
Lie Mei yang sudah menebas dan membelah raksasa itu manjadi dua bagian sangat terkejut melihat raksasa itu baik-baik saja, apalagi tubuh raksasa aura hitam yang tadinya terbelah dua sekarang malah menyatu kembali dengan cepat.
'Tipe regenerasi kah?? Jika seperti ini akan sedikit sulit untuk melawan raksasa ini. Terlebih lagi karena jumlah nya yang sangat banyak akan banyak memakan waktu' Batin Lie Mei mengernyitkan keningnya.
Lie Mei mendadak merasakan sakit kepala yang hebat. "ughh, tubuhku ternyata masih tidak cukup kuat untuk menahan dan mengendalikan kekuatan mata dewa tahap kedua ini, tidak aku harus secepatnya mengalahkan raksasa ini" Ucap Lie Mei sambil memegang kepalanya.
Lie Mei yang masih menahan rasa sakit kepalanya, tiba-tiba diserang oleh raksasa aura hitam itu dengan menyemburkan racun dari dalam tubuhnya. Lie Mei yang melihat itu langsung menghindar sebelum racun itu mengenainya. Karena Lie Mei masih tidak bisa mengendalikan kekuatan mata dewa tahap keduanya, Lie Mei memutuskan untuk menyerang raksasa itu tanpa menggunakan mata dewa tahap kedua nya.
Lie Mei mengambil Biao Jin pedang iblis nya dari dalam ruang penyimpanannya. kemudian Lie Mei menutup kedua matanya dan menajamkan indra pendengarannya. Karena Lie Mei tidak bisa menggunakan kekuatan mata dewa tahap keduanya jadi Lie Mei menutup kedua matanya dan mengganti penglihatannya dengan pendengaran nya.
Raksasa aura hitam itu terlihat akan memukul Lie Mei dengan tangannya yang sangat besar, tapi Lie Mei saat tangan raksasa itu sudah hampir berada di kepala Lie Mei, Lie Mei segera menghentikan tangan milik raksasa itu dengan mengunakan pedang iblis yang berada di tangannya. Lie Mei tiba-tiba melompat ke atas ketika mendengar pergerakan raksasa itu akan memukul Lie Mei dengan tangan satunya lagi.
Setiap serangan yang dilakukan oleh raksasa aura hitam itu berhasil dihentikan oleh Lie Mei yang hanya menggunakan pendengaran nya untuk mengetahui semua pergerakan yang akan dilakukan oleh raksasa itu. Saat ini raksasa aura hitam itu tampak sangat kesal karena tidak dapat sedikit pun menyerang bahkan menyentuh Lie Mei. sedikit pun.
"Ha, kenapa kau diam saja apa tidak mau menyerang ku?? Baiklah jika kau tidak mau menyerangku berarti sekarang giliran ku untuk menyerang mu" Ucap Lie Mei menyeringai menyeramkan.
Lie Mei terlihat menghilang dari tempat nya berada, kini dirinya berada di belakang kepala raksasa aura hitam tersebut, dengan pedang iblis yang ada di tangan nya Lie Mei langsung memenggal kepala raksasa tersebut. Tidak sampai disitu Lie Mei juga mengayunkan pedangnya dan menebas seluruh tubuh raksasa tersebut.
Namun, sama seperti tadi raksasa itu tetap tidak terluka sedikitpun karena raksasa tersebut terus menerus beregenerasi kembali. Walau begitu Lie Mei tidak menyerah, ia tetap menyerang dan mencari kelemahan dari raksasa aura hitam tersebut apapun caranya.
Tebasan tiap tebasan terus Lie Mei lancarkan pada raksasa aura hitam itu, tapi dirinya tetap tidak bisa menemukan kelemahan dari raksasa itu. Lie Mei juga sudah terlihat kelelahan karena terus menerus menggunakan energi kekuatan nya.
Sementara itu Lie Hao terlihat membawa beberapa iblis dengan keadaan terikat dari bawah tanah. Lie Hao celingak-celinguk mencari Lie Mei di sana tapi ia tidak menemukan nya keberadaan kakaknya itu. Lie Hao menduga jika Lie Mei masih melawan mahluk yang memiliki energi gelap dan jahat yang dirasakan nya tadi.
'hmm, dengan kekuatan kak Lie Mei saat ini kakak pasti bisa mengalahkan nya dengan mudah, tapi jika sudah selama ini artinya mahluk yang memiliki energi gelap dan jahat itu memiliki kekuatan yang cukup merepotkan' Pikir Lie Hao.
Dari arah pintu masuk mansion Pangeran Kedua terlihat Lie Jiao dan Lie Chen memasuki mansion dengan kecepatan tinggi. Ketika keduanya melihat lie Hao, Lie Jiao dan Lie Chen segera berhenti lalu memberi hormat pada Lie Hao yang merupakan Raja Manusia.
"Berhenti memberi hormat!! Walau kalian tidak ingat tapi aku dan kak Lie Mei itu adalah kakak kalian jadi kalian berdua tidak usah memberi hormat pada kami seperti itu" Ucap Lie Hao.
"Ah, baik k..kak Lie Hao" Ucap Lie Jiao dan Lie Chen bersamaan sedikit kaku.
"Baiklah, karena kalian sudah disini sebaiknya kita membantu kak Lie Mei. Karena ia pasti sedang kesulitan karena itu kita harus segera keluar dari mansion ini" Ucap Lie Hao menatap Lie Jiao dan Lie Chen dengan serius.
