lagi.
"Mereka juga bekerja sama. Bukankah keempat anggota Mafia ini memang dari dulu bekerja sama?". Seru Kenzie.
Zoalva mengangguk paham. Mereka sedang berkumpul diruang kerja Kenzie. Kenzie membuat sebuah ruangan yang biasa dia gunakan untuk mengatur strategi untuk menyerang para lawannya.
"Kita harus atur anggota dan perketat penjagaan supaya mereka tidak menyerang dengan mudah". Ujar Kenzie.
"Iya Kak". Sahut Zoalva.
"Ryan, buat sistem keamanan ketat untuk perusahaan ku dan Zo. Pastikan tidak ada yang bisa meretasnya. But virus baru untuk menyerang Aron dan Dave, aku yakin setelah menyerang Markas Black Glorified dan Lion Killer 2, target mereka adalah kita".
"Baik Tuan".
Zoalva menatap layar laptop yang sedang Kenzie mainkan. Kenzie membuat virus baru untuk memperketat keamanan Markasnya. Sebenarnya Markas Kenzie tidak mudah dideteksi sebab terletak ditengah kota dengan bangunan mewah bak hotel bintang lima. Tidak ada orang yang tahu jika tempat itu adalah Markas terbesar untuk mengeksekusi munsuh-munsuhnya.
Kenzie sengaja membuat Markas yang sulit ditemukan. Munsuh pasti berpikir, tidak mungkin dia membuat Markas yang dekat dengan kota. Padahal Kenzie sudah mewanti-wanti para munsuhnya.
"Kenapa aku tidak bisa meretas wilayah timur?". Gumam Kenzie.
"Kenapa Kak?". Tanya Zoalva mereka berdua masih diruang kerja Kenzie.
"Wilayah timur, sepertinya dibuat sistem keamanan baru. Aku tidak bisa meretas sistem keamanan disana. Siapa yang membuat sistem ini?". Ujar Kenzie
"Apa Kiel dan Luke Kak?".
Kenzie menggeleng "Bukan, seperti nya ada orang dalam dibalik mereka". Sahut Kenzie.
"Siapa ya? Apa Paman Zaen dan Paman Lukas?". Seru Zoalva. Ya kedua paruh baya itu memang masih ahli dibidang IT.
"Bukan juga. Aku masih bisa melawan mereka. Tapi sekarang sepertinya ada orang baru yang sengaja menyembunyikan identitas nya". Sahut Kenzie lagi
Zoalva yang tak mengerti IT hanya mengangguk saja.
"Zo, kita mulai atur strategi seperti nya Black Tiger akan menyerang senjata milik kita. Apa semuanya sudah kau amankan?". Ucap Kenzie.
"Sudah Kak. Hanya senjata Myron dan Zehemia yang sempat kita ambil tidak berfungsi, karena senjata itu dipasang kunci yang sulit dibuka. Kunci itu juga masih ada ditangan Myron". Jawab Zoalva.
"Baik. Pastikan semuanya aman Zo. Lawan kita bukan orang sembarangan. Myron dan Zehemia sangat licik dan bisa membaca situasi. Jangan sampai kita tertangkap dan mati konyol".
"Baik Kak".
"Kak, bagaimana jika kita culik saja Zevanya? Zevanya bisa menjadi alat untuk membuat Myron dan Zehemia menyerahkan wilayah timur pada kita?". Saran Zoalva.
Kenzie langsung menatap Zoalva tajam "Tidak. Dia bukan barang yang bisa kita pertaruhkan". Sahut Kenzie cepat.
Kening Zoalva berkerut. Heran juga "Kenapa Kak? Apa ada alasan?". Zoalva memincingkan mata curiga.
"Bukankah kau yang bilang menyukai gadis kecil itu? Lalu kenapa aku ingin menjadikan dia sebagai ancaman mereka? Bagaimana jika di terluka?". Ujar Kenzie.
Sejenak Zoalva terdiam "Astaga, kau benar Kak. Pria macam apa aku? Kenapa aku sempat berpikir menjadikan Zeva barang taruhan". Zoalva mengusap wajahnya "Hanya saja sudah beberapa hari ini dia sulit dihubungi. Entah kemana dia pergi?". Ungkap Zoalva lebih tepatnya curhat.
