(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 49: kedatangan 4 kerajaan


★di halaman belakang istana★


kini di halaman belakang istana para prajurit yang tadi nya sedang berkultivasi dan memperkuat tubuh, sekarang sedang menyantap makan siang dari lie mei dengan dihiasi canda tawa yang berada di sana


"bukan hanya kuat, tapi ternyata juga peduli dengan para prajurit nya memang kaisar impian setiap kekaisaran" ucap seorang prajurit A yang sedang menyantap makanan nya


"yah kau benar, tidak hanya itu kita bahkan makan siang bersama 4 panglima bertopeng benar benar suatu kehormatan bagi ku" ucap prajurit di sebelah nya dengan kagum


"aku bersyukur jika panglima Xian mei menjadi kaisar kita, karena itu kita harus bekerja keras untuk memenangkan peperangan ini agar panglima Xian mei bisa menjadi kaisar" ucap prajurit A


★di tempat lie mei berada ★


"kak tidak disangka kau bisa masak makanan seenak ini" ucap lie Jiao yang masih memakan makanan nya dengan lahap


"benar kak, ini benar benar sangat enak" ucap lie Chen kagum


"hehehe tentu saja masakan kak lie Mei memang yang terbaik di dunia" ucap lie Hao dengan bangga


"sudah sudah, cepat habis kan makanan kalian kita masih harus melanjutkan latihan para prajurit" ucap lie mei


"baik" ucap mereka bertiga serempak


semua yang ada di halaman belakang istana menyantap makanan lie mei dengan sangat bahagia


sementara itu di kekaisaran Yan permaisuri ying sedang duduk di tahta kaisar dengan sangat bahagia karena rencana nya membunuh kaisar dan anggota keluarga nya sukses besar


★di aula utama kekaisaran Yan★


"bagaimana persiapan kita untuk berperang melawan kekaisaran meng nanti??" tanya permaisuri ying


"semua persiapan sudah selesai yang mulia" ucap seorang jenderal besar


"hmm, ayah mertua kau tidak perlu bersikap sopan pada ku karena kau kan adalah ayah ku" ucap permaisuri ying dengan nada merendahkan nya


"cih beraninya kau mengatakan aku ayah mertua mu, aku tidak Sudi menjadi ayah mertua mu" ucap jenderal lie Fan


"ayah kau tau kan sedang berbicara dengan siapa, harus nya kau bersyukur karena aku tidak membunuh mu" ucap permaisuri ying dengan datar


"terserah kau yang mulia" ucap jenderal lie Fan lalu pergi meninggalkan permaisuri ying dengan sangat marah


lalu tiba tiba muncul seorang pria di hadapan jenderal lie Fan


"bagaimana apa kau berhasil menemukan cucu ku??" tanya jenderal lie Fan


"maaf jenderal saya tidak berhasil menemukan putri dan pangeran, saya juga sudah mencari di seluruh sekolah beladiri dan sekitarnya tapi keberadaan mereka tidak ditemukan" ucap pria itu


"haahh, sebenarnya kemana perginya kau lie Mei , lie Hao kakek tau kalian masih hidup di luar sana" ucap jenderal lie Fan sedih


"jenderal tenang saja tuan putri dan pangeran pasti baik baik saja disana, kalo begitu saya akan melanjutkan pencarian saya" ucap pria itu


"pergilah" ucap jenderal lie Fan


lalu pria itu menghilangkan dari hadapan jenderal lie Fan dan melanjutkan pencarian nya


★di tempat lie mei berada★


heh tidak disangka kalo kakek ternyata masih hidup dan bahkan kakek juga mencari ku dan lie Hao, kakek kau tenang saja di peperangan nanti kita pasti akan bertemu


dari sebuah pohon di kejauhan lie mei merasakan hawa keberadaan seseorang yang memperhatikan nya dari tadi, tapi lie mei tidak mempedulikan nya dan melanjutkan melihat para prajurit nya yang sedang berlatih


"heh tidak buruk bahkan dia bisa merasakan keberadaan ku dari jarak sejauh ini" ucap sosok pria misterius itu dengan menyeringai


