Antara Dokter & Mafia

Antara Dokter & Mafia
Bab 74. S2.


SELAMAT MEMBACA.......


"Homer".


"Iya Tuan".


"Siapkan anggota kita serang Markas Black Tiger dan Black Cobra". Tintah Myron


"Baik Tuan".


Myron, Zehemia dan Zehekiel melangkah masuk kedalam jet pribadi. Sedangkan Mars dan Fillipo masih ke wilayah timur untuk membereskan semua kekacauan. Yang lainnya mencari Grace dan Kenny. Ada juga yang mengurus Lucy dan Arthur serta menemani Grabielle yang koma dirumah sakit.


"Bagaimana Kiel?". Tanya Myron.


"Tidak ada Kak. Mereka benar-benar menghilangkan jejak. Aku sudah melacak dimana Zeze tapi nihil. Seperti nya bukan Aron tapi ada orang lain". Jelas Zehekiel.


"Lalu apa yang akan kita lakukan Kak? Kita harus secepatnya menemukan Zeze. Dia dalam bahaya". Lirih Zehemia terdengar begitu sendu.


"Kita harus terus mencari".


"Baik Kak".


Sampai di Markas Black Tiger dan Black Cobra ketiga nya langsung turun beserta para asisten dan anggota yang sudah dipersiapkan oleh Homer.


"Kiel, kau tunggu didepan pintu masuk. Zehem kau ikut aku kedalam. Yang lain menjaga disekitar".


"Baik Kak".


"Baik Tuan".


Myron dan Zehemia masuk. Keduanya sudah memakai baju Anti peluru yang dilengkapi dengan alat pelindung lainnya. Sehingga jika tertembak tidak akan menebus tubuh.


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


"Arghhhhhhhhh".


Pranggggggggggggg


Pranggggggggggggg


Sreeeeeeeeeeeeet


Sreeeeeeeeeeeeet


Sreeeeeeeeeeeeet


"Cepat tangkap mereka".


"Baik Tuan".


Tak main-main Myron dan Zehemia menumpas habis Markas itu. Namun tetap mereka tak menemukan jejak dimana keberadaan Zevanya.


"Bawa yang masih tersisa".


"Baik Tuan".


Tangan Myron kembali terkepal ketika tidak menemukan apa-apa di Markas tersebut. Sepertinya Aron sudah tahu jika Markas ini akan diserang oleh sebab itu dia sengaja hanya meninggalkan beberapa anak buah dan pergi menghilang.


Myron dan Zehemia serta yang lainnya meninggalkan Markas Black Cobra yang hanya tersisa tinggal abu dan arang-arang hitam. Myron meledakkan Markas itu tanpa sisa, dia tak memberi jeda atau ampun. Meskipun hal itu tak membuatnya menemukan Zevanya setidaknya hatinya puas karena sudah menghancurkan Markas munsuhnya.


⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️⚒️


Sedangkan ditempat lain. Grace dan Kenny ditarik secara paksa oleh anak buah Black Cobra.


"Lepaskan". Bentak Kenny.


"Sebaiknya anda diam Nona". Tatap mereka tajam seakan mampu menebus indra penglihatan Kenny.


"Jangan pegang-pegang". Sentak Grace


"Hahah dasar ******". Ledek salah satu dari mereka "Bukankah tubuhmu ini sudah dinikmati semua pria? Jadi jangan sok suci". Ejek salah satu dari mereka.


Grace dan Kenny dibawa masuk kedalam mobil. Entah kemana kedua wanita itu akan diterbangkan. Yang pasti Aron sudah mengatur rencana akan membawa kemana mereka.


Sampai di bandara kedua wanita itu langsung diseret secara paksa dan dibawa masuk kedalam jet pribadi milik Aron.


"Lepaskan mereka".


"Baik Tuan". Mereka melepaskan Kenny dan Grace.


"Aron, apa maksud semua ini. Kemana kau akan membawa kami?". Sentak Grace tangannya terkepal. Sekarang dia benar-benar membenci taman duel ranjangnya itu.


"Kemana pun aku membawa kalian itu bukan urusan kalian. Kalian diam lah dan jangan berisik. Sekarang persiapkan kalian untuk memuaskan aku". Aron tersenyum licik menatap wajah Grace dan Kenny. Kedua ****** itu memang sangat cantik, sayang jika Aron harus melewatkan santapan nikmat itu.