Kenzie ikut terdiam. Dia juga mencari gadis itu. Tapi sampai hari ini keberadaan Zevanya tidak bisa dideteksi oleh alat pelacak nya. Padahal diam-diam dia menempelkan alat pelacak ditubuh Zevanya. Agar mengetahui dimana gadis itu berada. Namun aneh, alat itu tidak bisa terdeteksi sama sekali.
"Apa kau sudah mencarinya?". Tanya Kenzie kembali menekan tombol-tombol keyboard laptopnya. Padahal pikirannya sama sekali tidak fokus.
"Lalu?".
Zoalva menghela nafas "Zevanya sedang berada di Korea Utara, di villa Paman Mars. Tapi menurutku dia tidak mungkin kesana, apa yang di lakukan disana?". Ujar Zoalva
Kenzie tak lagi merespon di mengalihkan pemikirannya dengan laptop ditangannya.
Ditempat lain.
Kenny sedang melajukan mobilnya, dia menuju butik milik Grace.
"Permisi Nona ada yang bisa saya bantu?". Tanya pegawai yang bekerja disana.
"Apa Grace nya ada?".
"Maaf Nona, sejak kemarin Nona Grace tidak kembali ke butik". Jawab sang pegawai.
Kenny kembali berpikir, kemana perginya sahabat nya itu
"Apa kau tahu kemana dia pergi?". Tanya Kenny lagi.
"Yang saya tahu dia pergi ke perusahaaan Tuan Aron, dan setelah itu dia tidak kembali lagi Nona".
Tanpa mengucapkan kata lagi, Kenny langsung kedalam mobilnya. Pikirannya sudah panik jika Aron mencelakai Grace.
"Sial. Awas saja kau Aron, berani-beraninya kau mencelakai Grace". Kenny mengenggam stir mobilnya dengan kuat.
Kenny sudah berulang kali menelpon Grace namun tetap saja nomor ponsel Grace tidak aktif.
"Grace, kemana kau?". Gumam Kenny. Bagaimana pun Grace adalah sahabat terbaik Kenny. Dari kecil mereka selalu bersama bahkan sampai sekarang. Mereka juga pernah dijuluki tiga serangkai bersama Zevanya. Namun semua berubah sejak keduanya menaruh kebencian pada Zevanya.
Kenny langsung turun setelah sampai diperusahaan Aron. Dia melangkah dengan cepat. Jas dokter juga masih melekat ditubuhnya. Dia tak peduli dengan sapaan satpam.
"Selamat siang Nona ada yang bisa saya bantu?". Tanya sang resepsionis sopan sambil membungkukkan badan memberi hormat. Semua karyawan Aron sudah mengenal Kenny dan Grace, karena kedua wanita itu sangat sering datang ke perusahaan Aron.
Kenny tak merespon dia melewati sang resepsionis begitu saja. Wajahnya sudah merah padam.
"Aron". Teriak Kenny masuk kedalam ruangan Aron.
Aron yang tengah asyik dengan berkas diatas mejanya berjingkrak kaget.
"Ada apa?". Tanya Aron dingin.
"Dimana Grace?". Tanya Kenny dengan nafas memburu.
"Kenapa kau mencarinya?". Ujar Aron berjalan menghampiri Kenny.
"Cepat katakan padaku Aron, dimana Grace?". Bentak Kenny dengan wajah merah padam.
"Brengsekkkk".
Plakkkkkkkkkkkk
Aron menampar Kenny dengan kuat. Dia paling tidak suka dibentak apalagi itu adalah wanita.
"Heiii ******, kau tidak berhak membentakku. Kau akan memiliki nasib sama seperti wanita ****** itu". Aron mencengkram dagu Kenny
"Lepaskan aku brengsekkkk". Teriak Kenny.
"Tidak semudah itu. Kau harus menerima hukuman dariku". Bisik Aron licik.
"Moses".
"Iya Tuan". Moses masuk kedalam ruangan Aron.
"Bawa ****** ini ke Markas, siksa dia. Jangan biarkan dia kabur". Perintah Aron.
"Aron, apa yang kau lakukan lepaskan aku?". Teriak Kenny sambil memberontak. Namun sayang dia sudah diseret oleh anak buah Aron.
Aron tersenyum smirk menatap Kenny yang memberontak saat diseret. Dia paling tidak suka ada orang yang bermain-main dengannya.
Bersambung....
LoveUsomuch ❤️