
SELAMAT MEMBACA....
Myron masuk kedalam Mansion kediaman Ranlet Flint. Wajahnya datar dan juga dingin, lebih dingin dari Ayahnya Mars. Pria itu bahkan menderita OCD akut, dia memiliki tingkat kebersihan yang tinggi dan tidak bisa disentuh oleh sembarangan orang kecuali Ibunya Merry dan bahkan pada adiknya Myra saja dia bersikap dingin dan tak peduli,
“Kau baru pulang Boy?”. Merry menyambut putranya. Mansion mewah ini ditinggalin oleh lima kleuarga sekaligus. Sejak awal mereka menikah sampai hari ini mereka masih bersama dan tidak terpisahkan.
“Iya Mom”. Myron mengecup pipi Ibunya dengan sayang. Myron sangat menghormati Ibunya, Merry. Wanita lemah lembut ini selalu paham apa yang dia mau.
“Dad”. Myron duduk disamping Mars yang sedang asyik membaca buku disoffa ruang keluarga.
“Bagaimana keadaan perusahaan Son?”. Tanya Mars meletakkan bukunya. Sementara Merry menyiapkan makan malam bersama Luna, Christy, dan Elizabeth.
“Ya seperti biasa Dad, berjalan lancar”. Sahut Myron menyenderkan punggungnya.
“Apa pembuatan senjata yang dirakit Zehemia siap diluncurkan?”. Tanya Mars “Daddy, dengar wilayah timur diserang lagi? Apa kalian sudah menemukan dalang dibalik semuanya?”. Cecar Mars. Walaupun sudah pensiun didunia Mafia dia tetap mengontrol apa yang dilakukan putranya.
Myron menarik nafas kasar “Sudah Dad, hanya ada beberapa lagi yang belum terselesaikan. Masalah wilayah timur itu, kata Luke Cut Silent yang menyerang karena mereka menginginkan senjata dan robot yang disimpan Grandma ditempat itu”. Jelas Myron “Apa Daddy tahu siapa Cut Silent?”. Tanya Myron
Mars bingung, darimana lagi hidupnya Cut Silent “Cut Silent, kelompok Mafia terkejam dia merupakan cabang dari Winner King. Tapi setahu Daddy, kelompok itu sudah lama musnah dua puluh lima tahun yang lalu dan dihabisi oleh Lion Killer”. Mars tampak berpikir “Apa mungkin ada yang membentuknya kembali?”. Gumam Mars dan masih didengar oleh Myron.
Zehemia dan Zehekiel ikut bergabung bersama Mars dan Myron. Kedua nya penasaran melihat wajah serius kedua pria itu.
“Ada apa Paman?”. Tanya Zehemia.
“Paman, sedang memikirkan kelompok Mafia Cut Silent. Dua puluh lima tahun yang lalu kelompok itu sudah dimusnahkan oleh Lion Killer, tapi kenapa ada lagi?”. Mars sampai menghela nafas pelan. Artinya ada lagi munsuh baru yang akan mereka hadapi. Jika begini terpaksa dia pun harus turun tangan meski sudah lama pensiun.
Zehemia dan Zehekiel juga tampak berpikir keras. Mereka seperti tidak asing dengan nama itu
“Nanti aku akan coba selidiki Paman. Aku akan meminta bantuan Luke”. Ucap Zehekiel. Luke memiliki kemampuan yang sama dengan Zehekiel yaitu retas meretas data dan bahkan bisa mencari informasi yang sulit ditemukan oleh orang lain
“Terima kasih Boy. Kabarin Paman jika kau sudah menemukannya”. Ucap Mars “Cut Silent dan Winner King, Paman yakin jika kedua kelompok ini akan kembali menyerang kita”.
“Winner King?”. Beo ketiga pria itu bersamaan.
“Winner King juga bagian dari Cut Silent. Park adalah pemilik kelompok Mafia Winner King tapi dia sudah meninggal dua puluh lima tahun yang lalu, dan Cut Silent dipimpin oleh James Park putra pertama Park, tapi dia juga sudah meniggal dua puluh lima tahun yang lalu”. Jelas Mars.
“Apa mungkin ada yang masih tersisa Dad?”. Tanya Myron.
“Bisa jadi”. Sahut Mars “James Park adalah sahabat Daddy dulu, tapi Daddy tidak terlalu mengenal siapa-siapa saja orang terdekatnya”. Ucap Mars.
“Kakak”. Pembicaraan mereka terbuyar saat mendengar suara seorang gadis yang memevahkan percakapan keempat pria itu.
