(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds

(Lie Mei) The Girl Who Against Three Worlds
chapter 106 (S2): 3 benda pusaka


★di tempat keempat para Elf★


"Pertarungan mereka berdua seimbang, aku ingin tahu kira kira siapa yang akan menang" Ucap pemuda Elf berambut merah tidak sabar.


"dilihat bagaimana manapun, tidak mungkin juga gadis manusia itu menang dari ujian Elf sejati jenis jiwa ini. Jadi bukan nya sudah pasti yang menang adalah kakek tua itu" Ucap gadis Elf berambut putih.


"ckckck, penjaga lantai 12 kau masih saja tidak mengakui kehebatan calon Raja Elf dari Ras Manusia. Padahal kau sudah kehilangan semua poin kebebasan mu karena kalah dalam pertaruhan tadi" Ucap pemuda Elf berambut merah mengejek gadis Elf berambut putih tersebut.


"aku tidak peduli, karena memang tidak mungkin gadis manusia itu akan bisa memenangkan 3 ujian Elf sejati sekaligus" Ucap gadis Elf berambut putih tersebut dengan kesal.


"aku tidak yakin jika gadis manusia tersebut akan kalah, karena sejak memulai ujian Raja Elf ia bahkan belum mengeluarkan semua kekuatan nya yang sebenarnya. Sepertinya pemenang pertarungan ini akan sulit untuk diprediksi" Ucap gadis Elf penjaga lantai 11.


"kau benar kepala penjaga lantai 11. Tapi bukannya ini sufah waktu nya kau menghentikan hukuman dari calon Raja Elf dari Ras Iblis. Jika tidak dihentikan mungkin saja calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut akan mati" Ucap pemuda Elf berambut merah.


Gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut tampak berpikir sebentar setelah mendengar ucapan dari pemuda Elf berambut merah tersebut. Ia kemudian langsung menghilang begitu saja dari hadapan ketiga Elf yang ada disana.


Gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut terlihat muncul di ujian tahap pertama di lantai 11. Ia kemudian pergi mencari calon Raja Elf dari Ras Iblis tersebut, kesebuah pohon besar dan juga rindang. Setelah sampai di pohon tempat ia menggantung calon Raja Elf dari Ras Iblis, gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut mengernyitkan dahi nya karena tidak melihat calon Raja Elf dari Ras Iblis yang seharusnya berada disana.


Garis Elf penjaga lantai 11 tersebut merasakan jejak aura hitam yang berada di pohon besar yang ada didepan nya. "bagaimana bisa aura hitam ada didalam pagoda 13 lantai ini!! Apa ini perbuatan dari calon Raja Elf Ras Iblis itu" Pikir gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut.


"jika benar calon Raja Elf dari Ras Iblis itu yang memiliki aura hitam ini, aku harap ia tidak menggunakan aura hitam sebanyak ini untuk membuka segel lantai dasar pagoda 13 lantai" Ucap gadis Elf penjaga lantai 11 tersebut sedikit cemas, karena takut jika segel lantai dasar pagoda 13 lantai akan dibuka oleh calon Raja Elf dari Ras Iblis.


sementara itu di lantai 14 ujian Elf sejati kedua Lie Mei dan Kakek tua yang menjadi lawannya, masih bertarung dengan sangat sengit. Kakek tua itu terlihat menyerang Lie Mei dengan mengubah kekuatan jiwanya menjadi seribu pedang kecil yang tajam pada Lie Mei.


Lie Mei langsung menangkis pedang kecil yang mengarah padanya itu dengan pedang kekuatan jiwanya, walau ia berhasil menangkis setiap pedang kecil tersebut. Tapi Lie Mei tidak berhasil menangkis 1 pedang kecil kakek tua itu, sehingga lengannya terluka lumayan dalam.


Darah Lie Mei terus mengalir keluar dari lengan tangan kirinya yang terluka. Lie Mei segera mengambil obat penyembuh tingkat dewa nya dari dalam ruang penyimpanan milik nya. Ia pun langsung memakan obat penyembuh tersebut agar lukanya dapat disembuhkan. Tapi obat penyembuh tingkat dewa tersebut tidak dapat menyembuhkan lukanya.


