Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 88


Jika yang pergi bisa kembali. Maka aku akan memberikan apapun, agar ia bisa kembali padaku. Jika perlu aku akan memberikan nyawa yang tidak terlalu berharga ini, hanya untuk melihat senyum manisnya.


SELAMAT MEMBACA...


Sean ikut memeluk Fitri bersama Fillipo. Kedua pria itu bahkan tak membiarkan para dokter merebut Fitri yang ingin memandikan gadis itu.


"Jangan pernah kalian menyentuhnya, adikku masih hidup. Benar kan Fillipo". Bentak Sean bahkan ia dan Fillipo melindungi Fitri dalam pelukkan hangat mereka.


"Kalian dengar 'kan bahwa Fitri-ku masih hidup. Dia hanya tidur, jadi untuk apa kalian ingin memandikannya". Bantah Fillipo dengan nada emosi.


"Ce, bangun sayang. Cece mau Kakak suapin tidak?". Ucap Sean membelai wajah Fitri yang sudah tampak pucat "Cece, mau makan apa nanti Kakak masakkin ya. Walau Kakak tidak bisa masak, tapi Kakak kan bisa belajar". Kilah Sean lagi.


"Sayang kau dengar 'kan, Sean bilang apa? Ayo buka matamu, aku yang akan menyuapimu". Sambung Fillipo.


"Cih, enak saja aku yang akan menyuapi nya, dia adikku". Gerutu Sean protes. Mereka berdua seperti orang gila, tak peduli seberapa keras tangisan yang menggema mereka yakin jika Fitri hanya tertidur, ya mereka yakin.


"Sean, Fillipo bethenti". Teriak Sam "Shellena sudah meninggal, kita harus ikhlas". Ucap Sam dengan nada berat.


"Apa yang kau bicarakan Dad, Cece-ku hanya tertidur saja". Bentak Sean.


Tit tit tit tit tit


Monitor pendetak jantung kembali berbunyi. Semua mata tertuju pada layar monitor itu. Sean dan Fillipo merasakan pergerakan tangan Fitri.


"David, cepat periksa putri". Teriak Sam menghampiri Sean dan Fillipo yang masih memelik Fitri.


David, Yoshua dan Yoel bergegas menuju brangkar dengan tangan bergetar hebat. Mereka harus melewati perdebatan sengit karena Sean dan Fillipo tidak mau melepaskan Fitri. Setelah dibujuk oleh Piranda akhirnya Fillipo dan Sean mengalah.


"Cepat alirkan transfusi darah". Perintah Yoshua.


Mereka kembali memeriksa Fitri. Selang-selang yang belum terlepas itu berfungsi kembali. Aliran infus yang sempat terhenti, transfusi darah yang tadi tak mengalir kini kembali normal. Detak jantung gadis itu kembali berdetak, meskipun belum normal. Tapi setidaknya masih ada tanda kehidupan disana.


David, Yoshua dan Yoel tersungkur sambil bersujud dilantai. Didepan berangkat Fitri.


"*Terima kasih sudah kembali". Lirih Yoshua berkaca-kaca.


"Fitri". Batin Yoel.


"Paman, bahagia kau kembali gadis laknat". David menyeka air matanya*.


Ketiga pria Ayah dan anak itu masih tersungkur sambil menahan perasaan mereka yang tadi merasa sempat mati.


"Bagaimana keadaan putriku David? Apa yang terjadi padanya?". Tanya Sam berkaca-kaca.


David bangkit dan berdiri.


Glepppppppp


David memeluk Sam dengan tangis yang pecah "Putrimu kembali Sam. Dia kembali. Dia kembali lagi, dia menyangi kita". Isak David memeluk Sam.


Sam tak dapat berkata apa-apa "A-apa yang kau katakan itu benar David?". Tanya Sam memastikan tangannya bergetar dengan hebat merasakan hampir kehilangan separuh dari jiwanya.


Sam menghampiri berangkat putrinya. Gadis kecil itu sudah dipenuhi dengan selang, bahkan dimulutnya juga terdapat oksigen uap.


"Terima kasih telah kembali sayang... Daddy, Daddy". Ucap Sam terputus-putus "Sayang ...". Ucapan Sam masih tidak tembus.


"Daddy menyanyangimu, sangat menyayangi mu". Sam mengecup kening Fitri.


