
SELAMAT MEMBACA.....
Setelah pulang dari Bandara Myron dan Zevanya melajukan mobilnya. Myron hanya diam tanpa ekspresi, dia seperti tak menganggap keberadaan gadis disamping nya yang malah sibuk dengan ponsel ditangannya.
“Kak?”. Panggil Zevanya.
Myron melihat kearah Zevanya, pria itu menautkan kedua alisnya tanda bertanya mengapa Zevanya memanggil namanya.
“Boleh minta tolong?”. Zevanya memohon dengan menangkup kedua tanganya didada sambil matanya mengerjab-ngerjabkan matanya.
Myron memalingkan wajahnya kedepan, jantungnya berdegup kencang saat menatap wajah menggemaskan Zevanya.
“Apa?”. Tanya Myron, dia memfokuskan pikirannya menyetir.
Zevanya mengotak-atik ponselnya, entah apa yang dilakukan dilakukan gadis itu. Myron mengarahkan pandangan kearah Zevanya dan heran kenapa gadis itu malah sibuk dengan ponselnya? Bukankah tadi dia sedang meminta tolong.
“Minta tolong apa?”. Suara Myron melembut, ini kali pertamanya dia mau berbicara dengan wanita diluar Myra dan Merry.
Myron juga heran pada dirinya, jika berdekatan dengan Zevanya dia tidak gatal-gatal atau jijik. Gadis ini seperti memiliki magnet yang mampu menariknya mendekat.
“Diam sebentar Kak”. Ucap Zevanya tanpa melihat kearah Myron yang menatapnya dengan heran. Myron merasa aneh dengan gadis disampingnya ini, namun perasaannya justru merasa sangat nyaman dan ada rasa ingin melindungi.
“Kak, apa kau tahu tentang Cut Silent?”. Tanya Zevanya namun dia masih saja focus dengan ponsel yang ada ditangannya.
Myron terkesiap bahkan pria itu kaget bukan main “D-dari mana kau tahu?”. Tanya Myron heran dan penasaran, dia tidak tahu kemampuan tersembunyi yang ada pada dirio gadis disampingnya ini.
Zevanya tak menjawab, dia kembali saja mengotak-atik laptopnya “Kak, kita singgah sebentar ditoko elektronik, aku ingin membeli laptop”. Ucap Zevanya.
Lagi-lagi Myron kaget dengan permintaan gadis aneh ini. Namun dia yang tidak suka berdebat hanya mengikuti saja.
Mereka singgah di mall. Zevanya turun dengan sumringgah, dia sampai melupakan jika Myron geleng-geleng kepala melihat sikapnya itu.
“Ada yang bisa saya bantu Nona?”. Tanya pelayan tokoh dengan sopan dan anggun
“Kak, tolong carikan laptop keluaran terbaru”. Pinta Zevanya seperti tak sabar.
Myron hanya mengikuti saja, wajah pria itu dingin tak bisa ditebak. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Zevanya.
“Ini Nona”. Sang pelayan menyerahkan laptop itu pada Zevanya.
Zevanya menyambut dengan sumringgah. Tangannya langsung saja membuka dengan tak sabar. Dia mengotak-atik laptop itu dengan lincah. Myron dan sang pelayan, sampai melonggo dan tak berkedip melihat kelincahan gadis itu.
“Kak, aku ambil ini”. Ucap Zevanya
“Sebentar Nona saya bungkus”.
“Aku kan tidak bawa uang, aduh bagaimana ini?”. Gumam Zevanya pelan sambil mengigit bibirnya.
Dia melihat Myron dan tersenyum. Lalu Zevanya mendekat
“Kak”. Dia memeluk lengan Myron dengan manja. Myron langsung terkejut, ingin dia tepis tangan gadis itu namun entah kenapa sentuhan Zevanya membuatnya menghangat.
“Ada apa?”. Tanya Myron dingin dan ketus dia masih menatap Zevanya yang memeluk lengannya dengan manja.
