
SELAMAT MEMBACA....
Fillipo masih terbaring lemah dibrangkar rumah sakit. Pria paruh baya itu hanya bisa berbaring tubuhnya lemah karena tidak makan.
"Dad".
Zehemia dan Zehemia hanya bisa menarik nafas dalam melihat kondisi Ayah mereka.
"Dad, makanlah sedikit. Setidaknya tubuhmu ada energi". Tandas Zehemia dengan sabar. Setiap hari tugas keduanya hanya membujuk sang Ayah agar mau makan.
"Bagaimana keadaan adik kalian disana? Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia aman? Apakah dia bisa tidur? Apakah dia makan enak?". Cecar Fillipo mengigit bibir bawahnya menahan tangis tanpa melihat kedua putranya.
"Dad, kita percaya pada Tuhan. Bahwa Zeze akan baik-baik saja". Zehemia mengelus lengan Fillipo "Daddy, harus makan. Jika Daddy tidak makan bagaimana kami bisa mencari Zeze. Karena kami mengkhawatirkan mu". Sambung Zehemia.
"Benar Dad. Jika Daddy sembuh, kita bertiga bisa mencari Zeze bersama-sama". Rayu Zehekiel.
Fillipo terdiam sejenak. Lalu dia menatap kedua putranya. Benar juga kata putranya jika dia sembuh, dia bisa mencari keberadaan putrinya. Tapi jika dia masih terus terbaring bagaimana dia mencarinya?
"Berikan makanan nya". Fillipo berusaha duduk. Zehemia dengan cepat membantu sang Ayah.
Zehekiel tersenyum simpul. Hanya dengan rayuan itu yang bisa membuat Ayahnya mau makan.
"Biar Kiel, suapi Dad".
"Terima kasih Son".
Zehekiel menyuapi Fillipo dengan telaten dan sabar. Fillipo benar-benar makan sebanyak-banyaknya memang sudah beberapa hari ini perutnya kosong. Jika saja bukan cairan infuse yang menguatkan tubuhnya sudah dipastikan dia akan lemah tak bisa bergerak.
Mendengar nama putrinya membuat Fillipo semangat bukan main. Dia harus sembuh. Dia harus temukan putrinya. Dia ingin memeluk putrinya itu lagi.
"Paman".
"Kak".
Dean dan Pearce masuk. Dean menjadi dokter pribadi Fillipo saat ini.
"Dean, Pearce". Balas Fillipo.
"Bagaimana kabarmu Kak?". Tanya Pearce melekatkan buah tangan yang dia bawa.
"Sudah lebih baik Pearce. Kakak harus sembuh agar bisa menemukan Zeze". Ujar Fillipo semangat.
Pearce tersenyum simpul. Meski hatinya juga tak tenang memikirkan keponakan kesayangan nya itu karena sampai hari ini belum ada kabar mengenai dimana Zevanya.
"Zeze pasti ditemukan. Asal Kakak semangat untuk sembuh". Ujar Pearce.
"Paman, biar Dean periksa dulu".
Fillipo mengangguk "Silahkan Dean".
Dean memeriksa Fillipo dengan telaten. Kondisi Fillipo jauh lebih baik setelah dia menghabiskan tiga mangkuk bubur. Selama beberapa hari ini kondisi pria itu melemah karena tidak makan.
"Syukurlah Paman. Tekanan darahmu sudah normal. Sebaiknya Paman istirahat saja ya". Dean menaikan selimut Fillipo.
"Kapan Paman boleh pulang?". Tanya Filipo. Jujur saja dia bosan dengan bau rumah sakit. Apalagi mencium bau obat-obatan.
Dean tersenyum hangat "Tunggu kondisi Paman lebih baik, baru boleh pulang". Sahut Dean.
"Sebaiknya Kakak istirahat saja ya. Pearce akan jaga Kakak". Ujar Pearce.
Zehemia, Zehekiel, dan Dean keluar dari ruangan Fillipo. Pearce yang akan menjaga Fillipo, karena Zehemia dan Zehekiel akan mencari keberadaan adiknya.
"Bagaimana, apa sudah ada kabar dari Kenny dan Grace?". Tanya Zehemia. Ketiga pria itu berjalan menuju ruangan Dean.
"Belum. Seperti dugaan kita. Aron memang sengaja membawa mereka pergi". Sahut Dean.
"Dean, bersiaplah. Kita akan menyusul Kak Myron ke wilayah timur. Triple L akan membantu kita menemukan Zeze". Tintah Zehemia.