Pedrosa juga mendekat kearah Fitri. Matanya kembali berkaca-kaca, rasanya hampir mati ketika menyaksikan bahwa gadis itu berhenti bernafas.


"Putri Ayah". Tangis Pedrosa pecah kembali. Rasanya ia tak percaya jika Fitri kembali.


"Putri Ayah kembali?? Putri Ayah, kembali. Putri Ayah....". Kata-kata Pedrosa terpotong, seakan lidahnya tak mampu berucap. Ia masih tak menyangka jika gadis ini akan kembali.


"Buka matamu sayang. Ayah janji, akan melindungi dan menjagamu. Sesuai dengan janji Ayah". Pedrosa membelai rambut Fitri dan mengecup kening gadis kecil.


Zean dan Zaen masih mematung ditempatnya. Mereka berdua merasakan jika roh mereka terlepas dari tubuh keduanya, saat dokter mengatakan jika Fitri meninggal. Seakan roh mereka kembali saat mendengar dentingan mesin monitor pendetak jantung kembali berbunyi.


"Fitri". Lirih Zean "Jika benar kau adikku, aku akan merasa sangat-sangat bersyukur". Lirih Zean lagi.


Zaen menatap Fitri yang terbaring dengan perasan sulit dijelaskan "Hampir saja aku kehilangan nyawaku, setelah melihatku begitu. Kau adikku, aku menyanyangimu". Batin Zaen juga.


Fillipo dan Sean berjalan pelan menghampiri brangkar fitri.


"Apa yang kukatakan benar kan sayang? Jika kau hanya tidur!". Senyum tipis Fillipo mengusap kepala Fitri "Kau pasti terbangun mendengar suara teriakkan Kakakmu yang jelek itu 'kan?". Sindir Fillipo sambil terkekeh. Tapi matanya berkaca-kaca.


"Kau menyindirku?". Ucap Sean tidak terima "Jangan dengarkan, ucapan pria dingin itu ya Ce. Kau lihat tidak tadi wajahnya saat menangis, jelek sekali. Jika kau melihatnya pasti akan mentertawain pria itu! Kau akan menyesal telah mencintainya". Celetuk Sean terkekeh melihat ekspresi Fillipo. Tapi air mata berjatuhan dipipinya


"Cih, kau mengataiku? Memang nya kau pikir wajahmu tampan apa saat menangis!". Kesal Fillipo tak terima dirinya dibilang jelek. Kedua pria itu terus berdebat, padahal mereka hanya menyembunyikan kesedihannya saja. Sean hampir gila saat mendengar Fitri dinyatakan tidak bisa diselamatkan. Begitu juga dengan Fillipo, kedua pria tampan itu seperti orang gila.


Dhanny dan Lucas tak kalah syok, bahkan Dhanny sambil tersungkur dilantai. Ia hampir hilang kesadaran mendengar bahwa Fitri meninggal. Dhanny takkan sanggup menerima kenyataan itu. Meskipun dia tidak bisa memiliki cinta Fitri, tapi ia takkan rela jika gadis itu benar-benar pergi dari hidupnya.


Lucas, dia bahkan tak bergerak dari tempat nya berdiri. Ia mematung seperti patung. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Dunianya serasa runtuh, apalagi saat melihat Fillipo menangis dan memeluk Fitri dengan erat sambil seperti orang gila yang kadang menangis dan kadang tertawa.


Luna dan Pearce, kedua gadis ini sepertinya sadar dengan apa yang mereka lakukan. Air mata juga berjatuhan dipipi keduanya. Ada penyesalan yang tersemat saat melihat Fitri bujur dan kaku. Ada rasa takut jika harus kehilangan gadis berisik itu. Fitri sudah menyelamatkan mereka semua dan mengorbankan dirinya untuk semua orang. Namun, nyawa gadis itu hampir saja melayang gara-gara mereka.


"Fitri mengalami mati suri". Jelas David "Dia koma, mungkin akan dalam waktu yang lama. Sering-seringlah mengajaknya bicara, dan dukunglah dia usahakan untuk jangan bersedih". Jelas David lagi.


"Baik". Sahut Sam dan Pedrosa singkat dan bersamaan.


**Bersambung....


Fitri masih hidup?


hanya mati suri????


GBU


LoveUall....❤️**