
SELAMAT MEMBACA.....
Kenny dan Grace ditarik dari pesawat secara paksa.
"Jangan kasar-kasar donkk". Protes Grace ketika para bodyguard berbaju hitam itu menarik mereka dengan kasar keluar dari pesawat.
"Diam Nona". Bentak mereka bersamaan.
Sedangkan Aron sudah berjalan duluan didepan mereka. Aron berjalan dengan gaya sombongnya. Tidak lama lagi dia akan menjadikan kedua wanita itu istrinya.
"Cepat bawa mereka masuk". Tintah Aron saat dia sudah masuk kedalam mobil.
Saat ini mereka sudah berada di Sanghai China. Sesuai dengan perintah Dave untuk membawa kedua wanita itu ke Sanghai.
Sampai disebuah rumah mewah Aron langsung turun. Kenny dan Grace juga diseret dengan paksa oleh anak buah Aron.
"Kau datang?". Sambut Dave sambil menyesap minuman dalam gelasnya.
"Iya Kak. Aku sudah membawa kedua wanita ini". Aron langsung ikut nimbrung dan duduk disamping Dave.
Dave menatap kedua wanita yang dibawa Aron siapa lagi kalau bukan Kenny dan Grace yang terlihat begitu ketakutan.
"Bagaimana Bibi Elena dan Deva?". Tanya Dave tapi tatapan matanya seakan membunuh pada kedua wanita itu.
"Mereka sudah kubawa pergi ke Korea. Jadi mereka aman disana". Sahut Aron.
"Baik. Apa rencana mu selanjutnya?". Tanya Dave lagi
"Menikahi kedua wanita itu". Aron tersenyum licik. Otaknya sudah traveling berolah raga ranjang dengan dua wanita sekaligus.
Dave hanya bergidik ngeri. Aron Cassanova tak tertulung. Bahkan dalam satu Minggu dia bisa mengencani puluhan wanita dari berbagai kalangan tentunya berakhir dengan olah raga ranjang yang panjang.
"Terserah padamu. Aku tidak ikut campur". Timpal Dave.
"Bagaimana gadis itu? Apa kau kau sudah menyentuhnya?". Tanya Aron sedikit penasaran. Jujur saja dia sedikit menyesal mengajak Dave bekerjasama. Jika saja Aron tahu kalau Dave akan menjaga gadis itu, mungkin Aron memilih melakukannya sendiri.
Dave langsung menatap Aron tajam. Dia tidak suka mendengar ucapan adik sepupunya. Zevanya bukan gadis murahan yang bisa disentuh oleh sembarangan orang.
"Tentu saja". Jawab Dave sengaja. Dia tidak mau jika Aron menyentuh Zevanya "Dia sudah menjadi milikku". Ujar Dave terdengar tegas "Jangan berani menyentuh nya. Kau sudah memiliki dua ****** sekaligus jadi jangan rakus". Tegas Dave menatap tajam pada Aron.
Aron menekan salivanya susah payah. Pupus sudah harapannya mendapatkan perawan Zevanya. Bagaimana pun dia tidak akan menang melawan Dave.
"Kau sensi sekali Kak. Aku hanya ingin tahu saja". Ujar Aron cenggegesan dia menggaruk tengguknya yang tidak gatal.
Dave hanya diam dia tak lagi merespon. Tatapan terarah pada Grace dan Kenny yang menunduk ketakutan.
"Sampai kapan kau akan berdiam disitu. Aku tidak punya waktu banyak untuk menjadi walimu. Cepat nikahi mereka berdua". Seru Dave melihat arloji yang melingkar ditangannya.
"Iya kak sebentar". Ucap Aron.
"Moses".
"Semuanya sudah siap Tuan".
Tidak lama kemudian datang beberapa pendeta serta saksi yang akan menjadi wali pernikahan Aron, Kenny dan Grace.
Kenny dan Grace menangis dalam diam. Kedua wanita itu tak bisa berkata-kata. Lidah mereka terasa kelu, sedangkan air mata sudah membanjir. Sungguh Aron adalah bajingan seperti setan.
