
SELAMAT MEMBACA........
Luna membantu Dea menyiapkan perlengkapan nya, karena pengantin baru ini akan berbulan madu ke Paris untuk beberapa Minggu ke depan.
"Luna, jaga Daddy dan Mommy ya". Pesan Lucas.
"Siapkan". Senyum Luna "Jangan lupa buat keponakkan yang banyak untukku". Goda Luna sambil mengedipkan matanya kearah Dea.
Dea menjadi salah tingkah "Luna". Pekik Dea kesal.
"Hahahaha". Tawa Luna.
Lucas hanya menggeleng melihat sikap adiknya.
"Makanya cepat nyusul biar tahu rasanya menikah bagaimana?". Celetuk Dea.
Luna memincingkan matanya malas "Bagaimana mau menikah calon saja tidak ada". Ketus Luna.
"Sudah jangan berdebat". Mouth menagahi "Kalian hati-hati ya sayang". Mouth memeluk menantunya.
"Terima kasih Mom". Balas Dea.
"Mom, Dad, Dea berangkat". Dea juga memeluk kedua orangtuanya, Dion dan Diandra.
"Iya sayang. Buat cucu yang banyak untuk Mom". Diandra mengedipkan mata kearah Dea.
Dea tersipu malu
"Mom, kami berangkat". Lucas juga memeluk kedua mertuanya secara bergantian.
"Kak Dhanny, kami berangkat". Goda Lucas memeluk Dhanny dan memanggil nya Kakak.
"Ck, kita seusia jangan memanggilku Kakak". Protes Dhanny membalas pelukkan Lucas. Keduanya lalu tertawa.
"Kapan kau akan menyusul?". Bisik Lucas di telinga Dhanny. Dhanny memincingkan mata kesal mendengar pertanyaan adik Ipar nya.
"Sudah cepat pergi sana, buatkan aku keponakan". Celetuk Dhanny kesal sambil mendorong pelan tubuh Lucas.
Setelah mengantar Lucas dan Dea ke Bandara. Luna segera pergi ke butik nya, sedangkan Mouth dan Alexander' kembali ke Mansion mereka. Dion dan Diandra juga kembali kekediaman mereka. Dhanny menuju rumah sakit Sam, dan dia kembali bekerja disana sesuai dengan permintaan Fitri.
Luna memarkir mobilnya dihalaman butik miliknya. Luna turun dari mobil, dan tersenyum lebar saat melihat nama yang terpampang didepan butiknya.
Saat Luna hendak melangkah masuk, sebuah mobil sport mewah singgah dan memarkir mobilnya disamping Luna.
Kening Luna berkerut melihat mobil itu, sepertinya tidak asing. Tapi siapa? pikir Luna.
Mata Luna membelalakkan saat seorang pria tampan turun dari dalam mobil dengan kata mata hitam yang tebal bertengger dihidung mancungnya.
"Zean". Gumam Luna saat melihat pria itu berjalan kearah nya. Tumben dan aneh tidak biasanya pria Kulkas dua pintu untuk datang ke butiknya.
"Zean". Sapa Luna.
Zean berdiri didepan Luna sambil melepaskan kacamata hitamnya, lalu menggantungnya dileher kemeja yang dia kenakan.
"Aku butuh bantuanmu". Ucap Zean dengan nada dingjn sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana miliknya.
"Apa?". Tanya Luna mengerutkan keningnya.
Zean tak berbicara dan langsung main masuk saja tanpa disuruh. Luna mencebik kesal.
"Dasar Kulkas". Cibir Luna sambil berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.
Zean menarik sudut bibirnya saat ekor matanya tak sengaja melihat Luna yang kesal justru terlihat begitu menggemaskan bagi Zean.
"Ada apa Zean?". Tanya Luna yang mulai jenggah dari tadi pria itu terus menatap gaun-gaun cantik yang terpasang dibeberapa manekin butik Luna.
"Carikan aku gaun terbaik dibutik ini". Tandas Zean dingin tangannya masih setia berdiam disaku celana miliknya.
"Baik".
"Iya Nona, ada yang bisa dibantu?". Tanya Risa sopan sambil sedikit membungkuk.
"Carikan gaun yang baru dirancang kemarin". Perintah Luna.
"Baik Nona". Sahut Risa dan melakukan perintah Luna.
"Apa kau tidak menyuruh tamumu duduk?". Sindir Zean memincingkan matanya kearah Luna.
Luna mencebik "Ayo, tunggu diruang kerjaku saja". Ajak Luna ketus sambil berjalan mendahului Zean.
"Silahkan duduk". Ucap Luna cuek mempersilahkan Zean duduk disofa ruang tamunya.
