Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 130


SELAMAT MEMBACA...


Fitri mengerhab-ngerjabkan matanya. Pantulan sinar matahari menyinari wajah cantiknya. Segera dia terbangun.


"Umphhhhhhh". Seseorang menutup mulutnya dengan sebuah kain dan sudah ditaburi dengan bius.


Bukkkkkk


Fitri terjatuh pingsan diatas kasurnya


"Cepat bawa dia". Perintah seorang wanita kepada beberapa pria berbaju hitam.


"Baik Nona". Sahut salah satu dari mereka.


Pria berbaju hitam itu mengendong Fitri ala bridal style, pria itu sempat terpesona menatap wajah cantik Fitri yang terlihat natural tanpa campuran make up diwajah nya.


Mereka berjalan keluar membawa Fitri, semua pelayan di Mansion Ranlet Flint mereka bius sehingga semuanya pingsan dan tidak ada yang menyadari bahwa Nona Muda mereka dalam bahaya.


"Cepat bawa dia masuk kedalam mobil". Fitri pun dimasukkan kedalam mobil. Salah satu dari pria berbaju hitam itu memangku kepalanya.


"Kenapa aku jadi kasihan pada Nona ini". Gumam pria itu.


"Jalan". Perintah sang wanita.


"Baik Nona". Mobil pun dijalankan dengan kecepatan tinggi.


Wanita itu adalah Dea, sesuai dengan rencana mereka untuk menculik Fitri dan membawanya sejauh mungkin.


Dea segera meronggoh tasnya mencari benda pipih yang berdiam didalam tas munggil miliknya.


"Hallo Kak".


"Bagaimana?". Suara baritone diseberang sana


"Aku harus membawanya kemana?". Tanya Dea ketus


"Bawa ke Bandara". Perintah suara itu.


"Baik". Dea memutuskan sambungan telpon.


Dea melirik kearah bangku penumpang dan melihat Fitri yang masih terlihat pingsan.


"Ke Bandara". Perintah Dea pada sang supir.


"Baik Nona". Sahut supir itu membawa kembali mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


"Lihatlah gadis kecil siapa pemenang diakhir cerita ini. Kakakku akan membawamu pergi jauh, saat itulah aku akan mendekati Kak Fillipo dan kau akan menjadi insan yang terlupakan". Batin Dea tersenyum smirk dan licik.


Mereka sampai ke Bandara, disana sudah ada Dhanny, Arthur dan Mars yang menunggu.


Tanpa ba-bi-bu Dhanny langsung mengambil alih mengendong Fitri, dan mereka masuk kedalam jet pribadi milik Mars.


"Dea, apa kau akan ikut?". Tanya Dhanny pada adiknya


"Tidak Kak, aku akan tetap disini. Mereka bisa curiga jika aku tidak ada". Sahut Dea.


"Apakah rekamana CCCTV nya sudah kau nonaktifkan?". Timpal Mars juga. Tatapan mata Mars tak beralih pada Fitri yang berada dipelukkan Dhanny.


"Sudah". Sahut Dea ketus "Kalau begitu aku pergi, lakukan sesuka kalian padanya". Dea berlalu pergi meninggalkan jet pribadi milik Mars.


Jet itu kembali mengudara. Entah kemana mereka akan membawa Fitri.


"Jadi ini gadis yang sudah membuat mu tergila-gila itu?".Tanya Arthur.


Dhanny tersenyum sembari membelai wajah Fitri "Ya dialah gadisku. Gadis yang sudah membuatku tergila-gila". Sahut Dhanny sambil tersenyum.


"Kemana kita akan membawanya?". Tanya Mars.


"Inggris". Sahut Dhanny singkat.


🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞


Sementara ditempat lain, jet pribadi milik Pedrosa baru mendarat di wilayah bagian timur. Namun sayang mereka tidak bisa masuk karena semua sistem keamanan dibuat begitu ketat.


"Lucas, Zaen apa kalian bisa meretas sistemnya?". Tanya Fillipo yang sudah frustasi, mereka dikalahkan dua kali oleh Mars


"Kami sedang mencobanya". Sahut Lucas mengotak-atik laptop miliknya.


Zaen tampak serius menatap layar laptop didepannya. Sesekali pria itu menyimpitkan matanya saat melihat apa yang tertera dilayar laptop miliknya.


"Bagaimana Boy?". Tanya Pedrosa pada Zaen.


"Nihil Ayah! Mereka membuat sistem keamanan dengan beberapa lapisan". Sahut Zaen tangannya masih saja asyik berlarian di stuts keyboard laptop.


"Daddy, coba bantu". Timpal Sam mendekati putranya.


Zaen memberikan laptopnya pada Sam. Dengan cekatan Sam mencoba meretas sistem keamanan yang dibuat oleh Mars.


"Entah berapa lapisan mereka membuatnya?". Seru Sam tampak frustasi.


Sean mendekat pada Sam, mencoba melihat apa yang dilakukan Daddy-nya, meskipun bukan ahli IT tapi setidaknya ada beberapa yang Sean mengerti.


"Dad, coba masukkan flashdisk ini, disini ada virus yang sempat dibuat oleh Shellena, kala dia meretas sistem keamanan perusahaan De Wilson Corp". Sean menyerahkan flashdisk yang ada ditangannya.


"Daddy, akan mencobanya Son". Sam memasukkan flashdisk itu ke laptop Zaen. Tangan kekarnya terus berseluncur agar bisa masuk kedalam sistem keamanan yang dibuat oleh Mars.


Tak heran jika Fitri dan Zaen ahli dalam bidang tersebut, karena kemampuan itu turunan dari Sam. Tampak sekali Sam begitu ahli dan jelih meretas sistem keamanan mereka.


