
SELAMAT MEMBACA......
Myron, Dean dan Luke sudah berada di jet pribadi milik Myron. Jet itu terbang mengudara meninggalkan villa milik Mars. Pulau yang dia beli beberapa puluh tahun silam. Pulau itu masih tetap sama di jaga ketat oleh tentara terbaik Korea Utara. Akses untuk masuk pun tidak mudah, sebab dijaga dengan sistem keamanan yang tidak mudah diretas oleh orang lain.
Jet pribadi itu langsung mendarat di Markas Black Glorified dan Lion Killer 2.
Myron, Dean dan Luke segera turun dengan langkah lebar dan diikuti oleh beberapa pria berbaju hitam yang mengawal mereka. Termasuk Homer yang selalu setia menemani Tuan-nya itu.
"Bagaimana keadaan Bielle Shawn?". Tanya Myron saat mereka sudah masuk kedalam Markas.
"Bielle sudah melewati masa kritis nya Kak. Tapi dia belum sadar dari koma". Sahut Shawn menghela nafas berat.
"Apa kalian sudah menemukan siapa yang menyerang?".
"Sudah Kak. Cut Silent". Jawab Shawn
Kening Myron berkerut mendengar jawaban Shawn "Kau yakin Cut Silent?". Shawn mengangguk.
"Kak, kita harus selidiki Kak". Saran Dean. Myron mengangguk.
"Luke, segera retas sistem mereka".
"Baik Kak". Jawab Luke yang langsung mengambil laptop miliknya.
Myron, Dean, Shawn dan Johannes ikut menatap layar laptop Luke. Meski mereka tidak paham bidang itu, namun setidaknya masih ada beberapa hal yang mereka pahami tentang IT.
"Aku tidak bisa meretas sistemnya Kak. Sepertinya mereka memang menggunakan sandi sulit dan keamanan ketat". Jelas Luke
"Coba masukkan antivirus ini". Myron memberikan sebuah flashdisk pada Luke.
"Iya Kak". Luke mengambil flashdisk itu dari tangan Myron.
Luke mengotak-atik keyboard laptop nya.
"Black Tiger".
"Iya. Ini ulah Black Tiger". Myron mengepalkan tangannya menahan emosi "Johannes, Shawn siapkan anggota kita datang mereka".
"Baik Kak". Johannes dan Shawn segera melaksanakan tugasnya
"Ayo, Dean, Luke".
Mereka segera keluar dari Markas bersama beberapa anggota yang sudah siap. Pasukan terbaik anggota yang tentunya dipimpin oleh Myron dan juga Zehemia. Kedua pria berkarisma itu tak main-main dalam memimpin kelompoknya
Sementara ditempat lain.....
Zehemia sedang berada diruang meeting, ditemani oleh adik dan asistennya, Math. Pria itu mengeraskan rahangnya ketika tahu ada penyeludupan dana diperusahaannya.
"Katakan padaku, apa maksud dari data yang kau berikan ini?". Tatap Zehemia pada tiga orang pria paruh baya yang menunduk takut.
Sedangkan Zehekiel dan Math, hanya diam sambil menatap tajam juga.
"M-maafkan kami Tuan". Sahut salah satunya.
Zehemia muak mendengar kata maaf dan maaf. Selalu saja itu yang dia dengar saat ada yang berani menyeludupkan dana perusahaan.
"Iya Tuan".
"Temukan keluarganya dan habisi mereka tanpa sisa. Jangan biarkan satu pun hidup didunia ini". Perintah Zehemia.
"Baik Tuan". Sahut Math.
"Tuan, saya mohon jangan Tuan. S-saya terpaksa melakukannya Tuan". Ucap salah satunya memohon diakui.
"Terpaksa?". Zehemia tersenyum mengejek. Kata terpaksa itu membuatnya ingin muntah.
"I-iya Tuan". Sahut ketiganya kompak.
"Sekarang, jelaskan padaku. Apa maksud dokumen ini? Dan siapa yang menyuruh kalian?". Bentak Zehemia terdengar menggema.
"I-itu adalah dokumen pemindahan saham dari perusahaan anda ke perusahaan Smith". Zehemia memejamkan matanya mendengar jawaban sang koruptor itu.
"Math, bawa mereka ke Markas".
"Baik Tuan".
Math dan Tommy menarik ketiga pria itu keluar dari ruang meeting. Para karyawan yang melihat hanya menunduk karena mereka juga takut terkena amukkan sang CEO.
Perusahaan Zehemia adalah perusahaan yang bergerak dibidang senjata api, perkapalan, properti dan furniture interior. Perusahaan yang menduduki peringkat nomor dua didunia bahkan beberapa perusahaan ternama juga bernaung dibawah nya. Wilmar Corp menjadi salah satu perusahaan yang menjadi incaran para pembisnis dunia.
Sedangkan perusahaan yang Zehekiel pimpin bergerak dibidang IT. Pembuatan alat-alat elektronik seperti computer, laptop, handphone dan kamera lainnya. Perusahaan ini menduduki peringkat kelima perusahaan terbesar didunia yang bernama Ranlet Flint Corp. Zehekiel mengembang perusahaan Grandfa Sam-nya, sehingga perusahaan itu juga menjadi incaran para pemenang saham.
Kedua pria kembar yang terlahir dan terlatih dari gen berkualitas itu selalu menjunjukkan karisma nya yang membuat para kaum hawa berlomba-lomba hanya untuk sekedar menatap nya dari jauh. Copyan Fillipo melekat penuh pada kedua putranya, namun kejeniusan Fitri juga menyempurnakan pesona kedua pria itu. Siapa yang tidak tertarik, sudah tampan, kaya dan juga jenius. Mereka tak neko-neko dalam hal bisnis. Harta kekayaan nya melimpah bahkan takkan hampir hingga lima ratus juga keturunan.
"Kak".
"Iya Kiel".
"Kak Myron dan yang lainnya sedang menyerang Markas Black Tiger". Ucap Zehekiel dengan benda pintar ditangannya.
"Bukannya Kak Myron sedang bersama Zeze ke Korea Utara?". Tanya Zehemia heran.
"Iya Kak benar. Tapi Zeze dan Lucu masih disana karena ada beberapa urusan yang harus mereka selesai kan".
Zehemia mendengar tak percaya "Urusan apa? Apa Zeze baik-baik saja disana?". Tanya Zehemia yang tak bisa percaya jika adiknya aman disana.
"Zeze baik-baik saja Kak. Villa Paman Mars dijaga ketat. Tidak akan ada yang bisa masuk kesana tanpa melalui tentara yang berjaga dikisaran Villa". Jelas Zehekiel.
Zehemia mengangguk dan sedikit tenang. Jujur saja dia sebenarnya tidak setuju saat Zevanya meminta izin untuk pergi ke Korea Utara. Zehemia takut jika para munsuh mengejar adiknya. Feeling sebagai seorang Kakak tak bisa Zehemia elakkan.
"Ya sudah, ayo kita susul Kak Myron".
Mereka berdua keluar dari ruang meeting melangkah dengan sedikit cepat. Langsung saja kedua kembar itu menjadi pusat perhatian para karyawan wanita yang tergila-gila pada keduanya. Benar-benar seperti pinang dibelah dua. Sangat mirip. Sulit sekali membedakan wajah mereka.
Jika Zehemia dingin tanpa ekspresi sama sepertinya Ayahnya. Maka berbeda dengan Zehekiel yang ramah dan juga humble. Dia menuruni sifat Fitri. hanya saja terkadang ia juga bisa bersikap sangat dingin.
Bersambung...............
LoveUsomuch ❤️