Sementara Luna menghampiri meja kerjanya, dan melanjutkan pekerjaannya tadi sempat tertunda karena mengantar Lucas dan Dea ke Bandara.
"Maaf Nona, ini gaun yang anda minta". Risa meletakkan gaun itu diatas meja kerja Luna.
"Terima kasih Sa". Senyum Luna, lalu mengambil gaun itu dan membawanya kedepan Zean.
"Ini gaun terbaru dan terbaik dibutik ini. Gaun ini hanya ada satu, jadi bisa dibilang limited edition". Jelas Luna "Apa kau membelikan kekasihmu?". Lanjut Luna menyerahkan gaun itu ke pada Zean.
Zean mengambilnya lalu memperhatikan bentuk gaun indah itu, gaun dengan warna cream cerah dilengkapi dengan balutan biji mutiara dibagian pinggang nya.
"Coba kau pakai". Zean kembali menyerahkan gaun itu ke tangan Luna.
"What?". Luna kebingungan sendiri "Kenapa harus aku yang mencobanya?". Tanya Luna heran.
"Aku tidak suka mengulang perintah ku Luna. Cepat pakai". Gertak Zean menatap Luna tajam.
Luna kembali berdecih kesal. Tanpa mau berdebat Luna langsung mencoba gaun miliknya sendiri, gaun yang didesain langsung oleh Fitri. Sebab itulah gaun itu hanya ada satu dibutik Luna, Luna memang sengaja untuk tidak membuat gaun itu banyak karena Luna ingin mengabaikan karya Fitri. Sebenarnya gaun itu tidak dijual, memang khusus Fitri rancang untuk dirinya. Tapi saat Zean meminta gaun itu dengan mudah Luna berikan, dan Luna juga heran dengan dirinya sendiri.
Luna keluar dari ruang ganti, dan langsung menghampiri Zean yang masih menunggu diruangan nya sambil memainkan benda pipih ditangannya.
"Bagaimana?".
Zean langsung mengangkat pandangan nya dan melihat Luna. Zean seakan membeku menatap wanita cantik di depannya. Wanita yang pernah menghabiskan malam panjang bersama nya, wanita yang pernah mendesah dibawahnya dan wanita yang dia renggut mahkota nya.
"Cantik". Satu kata lolos dimulut Zean.
Wajah Luna langsung memerah saat Zean mengatakan bahwa dirinya cantik. Ahh jantung Luna kambali berdebar dengan kencang, sama saat pertama kali keduanya menghabiskan malam panjang dan berolah raga panas diatas ranjang.
Zean berdiri dan menghampiri Luna. Membuat jantung Luna terasa ingin lepas dari tempatnya. Zean menarik pinggang Luna untuk mendekat kearahnya.
Cupp
Tanpa komando Zean mengecup bibir ranum Luna. Bibir yang terlihat begitu menggoda.
Luna yang mendapat serangan tersebut membelakkan matanya dan hanya bisa membeku ditempatnya. Melihat Luna yang hanya diam, Zean mengigit bibir bawah Luna agar membuka mulutnya. Mulut Luna terbuka, kesempatan tersebut tak disia-siakan Zean, dia langsung ******* bibir Luna dengan rakus.
Nafas keduanya tersengal-sengal. Pangutannya juga terlepas. Zean tersebut sambil mengusap bibir Luna yang terlihat basah.
"Bersiaplah aku akan mengajakmu pergi". Bisik Zean dengan nada menggoda. Luna bergidik ngeri, jantungnya kembali berpacu seperti orang lari maraton.
Luna masih mematung dalam keterkejutan nya. Ahhh laki-laki itu benar-benar menyebalkan.
Terpaksa Luna mengikuti keinginan Zean untuk ikut pergi bersamanya. Entah kemana pria itu akan membawanya pergi. Sebelumnya Luna tak pernah merasakan deg-degan saat bersama Zean namun setelah ciuman tadi dirinya benar-bebar malu dan canggung melihat Zean.
Bibir Zean tersungging saat mengingat ciuman keduanya bersama Luna. Ya Luna adalah wanita terakhir yang Zean sentuh sebelum dia bertobat menjadi Cassanova. Zean memang hanya berhubungan sekali dengan setiap wanita yang pernah menjadi Partner ranjangnya, setelah itu dia akan membuangnya jauh-jauh.
Tapi berbeda dengan wanita yang ada disampingnya ini. Zean benar-benar dibuat mabuk oleh Luna, apalagi saat menyadari Luna masih perawan.
Bersambung.....
Gimana guys cocok gak Luna sama Zean??
GBU..
LoveUall.....