
Lie Mei sudah berendam di kolam besar tersebut selama 2 jam lamanya, tapi tekanan yang diberikan oleh kolam besar tersebut tidak membuat Lie Mei kesulitan untuk menahannya.
Bukan hanya itu saja Lie Mei sejak tadi malah berkultivasi di dalam kolam besar tersebut, dan tidak mempedulikan tekanan yang diberikan oleh kolam tersebut. Sebenarnya Lie Mei berkultivasi karena air kolam besar tersebut tiba-tiba saja mengandung banyak energi spiritual. Karena itu Lie Mei tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerap energi spiritual tersebut.
Selama Lie Mei berkultivasi air kolam besar tersebut perlahan-lahan mulai surut. Setengah jam kemudian air kolam besar tersebut terlihat sudah terkuras habis tanpa menyisakan setetes air pun.
Lie Mei membuka matanya dan menghentikan kultivasinya. Lie Mei terlihat senang karena berhasil menembus kultivasi tingkat dewa iblis level menengah. Tapi setelah melihat air kolom tempat nya berendam sudah terkuras habis, ia mengernyitkan keningnya.
Saat itu juga Lie Mei langsung menyadari jika tekanan yang diberikan oleh air kolam tersebut, berubah menjadi energi spiritual karena Lie Mei berhasil menahan tekanan kolam besar tersebut. Air dalam kolam besar tersebut juga terkuras habis karena Lie Mei menyerap semua energi spiritual, yang sudah berubah menjadi air didalam kolam tersebut.
Hanya membutuhkan beberapa jam saja Lie Mei berhasil menyelesaikan ujian tahap ketiga tersebut dengan mudah. Seperti yang dikatakan oleh gadis Elf penjaga lantai 11 tadi, karena Lie Mei adalah anak dari seorang penghianat dirinya harus mengikuti ujian Elf sejati yang berada di lantai 14.
Pakaian Lie Mei saat ini menjadi basah kuyup, karena berendam di kolam besar tersebut. Lie Mei kemudian mengeringkan pakaian nya dengan menggunakan sihir elemen angin nya. Setelah pakaian nya kering tiba-tiba saja muncul sebuah pintu dimensi lantai ke 14 yaitu ujian Elf sejati di hadapan Lie Mei.
Tanpa ragu lagi Lie Mei langsung memasuki pintu dimensi tersebut. Ia kemudian masuk ke lantai 14 tempat dimana ujian Elf sejati berada. Saat ini dihadapan Lie Mei terlihat sebuah batu energi berwarna putih yang berukuran lumayan besar.
"master, berikan sedikit energi kekuatan anda pada batu energi tersebut, agar ujian Elf sejati bisa dimulai" Ucap Ling Hun di dalam ruang dimensi Lie Mei.
Lie Mei mengangguk mengerti, lalu melangkah maju ke arah batu energi dihadapan nya itu. Lie Mei segera mengarahkan tangan kanan nya pada batu energi tersebut, lalu menyalurkan sedikit energi kekuatan nya kepada batu energi dihadapannya.
Setelah Lie Mei selesai menyalurkan energi kekuatan nya. Tiba-tiba saja langit di atas Lie Mei mulai berubah menjadi hitam. Ditengah langit yang hitam tersebut terlihat seseorang gadis Elf yang turun secara perlahan, dari dalam lubang cahaya di langit hitam tersebut.
Ketika gadis Elf tersebut sudah sampai di depan Lie Mei. Lie Mei mengerutkan dahinya karena gadis Elf tersebut sangat mirip dengan dirinya. "Hmm ternyata ujian Elf sejati master adalah jenis ujian fisik. Tapi tampaknya master mendapatkan ujian fisik yang sangat sulit" Ucap Ling Hun di dalam ruang dimensi Lie Mei.
"ujian fisik yang sangat sulit?? Bukannya aku hanya perlu mengalahkan klonku itu" Ucap Lie Mei menatap tajam gadis Elf yang mirip dengan dirinya itu.
"yah itu benar, tapi klon Elf ini memiliki kekuatan yang sama kuatnya dengan master. Yang berarti master harus bisa mengalahkan diri anda ini" Ucap Ling Hun menjelaskan.
"heh, ternyata begitu. Sepertinya ini akan menjadi pertarungan yang sangat menarik. Baiklah kita mulai saja pertarungan ini, karena aku ingin tahu apakah kekuatan mu benar-benar sama dengan kekuatan milikku" Ucap Lie Mei tersenyum menyeringai senang.
Lie Mei mengeluarkan pedang iblis Biao Jin. Lalu menerjang kearah klon Elf tersebut. Sama seperti Lie Mei, klon Elf tersebut juga mengeluarkan klon pedang iblis nya dan menyerang Lie Mei.
Lie Mei berhasil menangkis serangan pedang klon Elf tersebut dengan Biao Jin miliknya. Segera Lie Mei balik menyerang klon Elf tersebut dengan cepat, tapi klon Elf tersebut berhasil menghindari serangannya itu.
'setiap gerakan yang dilakukan oleh klon Elf ini saat menyerang ku, sama seperti diriku. Klon Elf ini seperti diriku yang kedua. Tapi tetap saja klon seperti dirinya tidak akan sekuat diriku yang asli' Batin Lie Mei kembali menyerang klon Elf tersebut dengan sihir petir nya.
Klon Elf tersebut menahan serangan Lie Mei dengan menggunakan klon sihir petir nya juga. Lie Mei menggunakan sihir teleportasi nya menuju ke belakang klon Elf tersebut, kemudian Lie Mei menebas leher klon Elf tersebut.