"ayah apa dia putri pertama dari bibi Feng, melihat nya saja sudah membuat ku merinding padahal usia nya baru 12 tahun" ucap anak laki-laki yang berada di sebelah sosok pria misterius itu


"tentu saja walaupun sikap dan kepribadian nya sudah berubah tapi ayah yakin dia anak dari kakak Feng, dan lagi kakak pertama juga sudah bertemu dengan nya di hutan" ucap sosok pria misterius itu pada anak nya


"aku tidak tau tapi kalo kakak pertama bilang begitu pasti itu memang benar, sebaiknya kita kembali sebelum adik sepupu mu itu menghampiri kita" ucap pria misterius itu


"baik" ucap anak laki-laki itu


lalu mereka berdua menghilang dari pohon itu dan kembali ke kediaman nya


sepertinya mereka sudah pergi, kenapa sih akhir akhir ini banyak sekali yang memperhatikan ku sebenarnya siapa pria misterius itu


"kak kau kenapa apa ada yang aneh di sana??" tanya lie Hao yang sedari tadi melihat lie mei menatap ke sebuah pohon yang jauh itu


"tidak ada apa apa" ucap lie Mei sambil tersenyum kecil pada lie Hao


para prajurit di perintahkan lie mei untuk berlatih di halaman belakang istana sampai mereka berhasil mencapai target yang lie mei perintahkan pada mereka sebelum nya


semua prajurit sangat bekerja keras hal itu membuat lie mei senang karena mereka tidak malas malasan sebelum peperangan besar terjadi


"jika begini terus mungkin dalam beberapa hari lagi mereka sudah mencapai tingkat master level awal dan penguat tubuh tahap awal" ucap lie Mei


"itu benar, aku yakin mereka pasti sangat ingin memenangkan peperangan agar kakak bisa segera menjadi kaisar mereka" ucap lie Hao dengan tersenyum kecil pada lie mei


"hehehe itu mungkin saja" ucap lie mei bangga


lalu dari kejauhan terlihat Zhu Shen yang panik dan terburu-buru menuju ke arah lie mei


"kenapa kau terburu-buru seperti itu, apa ada masalah yang terjadi??" tanya lie Mei


"y...yang mu...lia di..depan... gerbang.." ucap Zhu Shen yang ngos-ngosan


"tenang kan dirimu terlebih dahulu, aku tidak bisa mendengar mu jika kau berbicara seperti itu" ucap lie mei


lalu lie mei menyuruh lie Jiao dan lie Chen mengambil segelas air untuk Zhu Shen


"minumlah terlebih dahulu" ucap lie Jiao sambil memberikan segelas air pada Zhu Shen


Zhu Shen langsung meminum segelas air itu tanpa tersisa, setelah tenang ia segera memberi laporan darurat pada lie mei


lie mei yang mendengar laporan dari Zhu Shen sangat terkejut, karena Zhu Shen mengatakan kalo ada rombongan dari 4 kerajaan lain di depan gerbang depan kekaisaran meng


lie mei segera melihat gerbang depan kekaisaran meng dengan mata dewa miliknya, dan benar saja terlihat rombongan besar dari 4 kerajaan berada di sana


"yang mulia apa yang harus kita lakukan, jika membiarkan mereka masuk mungkin mereka akan menyerang kita dari dalam tapi kalo membiarkan mereka begitu saja mereka pasti juga akan menyerang kita??" tanya Zhu Shen


"biarkan saja mereka masuk, mereka tidak akan menyerang kita" ucap lie mei dengan tegas


"baik kalo begitu saya permisi dulu" ucap Zhu Shen lalu segera pergi


"kak bagaimana kalo yang dibilang Zhu Shen itu benar, mungkin saja mereka akan menyerang kita dari dalam" ucap lie Hao khawatir


"tenang lah, aku yakin mereka tidak akan mencari masalah dengan kita" ucap lie mei


"apa maksud kakak apa jangan jangan kakak sudah tau siapa 4 kerajaan itu??" tanya lie Hao


lie mei hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu, tapi memang benar lie mei mengetahui 4 kerajaan itu bahkan ia juga pernah melihat dan bertemu langsung dengan 4 kerajaan itu


†††††††††††


maaf kalo ada typo yaa


jangan lupa like dan komentar nya


nantikan chapter berikutnya