Setelah Dean berganti baju. Mereka langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju Bandara. Disana sudah ada Johannes dan Shawn serta Luke yang menunggu. Ketiga pria tampan itu selalu standby memberikan informasi.
"Luke, bagaimana keadaan Lucy?". Tanya Zehemia.
"Lucy sudah sadar". Sahut Luke.
"Paman Arthur?". Sambung Zehekiel.
"Dia juga sudah sadar. Hanya saja Paman Arthur menggila ingin mencari keberadaan Zevanya". Luke menghela nafas panjang "Untung saja ada Daddy dan Paman Dhanny, jika tidak Paman Jomblo itu pasti sudah kabur". Imbuh Luke sambil menarik nafas dalam.
"Apa ada petunjuk dari Paman Arthur tentang dimana Zeze?". Tanya Dean penuh harap. Sungguh dia sangat merindukan sepupu berisik nya itu.
Luke menggeleng "Tidak ada. Paman Arthur bilang, pria itu bertopeng dan tidak bisa mengenali wajahnya". Tandas Luke.
Jet pribadi itu mendarat diwilayah timur. Disana sudah ada Myron, Triple L serta Homer yang menunggu mereka.
"Bagaimana Kak?". Tanya Zehemia sambil berjalan sejajar dengan Myron
"Triple L. Akan menjelaskan semuanya".
"Baik Kak".
Mereka semua berjalan menuju ruang rahasia tempat penyimpanan senjata. Disana senjata yang dijaga Arthur serta robot buatan Fitri masih tertata rapih. Munsuh tidak bisa membuka sandi dan masuk kedalam ruangan itu. Namun ada beberapa senjata Pedrosa yang diambil oleh munsuh sehingga hanya tersisa beberapa lain.
Saat ini mereka tengah serius. Melihat ketiga Mutan itu memainkan laptop didepan mereka. Myron benar-benar kagum dengan kemampuan tiga Manusia Buatan itu. Luar biasa. Bahkan melebihi kemampuan manusia pada umumnya.
"Tuan, kami sudah melacak keberadaan Nona Zevanya. Saat ini Nona dibawa ke Sanghai, China". Jelas Lian.
"Sanghai?". Beo mereka
"Iya Tuan. Dave William yang membawa Nona kesana. Tujuan Dave William menculik Nona adalah agar anda menyerahkan wilayah timur dan memberikan semua senjata serta robot buatan Nona Fitri pada mereka". Jelas Louis.
"Nona Grace dan Nona Kenny juga dibawa kesana. Selama ini mereka bekerja sama dengan Tuan Aron dan Tuan Dave untuk membunuh Nona Zevanya". Sambung Liam.
Mereka semua tercenggang. Bahkan Johannes dan Shawn menatap tak percaya.
"Kasus penembakan Nona Zevanya, juga atas perintah Nona Grace dan Nona Kenny yang cemburu melihat Nona Zevanya dekat dengan Tuan Aron". Sambung Louis lagi.
Lagi-lagi mereka tercengang. Zehemia dan Zehekiel mengeraskan rahang mereka.
"Jadi penembakan itu rencana Grace dan Kenny?".
"Iya Tuan".
Tangan Zehemia terkepal. Dia tidak habis pikir apa yang ada dipikiran mereka sehingga tega menyakiti adiknya sendiri. Hanya karena cinta, menurut Zehemia tidak masuk akal.
Sementara Myron terdiam. Sekarang dia paham maksud Zevanya yang mengatakan takut Grace salah paham. Myron teringat ketika Zevanya menghindarinya beberapa waktu, pasti ini ada hubungannya dengan Grace.
Dean juga terlihat marah sekali. Tak disangka Kenny sejahat itu. Padahal wanita itu terlihat baik dan lembut, namun nyatanya sangat jahat
"Lalu bagaimana caranya agar kita bisa kesana?". Timpal Myron.
"Kita tidak bisa masuk kesana Tuan. Karena sistem keamanan yang dibuat sangat susah. Namun kami akan berusaha meretasnya dengan virus baru buatan Nona Zevanya". Jelas Lian.
"Zevanya membuat virus?". Tanya Luke dan Shawn tak percaya.
"Iya Tuan. Nona Zevanya sengaja memasang alat pelacak dikalung yang dia pakai. Agar kami bisa melacak keberadaan nya". Sambung Louis.
Mereka semua tercenggang sejak kapan Zevanya memiliki kemampuan didunia IT sampai tahu memasang alat pelacak? Mereka tidak tahu saja jika Zevanya memasang pelacak antivirus dihandphone mereka masing-masing tanpa sepengetahuan yang punya handphone.
Bersambung......
LoveUsomuch ❤️