
SELAMAT MEMBACA...
Disebuah kamar mewah, dengan nuansa biru laut dekorasinya terlihat begitu kalem dan anggun, bak seperti kamar wanita. Seorang gadis tengah menghempaskan semua barang-barang yang ada didepannya.
"Arghhhh, sial". Pekik nya menarik rambutnya dengan kasar. Teriakkan ya begitu menggema dikamar mewah itu, untung saja kedap suara sehingga tidak ada yang mendengar suara teriakkanya.
"Kenapa ****** itu harus bangun, kenapa?". Teriak nya frustasi "Bukankah harus nya ia mati? Haruskah aku sendiri yang membunuhnya?". Ucapnya sembari berteriak.
Prang
Prang
Prang
Dia melemparkan barang-barang mewah yang tertata rapih dimeja hias nya. Seakan barang itu tak berarti apapun untuknya. Yang terpenting ia bisa memuaskan rasa marahnya.
Drt dry drt drt.
Ponsel gadis itu berbunyi. Ia mengambil ponsel yang ia letakkan diatas nakas, lalu mengusap benda pipih itu dengan menekan tombol hijau pada layar.
"Hallo, Girl?". Sapa seorang pria diseberang sana.
"Ada apa?". Tanyanya tanpa basa-basi dan terdengar ketus.
"Hahha, jangan terlalu ketus begitu Girl". Ucap pria itu "Aku hanya memberikan jawaban dengan Tawaranmu kemarin". Tandas pria tersebut.
"Apa jawabanmu?". Tanya gadis itu seperti tak sabar.
"Aku menerima tawaranmu, tapi ada syaratnya!!!". Ujar pria dibalik telpon.
"Apa?".
"Aku mau kau one stand night with me". Ucapnya dengan nada menggoda.
"Baik!!!". Finalnya "Asal kau bisa memisahkan ****** itu dengan priaku, aku akan memuaskanmu diatas ranjang". Ucap gadis itu tak kalah menggoda.
"Hahha, baiklah. Besok temui aku dihotel The New Green". Perintah pria tersebut dengan nada senang dan manjanya.
"Baik". Gadis itu pun memutuskan sambungannya.
"Hahha, kau akan kusingkirkan ******". Tatapnya tajam sambil tertawa puas, bahwa ia akan berhasil menyingkirkan gadis yang ia anggap sebagai perebut kebahagiaan dan orang-orang terdekatnya.
Sedangkan dibalkon kamar, seorang pria dewasa berusia 33 tahun. Ia tengah menikmati malam indah dikota New York, dengan handphone ditangan kanannya dan satu tangannya lagi ia masukkan kedalam saku celana.
Ia tersenyum menatap layar ponselnya, dimana tergambar wajah seorang gadis cantik dengan senyum mengembang, disampingnya seorang pria tengah menatap gadis itu tak berkedip.
"Kau adalah milikku. Dan akan jadi milikku. Siapapun takkan kubiarkan mereka merebutmu dariku". Gumamnya sambil mengusap layar ponsel itu. Nanar matanya memancarkan kebahagiaan.
"Fillipo? Dari awal kita memang munsuh dan selamanya akan jadi munsuh. Dari dulu kau selalu menghalangiku, hingga aku harus kehilangan orang yang paling kusayang. Sekarang takkan kubiarkan kau merebut gadis yang sudah lama dalam pelukanku". Ia tersenyum licik.
"Kita lihat saja nanti, gadis itu akan milik siapa". Gumamnya lagi. Kembali lagi tangannya terkepal saat mengingat wajah tidak suka Fillipo, Zean, Sean dan Zaen padanya. Keempat pria ini akan menjadi penghalang untuknya mendapatkan cinta gadis yang sudah menjadi bagian dari jiwanya itu.
"Arghhhh". Tiba-tiba ia mendengar suara teriakkan dikamar sebelah yang tidak lain adalah kamar adiknya. Padahal kamar tersebut kedap suara tapi karena terlalu kencang akhirnya bisa terdengar diluar.
Pria itu memasukkan ponselnya kedalam saku celana. Lalu beranjak pergi dari sana dan menuju kamar sang adik.
Cekreekkkk
Ia membuka pintu pelan. Ia menghela nafas melihat kamar adiknya seperti kapal pecah. Entah kenapa semakin hari kegilaan adiknya ini semakin menjadi, ternyata cinta bisa membuat orang menggila dan melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan cinta.
Pria itu masuk menuju sofa. Kedua tangannya ia lipat didada, sementara kakinya ia tumpuan pada kaki yang satunya.
"Kakak". Gadis itu baru tersadar setelah melihat sang Kakak duduk disofa dengan santai.
"Apa kau akan terus begini Dea?". Ya gadis itu adalah Dea. Setelah mendapat kabar bahwa Fitri bangun dari komanya, ia semakin menggila dan berusaha menyingkirkan gadis itu.
"Kakak". Suara Dea seakan tersekat tatapan Dhanny begitu menusuk diindra penglihatannya. Sejak ia menjebak Fitri kala itu, hubungan mereka semakin renggang. Dhanny semakin tidak peduli pada Dea, Dhanny kecewa.
"Persiapkan barangmu!!! Lusa kita akan kembali ke Indonesia". Ucap Dhanny datar, lalu berdiri dan beranjak.
"Kakak". Langkah Dhanny terhenti.