Kenny tak kalah kacau. Wanita itu terus menangis. Kenapa hidupnya jadi seperti ini? Dilahirkan dari orangtua yang sama sekali tidak peduli padanya. Dilahirkan dari keluarga yang terus menyalahkannya tanpa mau memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Dan dia mencintai pria yang tidak mencintainya, yaitu Dean. Kenny merasa hidupnya tidak berarti. Niat hati ingin menyingkirkan Zevanya tapi dia malah jatuh kedalam jebakkanya sendiri.
Aron tersenyum puas setelah melaksanakan pemberkatan nikah. Dia berhasil mempersunting dua wanita sekaligus menjadi istrinya. Dia yakin Ibu nya tidak akan mendesaknya menikah lagi. Karena dia menikahi dua wanita sekaligus.
"Bawa mereka". Tintah Dave.
"Baik Kak".
Mereka masuk kedalam sebuah ruangan. Disana ada seorang gadis yang terbaring dan tertidur dengan tenang. Entah sudah berapa lama gadis itu tertidur dia tak terganggu sama sekali dengan Ular Cobra yang terus berdesir disamping nya karena tergiur dengan santapan nikmat itu. Namun sayang tidak bisa menikmati nya.
"Zevanya".
Grace dan Kenny menutup mulut tak percaya. Ketika melihat gadis yang ingin mereka singkirkan ada disana tengah tidur dengan lelap.
Dave melipat kedua tangannya didada. Dia berjalan santai menghampiri ranjang Zevanya. Dave sengaja meletakkan ular kesayangan nya tidur disamping Zevanya agar menjaga gadis itu.
"Ingat Aron. Dia sudah menjadi milikku". Dave tersenyum smirk sambil mengelus wajah cantik Zevanya.
"Apa yang terjadi Kak. Kenapa dia tidur sangat lama?". Tanya Aron menatap Zevanya.
Sedangkan Grace dan Kenny saling memeluk ketakutan ketika melihat ular itu berada disamping Zevanya.
"Aku sengaja menyuruhnya tidur. Sebelum aku menikmati tubuhnya". Ujar Dave matanya tak beralih dari wajah cantik Zevanya.
Tanpa sadar tangan Aron terkepal. Seandainya dia kuat. Dia sudah pasti memukul Kakak nya itu dan menghabisi nya lalu merebut Zevanya dan membawanya pergi.
Ditempat lain.....
Kenzie dan Zoalva langsung meluncur ke Sanghai. Kedua pria tampan itu sudah mendapat informasi jika Zevanya berada disana. Namun sayang mereka tidak bisa asal masuk.
"Bagaimana caranya agar kita bisa masuk Kak?". Tanya Zoalva.
"Tenanglah. Kita akan menyamar. Aku akan melamar sebagai dokter dengan identitas palsu. Dan kau akan menyamar menjadi Asisten dokter". Jelas Kenzie.
"Bagaimana bisa Kak? Aku bukan dokter". Protes Zoalva.
"Aku tahu". Jawab Kenzie dingin "Kau hanya perlu berada di sampingku. Maka tidak akan ada yang curiga". Lanjut Kenzie.
"Lalu bagaimana dengan Markas?". Tanya Zoalva lagi.
"Ryan akan mengurus semuanya".
Kenzie sudah mengatur strategi untuk menemui Dave. Dia cukup mengenal pria itu, karena Ayah Dave juga bersahabat dengan Ayah-nya Kenzie. Ketika kecil mereka sering bermain bersama. Setelah dewasa mereka memilih hidup sendiri.
"Dave tidak bisa dilawan dengan kasar. Dia sangat licik dan punya seribu strategi untuk menghancurkan lawan nya". Sambung Kenzie.
"Iya Kak". Jawab Zoalva "Kenny belum ada informasi Kak. Bagaimana pun dia saudaraku". Lirih Zoalva menarik nafas dalam.
"Dia juga ditangkap oleh Aron. Pasti dia ada juga di Sanghai". Sahut Kenzie
Zoalva terdiam. Meski dia dan Kenny tak pernah akur dia tetaplah menyanyangi sepupunya itu. Apalagi saat ini Daddy dan Paman Yoshua-nya sekarang sedang mencari keberadaan Kenny. Zoalva juga ikut mencari meski tidak terlalu kelihatan. Dia tidak mau terlihat peduli pada Kenny. Dia hanya tidak mau orang-orang beranggapan dia peduli pada Kenny meski dia benar-benar peduli.
Bersambung......
LoveUsomuch ❤️