
keesokan paginya semua prajurit pergi menuju ke hutan kekaisaran meng, bersama dengan lie mei, lie Hao, lie Jiao dan lie Chen yang ikut untuk mengawasi perburuan para prajurit mereka.
★di luar hutan★
"sebelum perburuan dimulai, aku akan memberitahu kalian peraturan baru dalam perburuan ini, pertama semua prajurit wajib menangkap 7 hewan keramat, kedua jika ada prajurit yang tidak bisa menangkap 7 hewan keramat ia tidak boleh mengikuti perburuan ini selama 1 bulan, baiklah itu saja kalo begitu perburuan dimulai!!!" ucap lie Mei dengan tegas.
semua prajurit segera masuk ke dalam hutan untuk menangkap hewan keramat mereka, sedangkan lie Mei memperhatikan para prajurit nya dengan mata dewa.
dan sekarang perburuan sudah berjalan selama 4 jam lama nya, lie Mei segera mengambil kembang api kecil milik nya dari ruang penyimpanan nya, seperti kemarin lie Mei juga memerintahkan lie Hao untuk mengeluarkan Quan die agar mengendapkan suara di sekitar hutan.
★di suatu tempat kediaman keluarga Niu★
di kediaman keluarga Niu itu terlihat 2 pria muda yang sekitar berusia 20 tahunan, bersama dengan anak laki laki yang berusia 14 tahun.
"kakak pertama Niu Shing kapan kau akan pergi menemui keponakan lie Mei dan lie Hao??" tanya pria itu pada pria yang sedang duduk dihadapan nya, pria itu adalah paman pertama dari lie Mei dan lie Hao.
"hmm mungkin aku akan menemui saat urusan mereka di kekaisaran meng itu selesai, bukannya adik Niu Xuan sudah melihat nya sendiri betapa sibuk nya keponakan lie Mei dan lie Hao itu" ucap paman Niu Shing.
"yah aku memang sudah melihatnya tapi bukannya tidak baik bagi keponakan lie Mei dan lie Hao, jika berada di kekaisaran meng yang berbahaya itu" ucap pria bernama Niu Xuan itu, pria itu tidak lain adalah paman kedua dari lie Mei dan lie Hao.
"apa yang dikatakan ayah itu benar paman Niu Shing, apalagi sepupu lie Mei dan lie Hao itu masih terlalu kecil untuk tinggal di dunia yang penuh peperangan seperti kekaisaran meng itu" ucap anak laki-laki yang merupakan sepupu dari lie Mei dan lie Hao.
"adik Niu Xuan dan keponakan Niu huan seperti nya kalian salah paham, karena keponakan lie Mei dan lie Hao sendiri lah yang memutuskannya untuk pergi kekaisaran meng itu, dan lagi apa kalian tahu kalo sebenarnya keponakan lie Mei itu adalah calon kaisar dari kekaisaran meng??" tanya paman Niu Shing dengan meyeringai menyeramkan.
"eh yang benar saja, bagaimana bisa keponakan lie Mei menjadi calon kaisar??" tanya paman Niu Xuan terkejut begitu pun dengan Niu huan.
"kenapa kalian malah terkejut bukannya kalian berdua sudah melihat keponakan lie Mei dan lie Hao sendiri" ucap paman Niu Shing heran.
"hehehe sebenarnya kami hanya melihat nya di sebuah pohon dari kejauhan, jadi kami tidak menemui nya secara langsung" ucap paman Niu Xuan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"itu benar paman Niu Shing bahkan keberadaan kami juga disadari oleh sepupu lie Mei, padahal kami berada pada kejauhan 100 meter" ucap Niu huan masih tidak percaya.
"sepertinya keponakan lie Mei memang bukan anak biasa, aku yakin dia akan menjadi orang hebat suatu hari nanti" batin paman Niu Shing menyeringai senang.
"lebih baik kita perhatikan dulu perkembangan anak anak dari adik Niu Feng (nyonya Feng) dengan cermin surgawi milik ku, karena aku ingin melihat kemampuan beladiri milik mereka, dan ingat lah jangan beritahu hal ini pada ayah" ucap paman Niu Shing.
paman Niu Xuan dan Niu huan mengangguk mengerti dengan perkataan paman Niu Shing itu.
★di hutan tempat lie Mei berada★
sekarang semua prajurit sudah berada di hadapan lie Mei yang sedang membacakan pemenang 5 besar dalam perburuan.
"baiklah karena aku harus pergi sekarang, kita akan bermain Xiang qi besok dengan para pemenang perburuan besok" ucap lie Mei pada para prajurit.
"panglima Xian Mei, boleh saya bertanya??" tanya Hong men dengan mengangkat tangan nya.
"yah boleh, apa yang ingin kau tanyakan" tanya lie Mei.
"panglima Xian Mei bilang akan pergi sekarang kapan anda akan kembali??" tanya Hong men.
"hmm mungkin sekitar 3 atau 4 hari" jawab lie Mei dengan datar.