Grace dan Kenny ditarik kembali masuk kedalam sebuah kamar


Aron hanya tersenyum licik dan smirk. Dia puas ketika melihat ketakutan diwajah kedua wanita mantan teman ranjangnya itu.


"Sudah kukatakan. Jangan bermain-main denganku. Dasar wanita-wanita ******". Aron menekan batang rokok nya kedalam asbak hingga rokok itu mati dan habis.


"Mereka sudah siap Tuan". Lapor salah satu dari mereka


"Kerja bagus".


Aron melangkah masuk kedalam kamar tempat dimana Kenny dan Grace sedang dipermak oleh orang suruhan Aron. Entah apa yang akan dilakukan pria itu kepada dua wanita cantik yang berprofesi sebagai dokter dan desainer ternama.


"Kalian cantik sekali". Puji Aron melihat kedua wanita yang sudah selesai didandani oleh perias yang dia sewa.


"Kau boleh keluar".


"Baik Tuan".


"Aron, apa yang akan kau lakukan pada kami?". Tanya Kenny dengan terisak. Sungguh sekarang dia benar-benar merasa ketakutan dan menyesal karena telah mengenal pria seperti Aron.


"Kalian tenang saja. Aku tidak akan menyiksa kalian". Sahut Aron santai sambil duduk disoffa.


"Moses".


"Ini Tuan". Moses memberikan sebuah maff yang didalamnya diyakini berisi berkas.


"Baca dan tandatangani".


Grace dan Kenny mengambil berkas itu. Ketika membacanya mata keduanya membulat sempurna melihat isi yang tertera didalam berkas itu.


"Aron, ini tidak benar. Apa maksudnya?". Grac


menggeleng tidak percaya.


"Yahhh begitulah".


Isi berkas itu adalah penandatanganan kontrak pernikahan antara Aron, Grace dan Kenny. Aron berniat menikahi kedua wanita itu secara bersamaan dengan tujuan menyiksa mereka dan menjadikan mereka budaknya.


"Tidak. Aku tidak mau". Tolak Kenny tegas dan keras.


"Aku juga tidak mau. Bagaimana bisa kau menikahi dua wanita sekaligus Aron. Bajingan macam apa kau ini?". Bentak Grace dengan nafas memburu


Plakkkkkkkkkkkk


"Grace".


"Susah kukatakan. Aku tidak suka dibentak. Kau berulang kali mengulanginya. Sepertinya kau memang ingin kutunjukan neraka yang sesungguhnya". Ucap Aron dengan penuh amarah.


"Grace". Kenny memegang pipi Grace yang memerah. Bahkan bekas jari Aron tercekat dipipi wanita itu. Bibir Grace mengeluarkan darah segar sehingga membuat wanita itu merintih kesakitan.


"Moses".


"Iya Tuan".


"Persiapkan semua nya. Pastikan kedua wanita ini menandatangani kontrak itu. Jika tidak, potong saja jari dan matanya". Tintah Aron.


"Baik Tuan".


Aron keluar dengan penuh emosi. Tujuannya adalah untuk membalaskan sakit hatinya pada kedua wanita itu. Entah apa dendam Aron pada Kenny dan Grace. Yang jelas pemimpin Black Tiger itu takkan membiarkan Kenny dan Grace terbebas dan hidup tenang.


Drt dr drt drt drt


"Iya Kak?".


"Baik aku akan bawa mereka kesana".


Setelah berbicara Aron segera mematikan ponselnya. Dia duduk dengan wajah merah padam. Emosinya memuncak ketika dibentak. Ada trauma masa lalu yang membuat pria itu tak bisa mengendalikan dirinya.


"Apa Kak Dave menyukai gadis itu? Ahhhh sial, harusnya aku yang menikmati tubuhnya. Tapi kenapa lalu Kak Dave yang mendapatkannya". Aron mengusar rambutnya dengan kasar. Ingin melawan Dave itu sama saja menghantarkan nyawanya ke liang kubur. Kakak sepupunya itu adalah Mafia paling kejam yang tak kenal belas kasihan. Dia akan menyiksa siapa saja yang menurutnya layak disiksa. Dia pembunuh bayaran yang sudah membunuh ribuan nyawa.


**Bersambung.....


LoveUsomuch ❤️**