Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 34. S2.


SELAMAT MEMBACA.....


Zoalva memukul stir mobilnya dengan kasar. Dia tidak menyangka jika Kenny dan Grace tega ingin membunuh Zevanya. Yang Zoalva tahu bahwa selain saudara mereka juga bersahabat. Bagaimana mungkin mereka tega menyakiti gadis-nya.


Zoalva melajukan mobilnya, tujuan nya adalah menemui Zevanya. Dia khawatir saat gadis itu tidak mengangkat telponnya. Zoalva tidak mau terjadi sesuatu pada gadis-nya.


Zoalva sampai dikediaman Ranlet Flint. Segera pria itu turun dengan tergesa-gesa dia khawatir dan juga panic. Semoga Zevanya-nya baik-baik saja.


“Selamat malam Tuan Muda yang bisa saya bantu?”. Tanya satpam yang bertugas dipintu gerbang.


“Paman, apa Zevanya ada?”. Tanya Zoalva. Dia memasang wajah ramah padahal hatinya sudah mulai jenggah.


“Ada Tuan Muda silahkan masuk”.


“Terima kasih Paman”.


“Sama-sama Tuan Muda”.


Zoalva masuk dengan langkah lebar. Dia tak sabar bertemu Zevanya. Dia harus memastikan jika gadisnya itu baik-baik saja.


“Zo, apa yang kau lakukan disini?”. Tanya Zehemia yang kebetulan sedang berada didepan Mansion.


“Aku ingin bertemu Zeva”. Sahut Zoalva.


Kening Zehemia berkerut “Ada apa?”. Tanya Zehemia curiga.


“Aku hanya ingin bertemu dengannya”. Sahut Zoalva dingin.


Zehemia memincingkan mata curiga. Tapi dia yakin Zoalva tidak ada niat jahat pada adiknya. Walaupun tidak dekat dengan putra dari sahabat Daddy nya tapi dia yakin jika Zoalva orang baik.


“Silahkan masuk”. Zehemia berjalan masuk dan diikuti oleh Zoalva.


“Ze”. Panggil Zehemia pada adiknya yang tengah asyik melukis diruang tengah bersama Kakak nya Zehekiel dan Fillipo. Sedangkan yang lain sibuk dengan urusan masing-masing. Jika sudah selesai makan malam mereka jarang berkumpul dan malah bersemedi dikamar masing.


“Kakak”.


“Al”.


Zevanya meletakkan alat lukisnya dan tersenyum saat melihat Zoalva datang bersama Kakak nya. Sedangkan Zehekiel dan Fillipo terlihat bingung dan juga heran tak biasanya Zoalva datang kerumah mereka, apalagi malam-malam seperti ini.


“Ayo Al, silahkan duduk”.


“Malam Paman”. Sapa Zoalva pada Fillipo.


“Malam juga Zo”. Balas Fillipo ramah.


Zehemia dan Zehekiel menjadi posessif. Mereka berdua duduk didekat adiknya. Entahlah ada aura berbeda saat Zoalva datang kerumahnya.


“Ada Zo. Tumben malam-malam kesini?”. Tanya Zevanya tangannya masih melanjutkan lukisan ditangannya. Zoalva menatap kagum pada Zevanya. Gadis ini sungguh benar-benar unik dan luar biasa.


“Tidak, aku hanya ingin melihatmu. Bagaimana keadaanmu?”. Tanya balik Zoalva menatap Zevanya dengan senyum. Bulu mata nya lentik dan hidung mancung, sungguh ukiran Tuhan terindah yang pernah dilihat.


“Aku sudah lebih baik Zo”. Senyum Zevanya menyelesaiakan lukisannya


“Sayang, Daddy istirahat dulu ya. Zeze jangan bergadang”. Fillipo mencium pucuk kepala putrinya “Zo, Paman duluan ya”.


“Iya Paman”.


Zoalva bingung mau berbicara apa. Dia kesal karena Zehemia dan Zehekiel tak juga pergi. Malah kedua saudara kembar itu semakin menempel pada adiknya. Zoalva mengendus kesal, ingin dia cakar wajah kedua pria menyebalkan itu. Niatnya ingin melepas rindu tapi malah dia harus menghadapi sifat kekanak-kanakkan kedua pria kembar itu.


Di Markas Cut Silent………..


Prang prang prang prang prang


Sreeetttt srettttttt srettttttttttttt


Kenzie tengah menghabisi tangkapannya. Dia memutilasi memotong-motong menjadi beberapa bagian. Lalu dia memasaknya dan memberinya bumbu, seperti sedang memasak sayur didalam wajan.


