(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 54: pria di dunia dewa


★di ruang kerja kaisar★


sesampainya di tempat kerja kaisar lie Mei dan lie Hao sudah melihat 4 raja kerajaan besar bersama Zhu Tao, Zhu Shen, dan Zhu Ting sudah duduk di sana


mereka semua segera berdiri dan membungkukan badan mereka untuk memberi hormat pada lie mei yang memasuki ruang kerja kaisar


"hormat pada yang mulia" ucap mereka semua bersamaan


"ya, duduk lah" ucap lie mei sambil duduk di tempat duduk yang kosong, begitu juga dengan lie Hao


"jadi apa kedatangan kalian kesini untuk membahas rencana tentang peperangan antara 3 kekaisaran nanti??" tanya lie Mei pada 4 raja kerajaan besar


"yah itu benar yang mulia, kami kesini untuk membahas rencana peperangan besar" ucap raja Chao Huang


"kalo begitu beritahu aku rencana seperti apa yang bisa membuat kita menang melawan 3 kekaisaran itu??" tanya lie Mei dengan datar


"sebenarnya saya masih tidak yakin bisa menang dengan rencana ini tapi sepertinya yang mulia memang harus mengetahui, yang mulia pasti tau musuh terbesar kita dalam peperangan ini adalah dewa perang dari kekaisaran Yan dan juga 4 kerajaan besar dari kekaisaran Yan" ucap Chao Huang


"ya tentu saja aku tau, silahkan lanjutkan" ucap lie Mei


"karena kekaisaran Yan adalah halangan terbesar kita, jadi kita harus memusnahkan mereka terlebih dahulu karena itu saya menyarankan rencana pengepungan mutlak untuk menyerang kekaisaran Yan" ucap Chao Huang


"hmm rencana pengepungan mutlak yah, walaupun itu ide yang bagus tapi itu terlalu berlebihan untuk kekaisaran Yan kita tidak perlu menggunakan rencana itu" ucap lie Mei dengan tegas


"tapi yang mulia, jika kita tidak menggunakan rencana pengepungan mutlak kita tidak akan bisa mengalahkan kekaisaran Yan" ucap Chao Huang


"yah itu benar yang mulia" ucap 3 raja kerajaan besar lainnya


"tenang lah, bukannya aku tidak mau tapi rencana pengepungan mutlak itu tidak pantas untuk kekaisaran Yan itu" ucap lie mei dengan mengeluarkan aura membunuh nya


"yah, mana pantas kekaisaran Yan itu menggunakan rencana pengepungan mutlak" ucap lie Hao setuju dengan keputusan lie mei sambil mengeluarkan aura membunuh nya juga


karena aura membunuh yang dikeluarkan oleh mereka berdua itu membuat semua orang yang ada di ruang kerja kaisar hanya bisa diam dengan gemetar ketakutan


sebenarnya ada alasan lain kenapa lie Mei tidak menyetujui rencana itu, karena rencana pengepungan mutlak itu adalah rencana yang memakan waktu yang lama karena setelah mengepung musuh yang dituju kita harus membunuh mereka sekaligus secara bersamaan selain memakan banyak waktu rencana ini juga akan menguras tenaga para prajurit dan energi dari para prajurit yang ahli beladiri dan berpedang


jika para prajurit sudah kehabisan tenaga dan energi mereka tidak akan mampu melawan 2 kekaisaran lainnya sehingga kekaisaran meng pun akan kalah dalam peperangan


"yah pokoknya aku tidak menyetujui rencana ini, tapi untuk dewa perang dari kekaisaran Yan itu biar aku sendiri yang akan mengurus nya kalian juga jangan khawatir dengan 4 kerajaan besar dari kekaisaran Yan itu karena mereka tidak akan menyerang kita" ucap lie mei dengan tegas


"apa maksud yang mulia jika 4 kerajaan besar dari kekaisaran Yan tidak akan menyerang kita??" tanya Wu Wang bingung


"sebenarnya beberapa hari yang lalu, 4 kerajaan besar dari kekaisaran Yan itu datang ke istana untuk bekerja sama dengan kita, tapi yang mulia malah menolak kerja sama antara mereka" ucap Zhu Tao menjelaskan


"ehh kenapa yang mulia menolak kerja sama antara 4 kerajaan besar dari kekaisaran Yan itu, bukannya dengan bantuan dari kekuatan mereka kita akan bisa menang melawan 3 kekaisaran nanti" ucap Ming Yue terkejut bersamaan dengan 3 raja kerajaan besar lainnya


"kenapa kalian terkejut begitu, atau jangan jangan kalian tidak percaya pada kekuatan ku" ucap lie mei sambil menatap tajam kearah 4 raja kerajaan besar


"hahaha mana mungkin, yang mulia bahkan bisa menangkap kaisar Shing yang dikenal kejam itu dengan mudah tentu saja kami percaya pada mu yang mulia" ucap Chao Huang mencoba berbohong