"Terima kasih mau membawaku kembali". Lirih Dea.
"Arggh, brengsekkkk". Pekik Dea "Kenapa semua orang menginginkan gadis ****** itu. Apa kelebihannya? Apa pawang yang sudah ia berikan pada mereka?". Teriak Dea frustasi.
Dhanny keluar dari kamar Dea. Hatinya tak karuan, entah kenapa saat tahu Dea menjebak Fitri dia begitu marah pada adiknya. Tak dapat Dhanny bayangkan jika kegadisan Fitri sampai direnggut oleh Zean yang tidak lain adalah Kakak nya sendiri. Sungguh membayangkannya saja sudah membuat dada Dhanny serasa sesak, apalagi hal itu sampai terjadi mungkin Dhanny tidak akan memaafkan Dea, Luna dan Pearce.
Dhanny keluar dari Mansion mewah itu dan masuk kedalam mobil. Ia akan pergi kesuatu tempat dan menemui seseorang.
Dhanny melajukan mobilnya hingga sampai disebuah rumah mewah yang tak kalah mewah dari Mansionnya.
Dhanny turun dari mobil, wajah datarnya sangat terlihat. Tak ada gambaran diwajahnya bahwa dia adalah seorang Dokter dan ketua Mafia.
"Silahkan Tuan, sudah ditunggu Tuan Muda". Ucap salah satu pelayan mempersilahkan Dhanny masuk.
"Hmmmmmm". Sahut Dhanny dengan deheman
Dhanny masuk kedalam rumah mewah tersebut, disana para pelayan berbaris dan memberi hormat kepada sang Tuan.
"Akhirnya kau datang juga Tuan Dokter". Sambut seorang pria seusia Dhanny.
Dhanny membalas dengan wajah datar dan tanpa basa-basi dia duduk disofa ruang tamu tanpa sang empunya rumah menyuruhnya duduk.
"Kau tidak pernah berubah ternyata". Cibir pria itu duduk disamping Dhanny.
"Tolong, buatkan minum untuk kami". Suruhnya pada seorang pelayan.
"Baik Tuan". Langsung pergi melaksanakan tugasnya.
"Bagaimana? Apa kau sudah mengagalkan pengiriman senjata itu?". Tanya Dhanny tanpa basa-basi.
"Ya seperti perintahmu. Aku sudah mencabut izin dari Negara sehingga senjata itu tidak bisa mereka ambil dan malah jatuh ditangan kita, hahaha". Tawa pria itu menggema.
Dhanny hanya melirik kearah pria itu "Apa kau yakin ini akan berhasil? Kau tahu bukan Fillipo dan Zean bukan tandingan yang bisa disepelekan?". Ucap Dhanny.
"Hmmm, apa kau meragukan kemampuanku Dhanny?". Arthur memincingkan matanya kearah Dhanny.
Dhanny mengangkat bahunya seolah tidak tahu dan acuh saja.
"Hmmm apa sebegitu cintanya kau pada gadis itu sehingga mau menyingkirkan Fillipo?". Tanya Arthur penasaran. Arthur adalah sahabat Dhanny sejak kecil, kedua pria ini mempunyai ambisi yang sama.
"Ya, dia segala nya buatku". Ujar Dhanny sambil tersenyum membayangkan wajah Fitri.
"Lalu apa yang akan aku lakukan untuk merebutnya?". Tanya Arthur sambil menyesap minuman dalam gelasnya.
"Tidak banyak, hanya menghancurkan Fillipo dan ketiga Kakak kembarnya. Setelah mereka hancur, aku akan merebutnya dan dia akan jadi milikku". Senyum Dhanny dengan penuh keyakinan.
"Ini tujuanmu menghalangi senjata kiriman mereka?". Tanya Arthur lagi penasaran. Dia juga harus ikut dalam rencana Dhanny, untuk menghancurkan Fillipo dilain sisi dia juga ingin membalas atas kematian Michael.
"Kau sudah tahu jawabannya kenapa masih bertanya?". Kesal Dhanny "Karena aku tahu senjata mereka sudah dibobol habis oleh Michael dan Park dan dengan kita mengagalkan pengiriman maka mereka tidak akan punya senjata dan kita bisa menyerang mereka kapan saja". Ucap Dhanny tersenyum smirk.
"Kau benar-benar licik Dhan". Arthur tertawa keras.
"Kita tidak ada bedanya". Celetuk Dhanny "Aku akan kembali ke Indonesia untuk menyusun rencana, jika aku terus berada disini akan sulit untuk ku menyusun rencana. Karena aku tahu mereka akan selalu mengawasiku". Jelas Dhanny.
"Baiklah, aku setuju. Aku akan selalu mendukung mu Bro". Arthur menepuk pundak Dhanny.
Arthur merupakan ketua Mafia BTOB King, ya dan Dhanny juga merupakan ketuanya. Tidak ada yang tahu karena identitas Dhanny disembunyikan dan dipalsukan oleh nya. Kedua pria ini bersahabat sejak kecil, tapi tidak ada yang tahu tentang persahabatan mereka.
**Bersambung....
Sepertinya Dhanny sudah beraksi?
Apakah Dhanny dan Dea akan bekerja sama?
Kedua Kakak beradik ini sepertinya punya misi yang sama....
Yuk ikuti kisah mereka.
GBU.....
LOVEUALL**...