"Hah, apa kami tidak salah dengar, bukankah kakak bilang membantu kak Lie Mei tapi kenapa kini malah keluar dari mansion ini??' Tanya Lie Jiao bingung.
"Yah nanti kalian berdua juga tahu, sekarang sebaiknya kita keluar dulu jika tidak ingin terkubur disini" Ucap Lie Hao langsung menggandeng tangan Lie Jiao dan Lie Chen menuju ke arah pintu keluar mansion Pangeran Kedua.
★di tempat Lie Mei dan Raksasa aura hitam★
Lie Mei sekarang masih terlihat terus menyerang raksasa aura hitam tersebut berulang kali dengan kecepatan yang luar biasa. Raksasa aura hitam itu juga terlihat kelelahan dan semakin Lie Mei menyerang raksasa itu, regenerasi raksasa itu perlahan-lahan mulai melambat.
Raksasa aura hitam itu menyerang Lie Mei dengan menyemburkan racun yang berbeda dari sebelumnya racun itu memiliki warna hitam dan juga terdapat energi yang sangat besar didalam racun itu. Lie Mei yang menyadari jika raksasa aura hitam tersebut akan menyerang langsung menebas racun tersebut dengan Biao Qin dan Biao Lin.
Kemudian Lie Mei langsung melesat maju dan melompat ke atas dengan jarak yang lebih tinggi dari raksasa aura hitam tersebut. Ketika sudah berada di atas Lie Mei langsung menyalurkan semua sihir kekuatan elemen nya pada Biao Qin dan Biao Lin, Lie Mei segera membuka matanya ia kini dapat melihat dengan sangat jelas sebuah cahaya putih yang berada di dahi raksasa itu.
Lie Mei yang melihat itu langsung tahu jika cahaya itu adalah inti dari kelemahan raksasa itu, Lie Mei langsung turun dengan kecepatan tinggi dan ia pun menusuk dahi raksasa tersebut agar raksasa aura hitam itu tidak dapat beregenerasi.
Jlebb
Wooshhh
Lie Mei berhasil menusuk dahi raksasa tersebut seketika raksasa itu berteriak kesakitan dan menggetarkan seluruh mansion Pangeran Kedua. Raksasa itu langsung berubah menjadi sebuah angin hitam yang berhembus sangat kencang ke seluruh tubuh Lie Mei. Karena angin tersebut yang sangat dahsyat Lie Mei sampai dihempaskan ke belakang dan merusak beberapa dinding yang ada di belakang nya sampai Lie Mei berhenti di luar mansion Pangeran Kedua.
Uhuk uhuk
Lie Mei terbatuk-batuk karena punggung nya terbentur lumayan keras saat terhempas tadi. Bangunan mansion besar Pangeran Kedua tersebut kini retak dan roboh karena raksasa aura hitam yang berubah menjadi angin hitam tersebut.
Lie Hao, Lie Jiao, dan Lie Chen langsung bergegas membantu Lie Mei berdiri setelah melihat Lie Mei berada disana. "Hahhh, ternyata dugaanku benar, jika saja tadi aku, Lie Chen dan Lie Jiao tidak keluar mansion mungkin kita sudah terkubur di bawah mansion yang roboh itu" Ucap Lie Hao lega.
"Kalian baik-baik saja, aku kira kau sudah mati di reruntuhan itu, Lie Hao!!" Ucap Lie Mei tersenyum jahil.
"Kak berhentilah main-main, sebaiknya kita obati dulu racun yang ada di kaki kakak" Ucap Lie Hao segera merobek sedikit hanfunya dan mengikatkan nya pada kaki Lie Mei yang terkena racun.
Mendengar perkataan Lie Hao, Lie Mei baru menyadari jika saat ia menahan racun berwarna hitam dari raksasa aura hitam tadi kakinya terkena sedikit tetesan racun tersebut. 'Hanya terkena setetes saja aku bisa merasakan jika racun hitam milik raksasa itu sangat berbahaya' Batin Lie Mei.
"Kak, sebaiknya nya kita tunda dulu rencana kita untuk pergi ke tempat itu! Dengan kondisi kakak seperti ini kakak akan kesulitan jika harus melawan musuh di sana. Jadi sebaiknya nya kita kembali dulu ke istana Kekaisaran Meng" Saran Lie Hao.
"Tidak perlu, aku baik-baik saja kita tetap pergi ke Alam Kegelapan (Dunia Iblis). Racun ini sangat lemah jadi aku bisa minum penawar racun yang aku buat" Ucap Lie Mei berbohong jika dirinya memiliki penawar racun untuk racun hitam yang bahkan lebih kuat dari racun kalajengking ekor emas atau racun tujuh bunga kematian.
"Kakak jangan berbohong pada ku, karena aku bisa melihat semua kebohonganmu dari mataku ini" Ucap Lie Hao menatap Lie Mei dengan datar.
------•••××{∆∆^\=^}×ו••------
Maaf lama author tadi lagi kerjain tugas sekolah😅😅
Jangan lupa like dan vote serta komentar agar author bisa semangat untuk melanjutkan perjalanan Lie Mei.
Kira-kira apa ya rencana Lie Mei dan Lie Hao? Dan untuk apa mereka pergi ke Dunia Iblis?
Penasaran nantikan chapter berikutnya besok🤗🤗