"yang dikatakan raja Chao Huang itu benar yang mulia" ucap Wu Wang mencoba berbohong juga


memang nya aku tidak tau kalo kalian itu hanya berbohong, huh liat saja nanti saat peperangan nanti aku pasti akan menunjukkan kekuatan ku pada kalian semua agar kalian tidak meremehkan ku lagi


"baik kami mengerti tapi apa maksud Yang mulia dengan 3 jenderal besar, saya tidak pernah mendengar jika yang mulia memiliki jenderal besar??" tanya Chao Huang penasaran


"oh aku belum bilang yah, sebenarnya aku mengangkat Zhu Tao, Zhu Shen, dan Zhu Ting menjadi 3 jenderal besar kekaisaran meng tapi untuk upacara pengangkatan nya mungkin akan diadakan bersamaan dengan acara kenaikan tahtaku nanti" ucap lie mei menjelaskan


"ternyata begitu, jika itu keinginan yang mulia kami tidak bisa menentang nya" ucap Chao Huang


"lalu untuk tugas nya 4 kerajaan besar kalian urus kekaisaran Ling, untuk 3 jenderal besar aku serahkan kekaisaran Teng pada kalian lalu aku dan 3 panglima perang akan mengurus kekaisaran Yan aku tidak menerima kekalahan dari kalian jadi pastikan kalian semua menang dari peperangan ini" ucap lie mei dengan tegas


"baik" ucap semua nya bersamaan


"bagus, oh ya besok untuk beberapa hari aku dan 3 panglima perang akan pergi ke kerajaan Liao untuk mengurus wabah yang ada disana jadi tolong kalian jaga kekaisaran meng selama aku pergi dan juga jangan membuat masalah di disini" ucap lie mei pada mereka semua


"apa maksud yang mulia kerajaan Liao yang sedang terkena wabah aneh itu, yang mulia sebaiknya anda tidak pergi kesana bagaimana jika yang mulia juga terkena wabah disana" ucap Ming Yue


"itu benar yang mulia, sebaiknya anda pikirkan kembali yang mulia kerajaan Liao itu tempat yang berbahaya" ucap Sui Yang


"tenang saja, wabah itu tidak akan berpengaruh pada ku sebaiknya kalian melatih para pasukan kalian agar bisa melawan 3 kekaisaran saat perang nanti" ucap lie mei sambil pergi keluar ruang kerja kaisar bersama dengan lie Hao


"haah aku harap yang mulia memang baik baik saja" ucap Ming Yue dengan pasrah


setelah itu para raja 4 kerajaan besar segera keluar dari ruang kerja kaisar dan kembali ke kerajaan masing-masing, Zhu Tao, Zhu Shen, dan Zhu Ting juga segera melanjutkan pengawasan mereka mengawasi istana kekaisaran meng


lalu di sebuah hutan yang berada di dunia dewa hutan itu bernama hutan melayang, dan juga merupakan satu satunya hutan yang bisa melayang di atas langit di dalam hutan melayang ada energi spiritual yang sangat banyak energi spiritual sangat dibutuhkan oleh orang yang berkultivasi meningkatkan kultivasi mereka


hutan melayang juga merupakan hutan yang tidak bisa dimasuki oleh orang orang biasa karena hutan itu adalah harta suci milik dunia dewa, yang bisa memasukinya hanya lah orang yang sudah diakui oleh langit dan berhasil melewati ujian dari langit yang sangat sulit dihadapi oleh orang biasa


★di batu besar di dekat sungai★


di sebuah batu besar itu terlihat seorang pria yang sedang berkultivasi disana, tiba tiba muncul seorang pria misterius yang memakai pakaian serba hitam dengan masker hitam yang menutup mulut dan hidung nya pria misterius itu berlutut dengan 1 kaki di hadapan pria yang sedang berkultivasi di batu besar itu


"bagaimana apa kau berhasil memberikan hadiah ku pada nya??" tanya pria yang masih berkultivasi itu


"tentu saja saya berhasil tuan, saya sudah memastikan memberi senjata busur panah tingkat dewa itu pada gadis yang tuan bilang itu" ucap pria misterius itu masih dengan posisi berlutut nya


"hmm bagus, pergi lah aku masih ingin berkultivasi" perintah pria itu yang masih berkultivasi


pria misterius itu pun segera menghilang dari hadapan pria yang berkultivasi itu, setelah pria misterius itu pergi pria itu menghentikan kultivasi nya dan membuka mata nya


terlihat warna mata pria itu yang berwarna merah pekat dengan rambut berwarna kuning keemasan milik nya itu seketika pria itu tersenyum tipis


"aku sangat senang kau bisa menerima hadiah dariku, suatu hari nanti kita pasti akan bertemu lagi lie mei" ucap pria itu dengan tersenyum manis


setelah itu pria itu melanjutkan kultivasi nya kembali dengan menyerap energi spiritual dari hutan melayang


†††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like sebelum baca yah agar author bisa lebih semangat nulis nya


nantikan chapter berikutnya