"Berhasil". Sam menekan tombol enter dan dia bisa membobol sistem keamanan yang dibuat oleh Mars.


"Daddy berhasil". Ucap Sam kegirangan.


"Semua sistem keamanan sudah dibobol, sekarang kita atur strategi untuk bisa masuk". Seru Sam menutup laptopnya.


"Ayo". Ajak Philip.


Mereka kembali masuk, penjagaan begitu ketat hampir ratusan pengawal yang berjaga disana.


Dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor


"Arggghhhhh".


"Arggghhhhh".


"Arggghhhhh"..


"Cepat habisi mereka". Perintah Sam.


Dor dor dor dor


Prang orang prang


Sretttttttttttt sretttttttt


Suara pistol, pedang dan belati saling bersahutan satu sama lain. Markas tempat senjata Pedrosa dipenuhi dengan mayat lautan manusia. Semua anak buah Mars dan Arthur yang ditugaskan mengawal tempat tersebut habis tak tersisa.


"Leo, bereskan". Perintah Fillipo.


"Baik Tuan". Sahut Leo.


"Willy, Edward, Boy. Bantu mereka". Seru Zean juga.


"Ayo, kita ke gudang senjata". Ajak Pedrosa.


Mereka semua bergegas ke gudang senjata milik Pedrosa. Gudang, tempat senjata-senjata yang dijua Pedrosa secara ilegal. Semua anggota Mafia baik dari Negara lain membeli senjata di gudang senjata milik Pedrosa, kecuali Lion Killer yang selalu bekerja sama dengan Negara untuk menumpas para *******.


Namun sejak Pedrosa bertemu dengan Fitri, senjata-senjata itu tak pernah lagi dijual dan dimuseumkan oleh Zean dan Zaen. Itulah sebabnya kenapa banyak anggota Mafia yang ingin menguasai wilayah timur. Karena wilayah tersebut menyimpan banyak senjata-senjata terbaik milik Pedrosa.


"Apa ada yang hilang?". Tanya Pedrosa pada Zean dan Zaen yang memang tahu tentang senjata Ayah mereka. Karena kedua pria kembar ini turut ambil alih dalam mengelola senjata tersebut.


"Hanya beberapa saja yang hilang Yah". Sahut Zaen.


Mereka semua terlena dengan senjata milik Pedrosa. Bagaimana tidak senjata-senjata itu tertata begitu rapih bahkan ada beberapa yang masih terbungkus oleh plastik dan dikemas dalam kardus.


"Son, darimana kalian dapat senjata Barret M82, Steyr SSG 69, Artcic Warfare Magnum, dan McMillan TAC-50?". Tanya Sam pada para putranya, karena dari tadi Sam memperhatikan Sean, Zean, Zaen dan Fillipo mengunakan senjats itu.


Mereka berempat saling melihat bingung, Fitri sudah berpesan untuk tidak mengatakan pada siapapun siapa pembuat senjata itu. Tapi mereka pun tidak bisa juga berbohong karena cepat atau lambat pasti ketahuan.


"Shellena Dad". Jawab Sean jujur dan Sean tidak mau menutupi-nutupi hal itu.


"Shellena?". Beo Sam dan Pedrosa bersamaan.


"Fitri maksudmu Boy?". Tanya Pedrosa sekali lagi untuk memastikan.


Sean mengangguk dengan mantap bahwa pertanyaan Pedrosa benar.


Sam dan Pedrosa saling melihat satu sama lain. Mereka tak menyangka jika Fitri bisa membuat senjata langka tersebut.


"Kalian tahu, senjata ini hanya dimiliki oleh tentara Amerika, Inggris, Jepang dan Rusia. Tidak semua orang bisa menggunakan senjata ini, selain berbahaya senjata ini juga memiliki kekuatan yang luar biasa. Bagaimana Fitri bisa menciptakan benda ini?". Tanya Sam di sela penjelasannya. Sam bahkan pernah bernegosiasi ingin membeli senjata ini dan bekerja sama dengan Rusia. Namun sayang Sam di tolak mentah-mentah oleh Negara itu.


Sean, Zean, Zaen dan Fillipo hanya mengangguk bahwa mereka sudah tahu, karena telah dijelaskan oleh Fitri.


"Boy, Ayah mau tanya pengawal baru kalian yang dipanggil Triple L itu darimana? Ayah baru melihatnya?". Tanya Pedrosa


"Ehem". Zaen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Itu Mutan Yah, Manusia Buatan". Jawab Zaen.


Lagi-lagi, Pedrosa, Sam, Philip dan Alexander tercengang mendengar penjelasan mereka. Yang benar saja ada manusia buatan?


"Seriously Son?". Tanya Sam tak percaya.


"Bisa kalian panggilkan". Perintah Pedrosa.


"Triple L, come here". Panggil Zaen pada ketiga pria mirip manusia tengah berdiri dengan tegap bak pengawal didepan pintu masuk.


"Ada yang bisa kami bantu Tuan?". Tanya Louis sambil memberi hormat.


Sam dan Pedrosa kembali tercenggang.


"Apakah benar kalian manusia buatan?". Tanya Sam


"Benar Tuan. Kami dibuat oleh Nona Fitri, untuk membantu anda". Sahut ketiganya serentak.


Mereka terdiam dengan pikiran masing-masing. Semua masalah telah teratasi, wilayah bagian timur sudah kembali ke tangan mereka meskipun senjata yang dikirim palsu tapi setidaknya senjata milik Pedrosa masih lengkap.


Bersambung.....