"kalo begitu siapa yang akan menyalakan kembang api selama kami berburu nanti, karena panglima Xian Mei sendiri dan 3 panglima lainnya akan pergi" ucap Hong men ingin tahu.
"pertanyaan yang bagus, karena tidak ada orang yang menyalakan kembang api, itu sebabnya aku akan memberikan kalian semua sesuatu sebelum aku pergi" ucap lie Mei sambil mengambil sesuatu dari ruang penyimpanan nya.
"kalian semua ambil dan pakai jam tangan ini, seperti yang aku lakukan ini" perintah lie Mei dengan menunjukkan cara memakai jam tangan pada para prajurit nya.
tentu nya para prajurit merasa aneh dan bingung dengan jam tangan yang dikeluarkan oleh lie Mei itu, tapi karena tidak bisa membantah perintah lie Mei mereka satu persatu mengambil jam tangan dari lie Mei, dan segera memakai nya di tangan masing-masing seperti yang ditunjukkan oleh lie Mei tadi.
setelah itu lie Mei menjelaskan cara mengunakan jam tangan itu, dan juga memberitahu mereka cara berkomunikasi dengan lie mei dari jarak jauh.
"baiklah apa kalian semua sudah mengerti dengan penjelasan ku tadi??" tanya lie Mei pada para prajurit.
"kami sudah mengerti panglima Xian Mei" ucap semua prajurit dengan semangat.
"kalo begitu satu prajurit, coba ulangi apa yang aku jelaskan tadi" perintah lie Mei dengan dingin.
"benda ini adalah jam tangan yang bisa menunjukkan waktu, jika jam menunjukkan angka 9 tepat jam tangan ini akan berbunyi yang menandakan waktu perburuan selesai, selain itu jam tangan ini juga bisa menjadi alat komunikasi jarak jauh dengan menekan tombol merah yang ada pada jam ini, tentunya hanya panglima Xian Mei yang bisa kita hubungi" ucap seorang prajurit dengan lantang.
"baguslah kalau begitu, dan satu hal lagi jam tangan yang sudah kalian pakai ini tidak bisa dipakai lagi oleh orang lain karena aku sudah membuat jam tangan ini menjadi tipe pemilik jadi hanya pemilik jam tangan yang bisa memakainya" ucap lie Mei menjelaskan.
"baiklah sekarang ayo kita kembali ke Istana kekaisaran meng dengan array perpindahan seperti kemarin" perintah lie Mei.
lalu mereka semua segera berpegangan tangan satu sama lain dan berpindah tempat ke halaman belakang istana kekaisaran meng.
★di halaman belakang istana★
"yang mulia akhirnya anda kembali juga, saya sudah menunggu anda dari tadi disini, yang mulia sakarang sudah waktunya untuk pergi kekaisaran Ling" ucap Zhu Tao yang sudah menunggu lie Mei dihalaman belakang istana itu.
"aku tahu, kalian pergilah berlatih sekarang dan juga selama aku tidak ada disini jangan kira kalian bisa bermalas-malasan, karena aku bisa melihat kalian dari jarak jauh sekalipun, jika kalian ketahuan bermalas-malasan atau tidak berlatih selama aku pergi kalian pasti tahu apa yang aku maksud kan" ucap lie Mei dengan mengeluarkan aura membunuh nya.
"kami mengerti panglima Xian Mei" ucap semua prajurit dengan merinding karena aura membunuh milik lie Mei.
setelah itu lie Mei dan lainnya segera pergi kekaisaran Ling dengan kereta kuda dengan Zhu Tao sebagai kusirnya, lie Mei meninggalkan Zhu Shen dan Zhu Ting untuk menjaga istana kekaisaran Ling selama mereka pergi.
★di dalam kereta kuda★
"Zhu Tao seberapa lama perjalanan kita agar sampai di kekaisaran Ling??" tanya lie Mei.
"karena kita berangkat dari pagi mungkin kita akan sampai saat hari sudah sore, jadi anda tenang saja karena kita tidak akan telat datang ke festival Yuan Jian" ucap Zhu Tao.
karena festival Yuan Jian dimulai saat malam hari jadi seperti nya aku masih ada waktu untuk mengelilingi kekaisaran Ling dan mencari daerah yang dapat dimasuki oleh para prajurit ku saat perang nanti.
"kak lie Mei apa kami juga boleh memakai benda yang bernama jam tangan itu??" tanya lie Jiao dengan mata berbinar binar.
"yah kalo kalian mau boleh, dan lagi aku memang ingin memberikan jam tangan pada kalian juga" ucap lie Mei sambil mengambil jam tangan untuk lie Hao, lie Jiao, dan lie Chen.
"ini ambil lah" ucap lie Mei sambil memberikan jam tangan pada mereka bertiga.
mereka bertiga mengambil jam tangan itu dengan semangat dan sangat senang dan segera memakai jam tangan pemberian lie Mei itu di tangan mereka.
------•••××{∆°\=°∆}×ו••------
maaf kalo ada typo yaa.
jangan lupa like sebelum membaca agar author bisa lebih semangat nulis nya.
nantikan chapter berikutnya besok sore yah.