"gadis muda, apa kau lupa jika sekarang yang terluka adalah jiwamu. Tentu saja luka mu tidak akan bisa disembuhkan dengan obat penyembuh yang hanya bisa digunakan untuk menyembuhkan tubuh fisik mu. Jika kau ingin menyembuhkan luka jiwa nya kau seharusnya memakan obat penyembuh jiwa" Ucap kakek tua tersebut.


"kakek, apa tidak apa-apa memberikan saran kepada lawanmu ini. Bukankah lebih baik kakek membiarkan aku terluka agar kekuatan ku menjadi lemah. Jika anda memberitahu ku cara menyembuhkan luka pada jiwa ku ini, bisa saja aku akan menyembuhkan luka ini" Ucap Lie Mei.


"itu tidak masalah, jika kau memang bisa menyembuhkan luka jiwa mu itu. Karena kakek juga ingin melihat apa kau bisa membuat obat penyembuh jiwa yang sangat sulit untuk dibuat bahkan oleh Alchemist tingkat dewa sekalipun" Ucap kakek tua itu dengan tersenyum.


"heh, begitu kah. seberapa sulitnya sampai Alchemist tingkat dewa saja tidak bisa membuat nya. walau aku baru di tingkat Alchemist tingkat master level awal, tapi aku akan mencoba membuat obat penyembuh jiwa tersebut" Ucap Lie Mei menyeringai.


'aktifkan jurus peracik obat!! membuat obat penyembuh jiwa tingkat dewa' Ucap Lie Mei dalam hatinya.


Sebuah bola cahaya mendadak muncul di depan mata Lie Mei. Tanpa berpikir sedikit pun Lie Mei segera menyalurkan kekuatan jiwanya pada bola cahaya tersebut. Bola cahaya tersebut Tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah obat berwarna putih secara perlahan lahan.


Kakek tua yang menyaksikan pembuatan obat dari Lie Mei tersebut sangat terkejut melihat Lie Mei dapat membuat obat tanpa menggunakan tungku obat, yang seharusnya dimiliki oleh semua Alchemist. Terlebih lagi Lie Mei dapat membuat obat penyembuh jiwa dengan sangat mudahnya.


Obat yang dibuat oleh Lie Mei kini sudah menjadi obat penyembuh jiwa tingkat dewa, walaupun begitu kualitas obat lie Mei tersebut masih kualitas biasa. Lie Mei langsung mengambil dan memakan obat penyembuh jiwa tingkat dewa tersebut.


Seketika luka di lengan Lie Mei langsung sembuh tanpa terlihat bekas sedikit pun. Lie Mei juga merasakan kekuatan jiwa nya semakin bertambah kuat setelah memakan obat penyembuh jiwa tersebut. Karena luka nya sudah sembuh Lie Mei kembali membuat sebilah pedang dari kekuatan jiwanya.


'gadis muda ini, sebenarnya monster macam apa?? ia sudah memakai kekuatan jiwanya selama beberapa hari ini bukannya harus nya kekuatan jiwanya melemah tapi kenapa sekarang kekuatan jiwa gadis muda ini malah semakin kuat. Tampaknya tidak ada cara lain untuk mengalahkan gadis muda ini menggunakan cara itu' Batin kakek tua tersebut yang sekarang terlihat sudah kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatan jiwa nya.


Lie Mei saat ini masih menghindari semua pedang kecil yang diarahkan kepada nya. Ia kini sudah semakin dekat menuju kearah kakek tua itu. Saat Lie sudah berada di hadapan kakek tua tersebut ia segera bersiap menebas kakek tua tersebut. Dari arah belakang Lie Mei tiba-tiba saja terlihat kakek tua tersebut yang kini akan menyerang Lie Mei dengan menggunakan tongkat nya.


Lie Mei menyeringai lalu ia berbalik badan dan menusukkan pedang kekuatan jiwanya pada kakek tua tersebut sebelum kakek tua tersebut menyerang Lie Mei dengan tongkatnya.


"kakek mau menipuku dengan membuat aku menyerang klon kekuatan jiwamu, lalu menyerang diriku dari belakang kan. Tapi cara tersebut tidak akan berguna untukku, karena aku bisa mengetahui semua nya dengan kekuatan mata dewa ku ini" Ucap Lie Mei tersenyum sambil menunjuk ke matanya.