Tapi leher klon Elf tersebut malah beregenerasi kembali, setelah Lie Mei menebas nya. Hal tersebut tidak membuat Lie Mei terkejut karena dirinya sudah menduga akan hal itu.
"hehe, mari kita lihat seberapa lama kau bisa beregenerasi" Ucap Lie Mei tertawa kecil. Masih menyerang klon Elf tersebut dengan pedang iblisnya.
Walaupun klon Elf tersebut dapat menangkis dan menghindari serangan Lie Mei. Tapi beberapa serangan Lie Mei dapat melukai dirinya, dan tentu saja luka tersebut langsung beregenerasi.
Saat ini keempat Elf yang sedang menonton pertarungan Lie Mei dengan klon Elf tersebut. Hanya bisa terdiam dan tidak mempercayai kemampuan Lie Mei yang sangat kuat. Terlebih lagi hanya dengan sedikit energi kekuatan milik Lie Mei, ia bisa membuat langit mengeluarkan ujian fisik terkuat yang bahkan tidak pernah dimenangi oleh siapapun.
"sekuat apa sebenarnya kekuatan dari gadis manusia itu. Aku bahkan tidak menyangka jika ia akan diberikan ujian fisik yang sangat kuat" Ucap pemuda Elf berambut merah dengan melongo melihat Lie Mei.
"calon Raja Elf dari Ras Manusia ini sudah pasti adalah monster berbakat yang hanya muncul sekali dalam ribuan tahun. Dan lagi untuk apa kalian terkejut seperti itu, sudah seharusnya calon Raja Elf dari Ras Manusia itu memiliki kekuatan yang sangat kuat. Karena dirinya bahkan memiliki kekuatan elemen lebih dari satu elemen" Ucap pemuda Elf berambut biru, yang merupakan penjaga lantai 13 dengan santai.
Gadis Elf berambut putih, pemuda Elf berambut merah, dan gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut langsung menatap wajah pemuda Elf berambut biru tersebut, setelah mendengar perkataan yang diucapkan nya tadi.
"Ehhhhh, gadis manusia itu memiliki kekuatan elemen lebih dari satu!!" Teriak gadis Elf berambut putih dan pemuda Elf berambut merah bersamaan setelah sadar dengan kekuatan elemen yang dikeluarkan oleh Lie Mei selama mengikuti ujian Raja Elf.
"benar juga. Aku baru sadar jika gadis manusia itu, memiliki kekuatan elemen lebih dari satu. Mungkin gadis manusia itu memiliki 4 kekuatan elemen. Ah tidak mungkin saja ia memiliki 5 atau 6 kekuatan elemen" Pikir gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut mengingat kembali.
"kalo gadis manusia itu memiliki kekuatan elemen lebih dari 5 atau 6, sudah pasti ia akan menjadi orang pertama yang bisa memenangkan ujian fisik yang terkuat ini" Ucap pemuda Elf berambut merah tersebut dengan sangat yakin.
"itu tidak mungkin, mana mungkin seorang gadis dari Ras Manusia seperti dirinya akan berhasil memenangkan ujian Elf sejati jenis fisik ini" Ucap gadis Elf berambut putih tidak menyetujui perkataan pemuda Elf berambut merah itu.
"aku sangat yakin gadis manusia akan menang" Ucap pemuda Elf berambut merah tersebut pada gadis Elf berambut putih tersebut.
"sudah kubilang gadis dari Ras manusia itu tidak akan menang" Ucap gadis Elf berambut putih tersebut sedikit meninggi.
"kalo kau sangat yakin jika gadis manusia itu tidak akan menang. Bagaimana kalo kita bertaruh" Tantang pemuda Elf berambut merah tersebut dengan tersenyum tipis.
"baiklah aku setuju, jika aku menang berikan semua poin kebebasan milikmu padaku. Jadi bagaimana apa kau menyetujui nya??" Tanya gadis Elf berambut putih tersebut dengan menyeringai.
"tentu saja aku setuju. Dan jika aku yang menang semua poin kebebasan milikmu akan aku ambil juga" Ucap pemuda Elf berambut merah tersebut dengan tersenyum iblis.
Pemuda Elf berambut biru muda dan gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut hanya bisa menggelengkan kepala mereka, setelah melihat gadis Elf berambut putih dan pemuda Elf berambut merah itu mempertaruhkan poin kebebasan mereka.
Poin kebebasan sangat penting bagi semua penjaga di pagoda 13 lantai. Bahkan semua penjaga di pagoda 13 lantai tersebut sudah mengaggap poin kebebasan sebagai nyawa dan jantung mereka sendiri. Karena itu setiap para penjaga di pagoda 13 lantai, tidak akan memberikan poin kebebasan milik mereka dengan mudah.
Tapi jika itu demi memperbanyak jumlah poin kebebasan mereka. Para penjaga tersebut akan rela melakukan apapun, karena poin kebebasan sangat bernilai untuk mereka. Oleh sebab itu gadis Elf berambut putih, yang merupakan penjaga lantai 12 dan juga pemuda Elf berambut merah itu dengan mudahnya menyetujui pertaruhan tersebut.
------•••××{∆∆•__•}×ו••------
Maaf kalo ada typo yaa.
Jangan lupa like dan vote untuk terus mendukung author agar bisa melanjutkan perjalanan Lie Mei.
Nantikan chapter berikutnya nanti malam.