“Buka mulutmu”. Pria itu menggeleng tidak mau.


“Cepat buka”. Bentak Kenzie.


Pria itu tetap menggeleng tidak mau


“Ryan”.


“Baik Tuan”.


Ryan membuka mulut pria itu dengan paksa. Kenzie menyendok daging yang masih panas dalam mangkuknya, lalu memasukkannya kedalam mulut pria itu. Kenzie menutup mulut pria itu memaksannya untuk menelan daging temannya yang baru saja dimasak oleh Kenzie.


“Telan brengseekkkkk”. Teriak Kenzie. Dia kembali menyendok daging itu yang bahkan masih mengeluarkan asap yang mengempul masih panas. Dia tidak peduli dengan tawannya yang memberontak minta belas kasihan.


Lalu Kenzie beralih pada teman pria yang berjongkok disampingnya.


“Ryan”.


“Baik Tuan”.


Ryan kembali membuka paksa mulut pria yang satunya. Dia bahkan menarik bibir pria itu hingga mengeluarkan darah segar.


Kenzie memasukkan daging manusia itu kedalam mulut tawanannya. Dia tertawa puas saat melihat pria itu menangis. Dia takkan memberi ampun pada siapa saja yang berani mengusik hidupnya.


Kenzie melemparkan mangkuk itu sembarang hingga daging manusia yang sudah dia masak berhamburan kelantai.


Lalu Kenzie mengambil pedang yang mengkilap. Pedang sejarah dari Kakek nya Park. Kenzie mewarisi pedang itu sejak kecil.


“Ryan”.


Ryan langsung menendang salah satu pria yang sudah sekarat. Kenzie menatap pria itu dengan mata elangnya. Tatapannya seakan mampu membekukan tubuh pria itu.


“Apa tujuan kalian mengagalkan senjataku?”. Kenzie mencengkram dagu pria itu dengan kasar. Tatapannya mampu menembus semua organ tubuh pria yang sudah sekarat itu.


“M-maafkan kami Tuan”. Sahut pria itu ketakutan. Darah dan keringat mengalir menandakan selain ketakutan dan dia juga kesakitan.


“Black Tiger?”. Kenzie setengah meledek “Apa dia tidak tahu aku siapa? Apa dia tidak tahu jika sedang membangunkan harimau yang sedang tidur?”. Cecar Kenzie. Dia mengusap mata pedangnya yang terlihat mengkilat dan juga bercahaya seperti cermin.


“Apa kalian pikir aku akan melepaskan kalian begitu saja? Oh tentu tidak”. Ledek Kenzie.


Prang prang prang prang prang


Srett srettt sretttttt sreettttttttttt


Kenzie langsung mencincang tubuh kedua pria itu dengan kejam. Darah muncat dan mengalir kemana-mana. Tangan sudah terpisah-pisah, kaki nya juga terpotong-potong, jantung, hati dan organ tubuh yang lain juga bersimpahan. Tulang-tulang pria itu terlihat memutih namun dilapisi oleh darah. Bahkan tak sempat berteriak kesakitan karena langsung dipotong lehernya oleh Kenzie.


Sedangkan ketiganya yang masih tersisa, tampak ketakutan bukan main. Keringat bercucuran didahi mereka. Mereka menunduk dan takut melihat adengan neraka langsung itu.


“Ryan, kurung mereka dikandang Lan”. Suruh Kenzie. Lan adalah harimau peliharaan Kenzie. Harimau yang berusia belasan tahun itu selalu memakan daging manusia. Setiap hari Kenzie menyiapkan satu nyawa untuk hewan peliharaannya. Tak peduli jika anak buahnya sekali pun.


“Baik Tuan”.


Ryan dan beberapa anggota lainnya membawa ketiga pri itu untuk masuk ke kandang harimau peliharaan Kenzie.


Kenzie melempar pedangnya. Dia tersenyum puas, karena mood nya yang tidak baik menjadi baik kembali setelah membunuh. Baginya membunuh adalah hobbhy yang ingin dia lakukan setiap saat.


Kenzie membersihkan diri. Karena bajunya sudah penuh dengan darah. Sudah tak heran memang begitu setelah dia menghabisi tawanannya.


Setelah membersihkan diri, Kenzie segera menganti bajunya dengan jas dokter miliknya. Setelah ini dia akan kembali kerumah sakit karena ada beberapa laporran pasien yang harus dia periksa.


**Bersambung....


LoveUsomuch ❤️**