“Tolong bayarkan laptopku. Nanti aku akan ganti uang Kakak, aku lupa tidak bawa uang, hehehe”. Zevanya cenggesan sambil mengaruk tengguk nya yang tidak gatal.
“Ini”. Myron menyerahkan blackcard nya pada gadis itu, tanpa bertanya apapun.
“Terima kasih Kak”. Ucap Zevanya dengan senyum mengembang hingga menampilkan gigi ginsul yang sungguh terlihat manis. Myron membalas dengan senyum tipis, namun masih bisa dilihat Zevanya.
Setelah membayar laptop yang dia beli. Myron dan Zevanya mellenggang pergi dari sana. Sebenarnya Myron masih penasaran apa yang akan dilakukan gadis munggil ini? Untuk apa membeli laptop, padahal laptopnya sudah berjibun dan computer mahal juga banyak di Mansion mereka karena Zehekiel suka mengoleksi benda itu.
Saat ini mereka berdua sedang duduk ditaman, kebetulan musim panas sehingga tidak ada salju yang berterbangan.
Myron semakin heran dengan perasaannya dan kenapa dia sangat betah dengan gadis ini seharian? Biasanya dia tidak suka menghabiskan waku sia-sia.
“Kak, apa benar Cut Silent yang menyerang wilayah timur?”. Tanya Zevanya jarinya masih berselancar dengan lihai diatas stut keyboard laptopnya.
“Dari mana kau tahu?”. Myron heran dari mana gadis ini tahu? Apa Zehemia dan Zehekiel memberitahu adiknya? Tapi untuk apa? Bukankah kedua pria itu sangat melarang adiknya untuk terlibat dalam dunia Mafia. Bahkan saat Zevanya ingin belajar bela diri saja harus melewati berbagai macam drama dan perdebatan panjang dengan kedua pria itu, jadi tidak mungkin jika Zehemia dan Zehekiel yang memberitahu Zevanya.
Zevanya membalas dengan senyum “Tapi Kakak harus janji jika tidak akan memberitahu siapapun selain kita berdua”. Zevanya menunjukkan jari kelingkingnya tanda janji.
Myron menatap bingung “Iya”. Zevanya menarik tangan Myron agar mau menyambut jarinya lalu dia mengaitkan jari mereka tanda janji.
“Janji ya Kak”. Myron mengangguk.
Zevanya menunjukkan layar laptopnya “Kakak lihat ini”. Tunjuk Zevanya “Cut Silent dipimpin oleh Kenzie Deventer, dia memiliki dendam masa lalu pada keluarga Wilmar dan Ranlet Flint karena Daddyku dan Paman Sean yang membunuh Michael, James dan Park yang tidak lain adalah Kakek dan Pamannya Kenzie Deventer”. Myron terkesiap mendengar penjelasan gadis itu “Mereka sudah menargetkan kita satu persatu, termasuk merebut wilayah timur karena disana senjata Grandfa dan robot buatan Mommy disimpan, dia ingin mengambilnya. Lalu dia akan membalaskan dendanmnya satu persatu”. Myron tercenggang, penjelasan Zevanya membuatnya terdiam sejenak dan berpikir.
“Dari mana kau bisa tahu? Bukankah Luke dan Kiel tidak mendapatkan apapun dari data yang mereka retas?”. Cecar Myron
Zevanya mengendus kesal “Berhenti bertanya Kak”. Ketus Zevanya “Aku tahu darimana itu tidak penting. Tugas Kakak sekarang adalah melindungi keluarga kita terutama para orangtua karena aku yakin jika Kenzie Deventer pasti akan terus mengejar kita”. Tandas Zevanya.
Myron menelan salivanya kasar, baru saja dia ingin menyelidiki siapa Cut Silent tapi gadis ini sudah tahu duluan dan bahkan menjelaskan siapa Cut Silent sebenarnya.
Myron menatap Zevanya heran, apa gadis ini memiliki kemampuan yang sama dengan kedua saudara kembarannya. Yaitu Zehemia dan Zehekiel?.
Bersambung.......
LoveUsomuch ❤️