“Sayang”. Zehemia dan Zehekiel tersenyum saat melihat Zevanya datang menghampiri mereka.
“Ada apa sayang, hmmmm?”. Tanya Zehemia lembut, seketika sifat dinginnya menghangat jika bersama adiknya.
“Iya sayang”. Senyum Mars pada putri adiknya itu.
Sedangkan Myron hanya menampilkan wajah datar saja. Tapi setiap kali melihat Zevanya, ada sesuatu yang berbeda dirasakan oleh Myron. Dua puluh lima tahun bersama, membuatnya sudah biasa dengan sikap manja Zevanya yang juga sama dengan adiknya Myra. Bedanya Zevanya memang jenius dan ketika kejeniusannya muncul maka gadis itu tampak serius dan misterius.
Mereka menuju meja makan. Zevanya memeluk lengan kedua Kakak nya dengan manja. Dia berada ditengah-tengah kedua kembarannya itu. Sambil terus berceloteh dengan ucapan-ucapan yang membuat kedua pria itu gemes.
Mars menggeleng kepala, dia teringat ketika dulu pertama kali mengenal Fitri yang selalu dibungkam oleh gadis itu dan Mars heran dan bertanya-tanya berapa banyak kosa kata yang ada diotak Fitri sehingga membuatnya tak henti berbicara. Sifat itu menurun pada putri nya Zevanya, sehingga ketika melihat Zevanya kerinduannya terhadap Fitri terobati
Myron, tanpa sadar menarik sudut bibirnya, dia tersenyum tipis dan sangat tipis sehingga tidak terlihat.
“Sayang mau disuapin siapa Kak Iel atau Kak Hem?”. Tanya Zehekiel sambil berjalan bersama kedua kembarannya.
“Kak Hem saja”. Sahut Zevanya manja. Zehemia dan Zehekiel terkekeh.
Jika dulu Sean, Zean dan Zaen selalu berdebat memperebutkan Fitri namu berbeda dengan ketiga kembar identic itu. Zehemia dan Zehekiel bekerjasama dalam menyanyangi dan mengurus adiknya dan mereka tak pernah bertengkar atau berdebat.
Semua anggota keluarga sudah menunggu dimeja makan. Meja makan besar itu sudah di isi penuh oleh mereka masing-masing. Hampir dua puluh orang yang berada dimeja makan. Dulu Sam memang sengaja membuat meja makan yang mampu menampung semua anggota keluarganya.
“Dad”. Zevanya duduk disamping Fillipo.
“Iya sayang”. Fillipo tersenyum hangat “Zeze mau makan apa, biar Daddy ambilkan?”. Tanya Fillipo sambil mengambil piring.
“Hmmm, apa ya?”. Zevanya tampak berpikir melihat banyak sekali menu yang tertata rapih diatas meja
“Sayang, jangan pilih makanan pedas. Zeze hanya boleh makan sayuran dan daging secukupnya”. Tegas Zehemia pada adiknya saat Zevanya sudah mau menunjuk makanan pedas.
Wajah Zevanya langsung murung. Selalu saja begitu kalau dia ingin makan makanan yang pedas.
“Yang ini saja ya sayang”. Ucap Fillipo mengambil bebarapa sayuran dan daging lalu memasukkannya kedalam piring putrinya.
Zevanya mengganguk dengan wajah cemberut. Zehemia dan Zehekiel terkekeh saat melihat wajah adik mereka yang tampak kesal namun menggemaskan. Kadang mereka selalu berpikir jika Zevanya bukan kembaran mereka, karena wajah mereka sungguh jauh berbeda.
Sedangkan yang lain hanya senyam senyum sendiri, sudah biasa dengan drama tersebut dan setiap kali makan selalu begitu.
Grace curi-curi pandang menatap sepupunya Myron yang sangat tampan dan benar-benar ukiran Tuhan terindah. Grace kagum sekagum-kagumnya pada ciptakaan Tuhan yang satu ini, sungguh luar biasa. Nikmat Tuhan mana lagi yang didustakan saat melihat Myron.
Sementara Myron, hanya makan dalam diam. Dia makan begitu asyik dan tak terganggu dengan yang lainnya. Seakan dunia miliknya sendiri. Sebenarnya pria penderita OCD itu mendengarkan hanya saja tidak peduli. Mars dan Merry sempat berpikir jika putra mereka impoten, karena Myron memang sangat tidak menyukai wanita selain Ibunya. Myron, irit bicara dan bicara hanya seperlunya saja.
Bersambung.........
LoveUsomuch ❤️