Akh


Kakek tua tersebut memuntahkan darah segar dari mulut nya. "hhhh, siapa yang akan menyangka jika aku akan dikalahkan oleh gadis muda seperti mu. Gadis muda, kakek yakin kau akan menjadi pemimpin dari Ras Elf yang kuat dan juga hebat, karena itu ambillah benda pusaka milikku ini" Ucap kakek tua tersebut sebagai terengah-engah, kemudian menghilang begitu saja setelah memberikan sebuah kotak pusaka pada Lie Mei.


Karena sangat penasaran dengan benda pusaka yang dikatakan oleh kakek tua tersebut, Lie Mei langsung membuka kotak pusaka ditangan nya. Ia tersentak melihat benda pusaka yang dikatakan oleh kakek tua tersebut, karena benda pusaka tersebut adalah token yang sama seperti pemberian Raja Liao Jin saat Lie Mei membantu kerajaan Liao dari wabah aneh yang muncul di kerajaan Liao waktu itu.


"kenapa kakek itu bisa. mempunyai token yang sama seperti milik Raja Liao Jin??" Tanya Lie Mei pada dirinya sendiri, sambil mengambil token dan juga kunci yang di berikan oleh Raja Liao Jin di dalam ruang penyimpanan nya.


"Walaupun sama tapi token yang diberikan oleh kakek itu berwarna biru tua dengan tulisan Yi. sedangkan yang milik Raja Liao Jin berwarna hijau muda dengan tulisan San dan Raja Liao Jin juga memberikan aku sebuah kunci kuno. Sebenarnya ketiga benda pusaka ini digunakan untuk apa??" Tanya Lie Mei pada dirinya sendiri dengan bingung.


"Shang Cai!! Ling Hun!! Zhe Lin!!" Panggil Lie Mei pada mereka bertiga. "Apa kalian bertiga tahu tentang token dan kunci ini?? Kalian bertiga kan sudah hidup lebih dari Ratusan ribu tahun, seharusnya kalian tahu tentang token dan kunci ini kan??" Tanya Lie Mei.


"Hmm kami bertiga memang sudah hidup lebih dari Ratusan ribu tahun. Tapi kami belum pernah melihat token dan juga kunci kuno yang memiliki aura suci sebanyak ini" Ucap Shang Cai di anting Lie Mei.


"Yah itu benar. Setahu saya jika ada benda pusaka yang memiliki aura suci, benda tersebut sangat lah berharga sehingga benda tersebut dilindungi oleh langit dengan diberikan aura suci seperti ketiga benda pusaka yang ada ditangan Yang Mulia" Ucap Zhe Lin keluar dari bayangan Lie Mei.


"yang dikatakan Zhe Lin itu benar master. Aura suci pada ketiga benda pusaka milik master itu memiliki aura suci yang sangat banyak, yang artinya ketiga benda pusaka tersebut sangat dilindungi oleh langit" Ucap Ling Hun menambahkan penjelasan dari Zhe Lin.


"ternyata begitu, kalo ketiga benda pusaka ini sangat dilindungi oleh langit. Apa tidak masalah jika ketiga benda ini berada di tangan ku??" Tanya Lie Mei sambil menatap ketiga benda pusaka ditangan nya dengan mata dewa miliknya.


"tentu saja tidak masalah. Terlebih karena adanya aura suci pada ketiga benda pusaka tersebut, jika ada orang yang memegang ketiga benda pusaka tersebut dengan niat jahat orang tersebut pasti akan mati karena hukuman dari aura suci tersebut. Dan karena tuan tidak mendapatkan hukuman tersebut, berarti ketiga benda pusaka tersebut merasa aman berada di tangan tuan" Ucap Shang Cai menjelaskan, masih berada di anting Lie Mei.


"oh begitu, baiklah walau aku tidak tahu kegunaan dari ketiga benda pusaka ini tapi aku akan menjaga nya dengan baik" Ucap Lie Mei lalu memasukkan ketiga benda pusaka tersebut dalam ruang penyimpanan nya.


Tapi sebelum ketiga benda pusaka tersebut dimaksudkan ke dalam ruang penyimpanan oleh Lie Mei. Lie Mei terkejut setelah melihat sesuatu di samping token berwarna biru tua yang diberikan oleh kakek tua tadi.


------•••××{∆∆^__^}×ו••-------


Maaf kalo ada typo yaa.


Jangan lupa like dan juga vote yah biar author tambah semangat melanjutkan nya🤧🤧


Nantikan chapter berikutnya nanti malam yah.